Kolam Retensi Telaga Kajang Lako Dikebut, Wali Kota Jambi Maulana Optimistis 62 Persen Kawasan Rawan Banjir Kota Jambi Segera Teratasi

WIB
Ist

JAMBI – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menuntaskan persoalan banjir terus dibuktikan melalui percepatan pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru. Proyek strategis yang digadang menjadi solusi utama pengendalian banjir di kawasan Sistem Sungai Asam itu kini menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan rampung pada 20 September 2026.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Senin (3/8/2026), didampingi Anggota Komisi V DPR RI Dr. Edi Purwanto, S.H.I., M.Si.

Kolam retensi seluas sekitar 8,9 hektare tersebut diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir hingga 62 persen, khususnya di kawasan Sistem Sungai Asam yang selama bertahun-tahun menjadi titik langganan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Bagi Wali Kota Maulana, pembangunan kolam retensi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas harapan ribuan warga yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir. Ia mengaku masih mengingat bagaimana kawasan Sungai Asam, Widuri, hingga sejumlah permukiman di sekitarnya kerap terendam ketika hujan deras mengguyur Kota Jambi.

"Di awal tahun 2025, pembangunan kolam retensi hampir sembilan hektare ini masih terasa seperti mimpi. Namun hari ini kita bisa melihat progresnya berjalan dengan sangat baik. Ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Jambi bersinergi, persoalan besar yang selama ini dihadapi masyarakat bisa diselesaikan bersama," ujar Maulana.

Pembangunan kolam retensi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh. Pembebasan lahan yang menjadi salah satu tantangan terbesar akhirnya dapat diselesaikan melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar, Pemerintah Provinsi Jambi Rp25 miliar, sementara pemerintah pusat mendukung sebesar Rp45 miliar sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

"Alhamdulillah dua tahap pembebasan lahan sudah selesai sehingga pekerjaan fisik dapat berjalan tanpa hambatan yang berarti. Kami optimistis target penyelesaian pada September nanti bisa tercapai," katanya.

Tak berhenti pada pembangunan kolam retensi, Pemerintah Kota Jambi juga telah menyiapkan penataan kawasan agar infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Setelah pekerjaan fisik selesai, Pemkot akan melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung seperti penerangan kawasan, lampu dekoratif di jembatan, penghijauan, hingga penataan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas.

"Begitu pembangunan fisik selesai, Pemerintah Kota akan langsung melakukan penataan kawasan. Harapan kami, kolam retensi ini tidak hanya berfungsi mengendalikan banjir, tetapi juga menjadi ruang publik yang indah, aman, nyaman, dan bisa dinikmati masyarakat," jelasnya.

Wali Kota menegaskan, pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako hanyalah satu bagian dari program besar pengendalian banjir di Kota Jambi. Pemerintah Kota saat ini juga terus memperjuangkan pembangunan kawasan pengendalian banjir lainnya, termasuk di kawasan Kembar Lestari dalam Sistem Kenali dan kawasan Mayang.

"Kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar program pengendalian banjir di titik-titik lainnya juga dapat direalisasikan. Target kami jelas, persoalan banjir di Kota Jambi harus terus berkurang secara bertahap," tegas Maulana.

Ia menjelaskan, setelah beroperasi nanti kolam retensi akan menampung aliran air dari Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Kalimati hingga Widuri, yang selama ini menjadi wilayah paling terdampak saat musim penghujan.

"Insya Allah ketika kolam retensi ini berfungsi penuh, sekitar 62 persen persoalan banjir pada sistem Sungai Asam dapat ditangani. Ini tentu akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mengurangi kerugian yang selama ini selalu terjadi setiap musim hujan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan sesuai target. Ia berharap keberadaan kolam retensi nantinya tidak hanya menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan ruang terbuka publik yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Peninjauan itu menjadi gambaran kuat bahwa percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Jambi terus berjalan sesuai arah yang telah dirancang. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana, pembangunan tidak hanya difokuskan pada penyelesaian persoalan banjir, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang lebih tertata, produktif, dan memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Jambi.

BeritaSatu Network