TANJAB TIMUR - Musibah kebakaran yang melanda Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menyisakan duka bagi puluhan warga. Sembilan rumah dan satu kantor dilaporkan hangus, sementara puluhan jiwa terdampak.
Sehari setelah kebakaran, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur Apif Firmansyah, S.E. turun langsung ke lokasi bersama jajaran pengurus, Sabtu (22/8/2026).
Mereka tidak datang dengan tangan kosong.
Satu ton beras dibawa untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat si jago merah.
Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi pascakebakaran, menemui para korban sekaligus menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarga terdampak.
Kebakaran diketahui terjadi pada Jumat sore (21/8/2026).
9 Rumah dan 1 Kantor Hangus
Dampak kebakaran cukup besar.
Berdasarkan laporan petugas posko di lokasi, sebanyak 9 rumah dan 1 kantor hangus terbakar.
Tak hanya itu, 4 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Rumah-rumah tersebut sengaja dirusak sebagian sebagai upaya memutus jalur api agar kebakaran tidak merambat semakin luas.
Total warga yang terdampak mencapai 14 kepala keluarga atau 47 jiwa.
Satu orang dilaporkan mengalami luka bakar.
Di lokasi, sisa-sisa kebakaran menjadi gambaran bagaimana cepatnya api menghabiskan permukiman warga.
Sebagian keluarga kehilangan tempat tinggal.
Sebagian lainnya kehilangan harta benda yang selama ini dikumpulkan bertahun-tahun.
KADIN Datang Bawa 1 Ton Beras
Di tengah kondisi tersebut, Apif Firmansyah bersama pengurus KADIN Tanjung Jabung Timur menyerahkan 1 ton beras.
Bantuan diserahkan langsung kepada perwakilan keluarga korban.
Apif mengatakan keterlibatan KADIN tidak seharusnya berhenti pada persoalan perdagangan, investasi dan pengembangan dunia usaha.
"Ketika masyarakat menghadapi bencana, kalangan pengusaha juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut bergerak," ujar Apif, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi.
Menurut Apif, bantuan satu ton beras tersebut menjadi bentuk kepedulian KADIN terhadap warga Nipah Panjang yang sedang menghadapi masa sulit.
Ia berharap bantuan itu dapat membantu kebutuhan pangan keluarga korban selama proses pemulihan.
Apif juga menekankan pentingnya semangat gotong royong setelah bencana. Rumah-rumah yang hilang tidak mungkin kembali dalam satu atau dua hari, sehingga dukungan dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat masih sangat dibutuhkan.
Pengurus KADIN Tanjab Timur Dedi Darmawan mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami datang ke sini untuk memberikan support serta turut merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami saudara-saudara sekalian. Semoga bantuan yang diserahkan ini dapat bermanfaat untuk kebutuhan mendesak dan membantu langkah pemulihan,” ujar Dedi di lokasi.
Menurutnya, bantuan bukan hanya persoalan jumlah barang yang diserahkan.
Kehadiran berbagai pihak juga diharapkan memberikan kekuatan moral agar para korban tidak merasa sendirian menghadapi musibah.
Dedi meminta warga tetap tabah dan kembali membangun kehidupan setelah kebakaran.
KADIN Janji Terus Bergerak di Bidang Sosial
Dedi menegaskan KADIN Tanjung Jabung Timur tidak ingin aktivitas organisasi hanya berkutat pada persoalan dunia usaha.
KADIN juga ingin hadir ketika masyarakat menghadapi bencana dan persoalan sosial.
Ia mengatakan KADIN Tanjab Timur akan terus berkomitmen menjalankan kegiatan sosial, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kehadiran pengusaha dalam penanganan bencana, menurutnya, menjadi bagian dari semangat gotong royong.
Dunia usaha tidak hanya tumbuh dari aktivitas ekonomi di daerah.
Ketika masyarakat mengalami kesulitan, dunia usaha juga mempunyai ruang untuk ikut membantu.

Camat Nipah Panjang: Terima Kasih KADIN
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan.
Plt Camat Nipah Panjang Heri Fitriansyah menyampaikan terima kasih kepada Apif Firmansyah dan jajaran KADIN Tanjung Jabung Timur.
“Saya selaku Camat Nipah Panjang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus KADIN Tanjab Timur, karena sudah memberikan bantuan sebanyak 1 ton beras untuk saudara kita yang terkena musibah kebakaran ini,” ujar Heri.
Bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting setelah kebakaran.
Sebab sebagian korban tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga persediaan makanan dan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Yusuf Cerita Detik-detik Rumahnya Dilalap Api
Salah satu korban, M Yusuf, masih mengingat bagaimana api menghabiskan rumah dan harta bendanya.
Yusuf mengatakan sekitar pukul 17.30 WIB, dirinya sedang berada di dalam rumah.
Saat itu api sudah membesar dan kemudian merambat ke rumahnya.
Keadaan berlangsung cepat.
Api akhirnya menghanguskan harta bendanya.
Tidak banyak yang bisa diselamatkan.
Yusuf menceritakan kejadian tersebut dengan wajah sedih.
Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya habis dilalap api.
Di tengah musibah itu, Yusuf menyampaikan terima kasih atas kedatangan KADIN Tanjab Timur.
Ia berharap Apif Firmansyah dan seluruh jajaran pengurus KADIN semakin sukses sehingga terus dapat membantu masyarakat.
Empat Rumah Sengaja Dirusak untuk Putus Api
Ada cerita lain di balik kebakaran tersebut.
Petugas posko menyebut empat rumah mengalami kerusakan ringan karena sengaja dirusak untuk menutup jalur api.
Langkah darurat itu dilakukan agar kobaran tidak menjalar lebih jauh ke bangunan lain.
Upaya tersebut ikut menggambarkan besarnya ancaman kebakaran ketika api mulai merambat di kawasan permukiman.
Petugas dan masyarakat harus mengambil keputusan cepat.
Sebagian bangunan dikorbankan agar jumlah rumah yang terbakar tidak semakin banyak.
Hasil pendataan sementara menyebut 14 KK dengan 47 jiwa terdampak, sementara satu warga mengalami luka bakar.
Posko Masih Dibuka, Bantuan Donatur Ditunggu
Meski kebakaran telah padam, pekerjaan belum selesai.
Posko bantuan masih dibuka untuk masyarakat.
Donatur juga masih dapat menyalurkan bantuan bagi para korban.
Beras menjadi salah satu kebutuhan.
Namun warga juga membutuhkan berbagai kebutuhan lain untuk menjalani hari-hari setelah kehilangan rumah dan harta benda.
Kehadiran KADIN dengan bantuan satu ton beras menjadi salah satu gelombang awal bantuan yang masuk.
Apif Firmansyah dan jajaran pengurus berharap bantuan tersebut bisa membantu meringankan beban para korban.
Bagi 47 jiwa yang terdampak, proses pemulihan tentu tidak selesai dalam sehari.
Rumah harus dibangun kembali.
Kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi.
Dan kehidupan harus dimulai lagi dari sisa-sisa kebakaran.
Di tengah kondisi itu, satu pesan yang dibawa KADIN Tanjung Jabung Timur cukup sederhana, musibah warga bukan hanya urusan korban, tetapi menjadi panggilan gotong royong bagi seluruh elemen daerah. (*)