PTPN IV Regional IV Mulai Replanting Kebun Batang Hari, Khayamuddin: Tentukan 25 Tahun ke Depan

WIB
Ist

Jambi — Kebun Batang Hari PTPN IV Regional IV mulai memasuki fase penting.

Tanaman sawit lama ditumbangkan.

Lahan dipersiapkan.

Tanaman baru akan mengambil alih untuk menjalani satu siklus panjang perkebunan berikutnya.

Region Head PTPN IV Regional IV Khayamuddin Panjaitan turun langsung meninjau proses penumbangan dan tanaman ulang atau replanting di Kebun Batang Hari, Selasa (4/8/2026).

Khayamuddin tidak ingin proses tersebut sekadar selesai sesuai jadwal.

Tahap awal harus dikawal ketat karena kualitas pekerjaan hari ini dinilai akan menentukan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

“Apa yang kita kerjakan hari ini akan menentukan dan menjadi sejarah perjalanan panjang 25 tahun tanaman ke depan,” kata Khayamuddin di sela kunjungannya.

“Karena itu, kita harus memastikan seluruh aktivitas dan kondisi harus terkawal sejak awal,” lanjutnya.

Bagi perkebunan sawit, replanting bukan sekadar menumbangkan pohon lama lalu menggantinya dengan bibit baru.

Tahapan tersebut merupakan titik awal satu siklus produksi berikutnya.

Karena itu, PTPN IV Regional IV menekankan pelaksanaan sesuai standar teknis perusahaan.

Pengawasan dilakukan mulai dari tahapan penumbangan hingga proses tanaman ulang.

Kesalahan pada fase awal berpotensi terbawa dalam perjalanan panjang kebun.

Sebaliknya, persiapan yang baik menjadi modal menuju pertumbuhan dan produktivitas berikutnya.

Itulah yang membuat Khayamuddin memilih turun langsung melihat pekerjaan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Khayamuddin juga memberikan arahan kepada jajaran kebun dan para planters.

Ia meminta pekerjaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Perencanaan harus jelas.

Koordinasi harus kuat.

Pelaksanaannya pun harus terus diawasi.

Khayamuddin kembali menggunakan filosofi yang kerap disampaikannya kepada jajaran perkebunan.

“Planters akan meraih sukses jika semua aktivitas direncanakan dengan satu mata hati, diorganisasikan dengan dua mata kepala, serta dijalankan dan dikawal seluruh aktivitasnya dengan empat mata kaki,” tegasnya.

Pesan itu menggarisbawahi bahwa keberhasilan kebun tidak hanya bergantung pada rencana di atas kertas.

Eksekusinya harus dikawal langsung di lapangan.

PTPN IV Regional IV menyatakan akan terus mengawal proses replanting Kebun Batang Hari agar berjalan tepat waktu dan tepat mutu.

Dua ukuran tersebut menjadi penting.

Cepat tetapi tidak sesuai standar berisiko menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sebaliknya, standar teknis yang baik juga harus diikuti ketepatan pelaksanaan agar siklus kebun baru tidak terlambat.

Karena investasi tanaman perkebunan memiliki horizon panjang, dampak keputusan hari ini baru akan terlihat bertahun-tahun kemudian.

Pernyataan Khayamuddin mengenai “25 tahun tanaman ke depan” menunjukkan panjangnya konsekuensi sebuah program replanting.

Pohon yang ditanam saat ini akan menjadi bagian dari aktivitas kebun untuk tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, mutu pekerjaan awal menjadi fondasi.

Mulai dari persiapan areal.

Penataan pekerjaan.

Pelaksanaan penanaman.

Hingga pengawasan setelah tanaman masuk ke lapangan.

Dalam bahan yang disampaikan, perusahaan belum merinci luas areal yang direplanting, jumlah tanaman yang akan ditanam, nilai investasi maupun target waktu penyelesaian keseluruhan program.

Data tersebut penting untuk melihat skala sebenarnya dari program tanaman ulang Kebun Batang Hari.

Tanam ulang juga menjadi ujian bagi manajemen perkebunan.

Sebab keberhasilannya tidak dapat dinilai hanya pada hari bibit masuk ke tanah.

Tanaman harus tumbuh.

Pemeliharaan harus berlangsung.

Kondisi lapangan harus terus dikawal.

Baru kemudian hasil investasi tersebut dapat terlihat pada fase produksi.

Karena itu, pesan Khayamuddin kepada para planters lebih jauh dari sekadar memastikan pekerjaan hari ini selesai.

Ia meminta seluruh tahapan dijaga dari awal.

PTPN IV Regional IV kini sedang membuka lembar baru di Kebun Batang Hari.

Pohon lama ditumbangkan.

Tanaman baru disiapkan.

Namun cerita sebenarnya baru dimulai.

Sebab dalam perkebunan sawit, kesalahan hari ini bisa terasa bertahun-tahun. Begitu pula pekerjaan yang benar: hasilnya dapat dipanen sepanjang satu generasi tanaman. (*)

BeritaSatu Network