HUT ke-81 RI, JBC: Kemerdekaan Harus Hadir dalam Lapangan Kerja, Investasi dan UMKM yang Tumbuh

WIB
Ist

JAMBI - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Jambi Business Center (JBC) mengajak dunia usaha ikut mengambil peran lebih besar dalam mengisi kemerdekaan melalui investasi, penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat.

Bagi JBC, 81 tahun Indonesia merdeka bukan hanya momentum mengenang perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan hari ini juga harus diterjemahkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, berinovasi dan meningkatkan kesejahteraan.

Komisaris PT Putra Kurnia Properti (PKP), pengembang kawasan Jambi Business Center, Syahrasaddin, menempatkan pembangunan kawasan JBC bukan semata sebagai proyek properti.

Arah besarnya adalah membangun sebuah ekosistem ekonomi baru di Kota Jambi yang mempertemukan investasi, perdagangan, UMKM, lapangan kerja, gaya hidup dan aktivitas masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Syahrasaddin sebelumnya mengenai arah pengembangan kawasan JBC.

“UMKM harus bisa ikut tumbuh,” kata Syahrasaddin. Ia menegaskan JBC ingin membuka ruang agar ekonomi lokal ikut berkembang bersama hadirnya kawasan bisnis baru tersebut.

Pesannya sederhana, tetapi substansial.

Kawasan bisnis tidak boleh hanya ramai oleh transaksi. Pertumbuhannya harus ikut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Jambi.

Merdeka Secara Ekonomi

Momentum kemerdekaan, dalam perspektif dunia usaha, memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan 81 tahun lalu.

Hari ini perjuangannya adalah memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat UMKM, menarik investasi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Jambi sendiri sedang bergerak ke arah itu.

BPS mencatat ekonomi Provinsi Jambi sepanjang 2025 tumbuh 4,93 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 4,50 persen. PDRB Jambi pada 2025 mencapai Rp349,66 triliun.

Memasuki triwulan I-2026, ekonomi Jambi masih tumbuh 4,33 persen secara year-on-year, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun.

Pertumbuhan tersebut membutuhkan penopang dari sektor swasta.

Investasi harus menghasilkan kegiatan ekonomi baru.

Kawasan komersial harus mendatangkan konsumen.

Usaha baru harus tumbuh.

Dan pada akhirnya lapangan kerja harus tercipta.

Di titik itulah JBC ingin mengambil posisi.

JBC Ingin Jadi Ruang Ekonomi Baru Jambi

Jambi Business Center dikembangkan PT Putra Kurnia Properti sebagai kawasan pusat bisnis berkonsep superblok yang mencakup mall, hotel, convention center dan ruko.

Kawasan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 73.938 meter persegi, berada di kawasan strategis Kota Jambi yang terhubung dengan Jalan Kapt. A. Bakaruddin, Jalan Pattimura dan Jalan Amir Hamzah.

Pengembangan JBC tidak hanya diarahkan menghadirkan pusat perbelanjaan.

JBC menargetkan kawasan itu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Dan Syahrasaddin ingin efeknya tidak berhenti di dalam pagar kawasan.

Pelaku UMKM harus memperoleh ruang.

Tenaga kerja lokal harus ikut terserap.

Komunitas dapat bergerak.

Anak muda memperoleh ruang berekspresi.

Dan produk lokal Jambi memperoleh panggung untuk bertemu pasar yang lebih luas.

Dalam publikasi sebelumnya, Syahrasaddin menyebut JBC tidak ingin tumbuh sendiri. Sebuah kawasan bisnis, menurut arah yang dibawanya, juga harus memberikan ruang bagi usaha masyarakat.

Itulah makna kemerdekaan ekonomi yang ingin didorong: pertumbuhan yang membuka kesempatan bagi orang lain untuk ikut tumbuh.

Lapangan Kerja Jadi Ukuran Nyata

Komitmen itu juga terlihat dari langkah JBC membuka kesempatan kerja.

Pada Juni 2026, JBC berpartisipasi dalam Bhayangkara Presisi Job Fair dan membuka sejumlah posisi, antara lain Sales Executive, Drafter/Arsitek dan Project Officer.

Syahrasaddin sebelumnya juga menyampaikan harapan agar pengembangan kawasan dapat memberikan kesempatan kerja semakin besar kepada masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini untuk bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Syahrasaddin dalam kegiatan bersama warga sekitar JBC pada Maret 2026.

Ia juga menyebut sudah ada warga sekitar yang dilibatkan dalam aktivitas JBC dan berharap penyerapan tersebut semakin besar seiring perkembangan kawasan.

Bagi JBC, indikator kemajuan kawasan bisnis pada akhirnya bukan hanya berapa banyak bangunan yang berdiri.

Tetapi juga berapa orang memperoleh pekerjaan.

Berapa usaha baru muncul.

Berapa UMKM naik kelas.

Dan seberapa besar perputaran ekonomi yang tercipta bagi masyarakat.

Kemerdekaan Juga Harus Berpihak kepada UMKM

Ada alasan mengapa UMKM mendapat perhatian khusus.

Kawasan bisnis modern berpotensi menjadi tempat bertemunya konsumen dalam jumlah besar. Tetapi tanpa desain yang inklusif, ruang ekonomi baru bisa saja hanya dinikmati pemain besar.

JBC ingin mengambil jalan berbeda.

Kopi Jambi.

Kuliner lokal.

Fashion.

Produk kreatif.

Kerajinan.

Event komunitas.

Bazar.

Hingga usaha anak muda dinilai memiliki tempat dalam ekosistem kawasan.

Syahrasaddin sebelumnya bahkan menyebut JBC ingin berkembang menjadi rumah ekonomi baru bagi masyarakat Jambi, dengan UMKM sebagai salah satu bagian yang harus ikut tumbuh.

Argumentasinya kuat: jika kawasan bisnis modern hadir di Jambi tetapi produk dan pelaku usaha Jambi tidak ikut mendapatkan manfaat, maka efek ekonominya belum maksimal.

JBC Cup Ikut Meriahkan Kemerdekaan

Semangat kemerdekaan juga dibawa JBC melalui kegiatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

JBC menggelar JBC Cup Jilid 3 untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen mini soccer pelajar tersebut digelar 14-17 Agustus 2026 di Winner Arena JBC dan mempertandingkan kategori SD, SMP hingga SMA dengan total hadiah Rp10 juta.

Kegiatan itu menjadi bagian lain dari konsep kawasan yang sedang dibangun.

JBC tidak hanya ingin menjadi tempat orang berbelanja.

Kawasan juga diarahkan menjadi ruang pertemuan masyarakat, olahraga, komunitas, UMKM, hiburan dan kegiatan kreatif.

Dengan begitu, aktivitas ekonomi dapat tumbuh mengikuti mobilitas manusia yang datang ke kawasan.

Dari Kemerdekaan Menuju Kemandirian

Bagi dunia usaha, kemerdekaan pada akhirnya harus bermuara pada kemandirian.

Daerah tidak cukup hanya menjadi pasar.

Jambi harus melahirkan pengusaha.

Menciptakan produk.

Membuka pekerjaan.

Menarik modal.

Mengembangkan properti dan pusat bisnis.

Serta membuat perputaran uang semakin besar terjadi di daerah sendiri.

Karena itu, memasuki usia kemerdekaan ke-81, kolaborasi pemerintah, swasta, UMKM, komunitas dan masyarakat menjadi semakin penting.

JBC ingin mengambil bagian di dalam kolaborasi tersebut.

Bukan hanya membangun gedung.

Tetapi membangun sebuah ekosistem.

Sebuah kawasan yang hidup karena ada aktivitas usaha, pekerjaan, UMKM, komunitas dan masyarakat di dalamnya.

Semangatnya sejalan dengan kalimat Syahrasaddin:

“UMKM harus bisa ikut tumbuh.”

Sebab 81 tahun setelah Indonesia merdeka, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan.

Kemerdekaan harus menghasilkan kesempatan.

Kesempatan bekerja.

Kesempatan berusaha.

Kesempatan tumbuh.

Dan kesempatan bagi Jambi untuk berdiri semakin kuat sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Sumatera. (*)

BeritaSatu Network