Pemkot Jambi dan Polresta Jambi Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Mitigasi Bencana, Maulana: Pemerintah Harus Hadir Sebelum, Saat, dan Setelah Musibah

WIB
ist

JAMBI – Di tengah meningkatnya potensi bencana memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Jambi memperkuat kolaborasi dengan Polresta Jambi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. menerima kunjungan kerja Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan yang berlangsung pada hari ketiga masa tugas Kapolresta itu menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan jajaran kepolisian dalam memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.

Tidak sekadar bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada 16 warga Kota Jambi yang menjadi korban berbagai musibah. Mereka terdiri dari korban kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung, hingga ahli waris korban meninggal dunia akibat musibah tenggelam dan bencana lainnya.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sosial. Bantuan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi musibah.

Wali Kota Jambi Maulana, menjelaskan bahwa setiap bencana yang terjadi selalu direspons cepat melalui bantuan tanggap darurat. Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah kembali melakukan pendataan serta menghitung tingkat kerugian agar bantuan lanjutan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Enam belas warga kami yang sudah kami bantu ketika terjadi bencana, bantuan tanggap darurat sudah disampaikan. Kemudian turun tim kami untuk melakukan penghitungan kerugiannya. Hari ini kami kumpulkan untuk diserahkan bantuan tunai langsung untuk membeli bahan bangunan maupun uang duka kepada orang tua atau ahli waris yang anaknya meninggal dan sebagainya," ujar Maulana.

Menurut Maulana, pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan setelah bencana terjadi. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem pencegahan agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin. Kehadiran Kapolresta Jambi dalam kegiatan tersebut menjadi simbol semakin kuatnya sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

"Pak Kapolresta memperkenalkan diri sekaligus berpesan kepada kita semua untuk sama-sama meningkatkan kamtibmas, salah satunya dengan mengantisipasi terjadinya risiko bencana. Saat ini kita sudah memasuki musim kemarau," kata Maulana.

Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran permukiman maupun lahan diperkirakan meningkat. Karena itu, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat agar lebih waspada, mulai dari memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak melakukan pembakaran sembarangan, hingga memperkuat kepedulian antarwarga apabila melihat potensi yang dapat memicu kebakaran.

Maulana menilai keberhasilan menjaga Kota Jambi tetap aman tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"Membangun kota yang nyaman bukan hanya melalui pembangunan jalan, drainase, ataupun fasilitas publik lainnya, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh rasa aman, perlindungan, dan kepastian bahwa pemerintah hadir ketika mereka membutuhkan" tutup Maulana

Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Kota Jambi sekaligus menegaskan komitmen Polresta Jambi untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun bencana.

"Kami memiliki layanan darurat 110 yang dapat digunakan setiap saat apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau berada dalam keadaan darurat. Laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke kantor kepolisian terdekat untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

Sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi antarlembaga, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif, mulai dari penanganan bencana, perlindungan sosial, hingga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang telah berusaha hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Harapannya, bantuan ini dapat membantu masyarakat bangkit kembali, sehingga mereka bisa bekerja lagi dan menjalani aktivitas sehari-hari, yang tentunya turut mendukung kemajuan Kota Jambi ke depannya," ujar Ananto.

Dengan kolaborasi yang semakin solid tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis mampu menciptakan kota yang lebih aman, tangguh, dan nyaman untuk seluruh masyarakat. Sebab, di balik setiap pembangunan yang dilakukan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama yang terus diperjuangkan bersama.(*)

BeritaSatu Network