Polda Jambi menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Antik Siginjai 2026 sebagai bentuk kesiapan personel dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Antik yang akan berlangsung selama 20 hari, mulai 8 hingga 27 Juli 2026, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai III Gedung Siginjai Polda Jambi.
Latpraops dipimpin langsung oleh Karoops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., dan dihadiri Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palgun, S.H., S.I.K., M.H., para Kasatgas Operasi Antik Siginjai, peserta latihan, serta personel polres jajaran melalui zoom meeting.
Dalam arahannya, Karoops Polda Jambi menegaskan bahwa Latpraops merupakan tahapan penting untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kesiapan sumber daya manusia Polri sebelum pelaksanaan operasi kepolisian.
Menurutnya, latihan ini menjadi bekal agar seluruh personel memahami tugas, fungsi, serta pola bertindak dalam pelaksanaan Operasi Antik Siginjai 2026.
Ia menjelaskan, Operasi Antik Siginjai 2026 bertujuan menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, mengungkap jaringan pelaku, memutus mata rantai distribusi narkoba, serta membangun kesadaran masyarakat agar menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, operasi ini juga diharapkan mampu memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.
Karoops juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel, di antaranya mengoptimalkan deteksi dini terhadap potensi kerawanan, melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab, meningkatkan kewaspadaan selama bertugas, serta mengedepankan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palguna menyampaikan materi mengenai dasar hukum pelaksanaan Operasi Antik Siginjai 2026 serta prosedur yang wajib dilaksanakan saat melakukan penangkapan.
Ia mengingatkan agar setiap tindakan kepolisian dilakukan secara humanis dan dilengkapi dengan dokumentasi sesuai prosedur yang berlaku.
Dirresnarkoba juga menegaskan komitmen Polda Jambi dalam pemberantasan narkoba dengan menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Seluruh personel diminta bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku tindak pidana narkoba, dengan tetap mengutamakan keselamatan anggota di lapangan, disiplin, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain penyampaian arahan pimpinan, peserta Latpraops juga menerima materi dari Satgas Preemtif/Intelijen terkait perkiraan situasi dan sasaran Operasi Antik Siginjai 2026, serta materi dari Satgas Pengamanan Operasi mengenai petunjuk pelaksanaan dan standar operasional prosedur (SOP) selama operasi berlangsung.
Dengan terlaksananya latihan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat memiliki kesiapan maksimal untuk mendukung keberhasilan Operasi Antik Siginjai 2026 dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Jambi. (*)