Hj Ernawati Disambut Kompangan di Kumpeh Ulu, Ajak Warga Hidupkan Masjid dan Adat Melayu

WIB
Ist

Muaro Jambi - Suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Desa Pematang Bedaro dan sekitarnya, Kecamatan Kumpeh Ulu, terasa berbeda.

Ketua ISMI Perwakilan Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. datang bersama jajaran organisasi yang dipimpinnya dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kompangan mengiringi kedatangannya.

Warga berkumpul.

Panitia terlihat antusias.

Kegiatan masyarakat yang juga dirangkai dengan open turnamen bola voli itu menjadi semakin meriah.

Bagi panitia, kehadiran Ernawati bahkan disebut memberi “warna baru” dalam rangkaian kegiatan.

Panitia: Kami Sangat Antusias

Ketua panitia, Elas, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua ISMI Muaro Jambi Aidil Hatta, S.Ag., serta secara khusus kepada Hj Ernawati yang hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, panitia sejak awal sangat antusias mempersiapkan kegiatan tersebut.

Kehadiran jajaran ISMI Provinsi Jambi dinilai menambah semangat panitia dan warga yang sedang memeriahkan momentum kemerdekaan.

Aidil Hatta: Kami Sudah Sangat Menunggu Kedatangan Ibu

Ketua ISMI Muaro Jambi Aidil Hatta juga menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Ernawati.

Menurut Aidil, masyarakat sudah menantikan kunjungan Ketua ISMI Jambi tersebut.

Ia menyebut antusiasme masyarakat Dusun Teluk Badaro dalam memeriahkan HUT RI sangat tinggi.

Terlebih, rangkaian acara juga diisi dengan open turnamen bola voli yang pembukaannya dijadwalkan berlangsung malam hari.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga.

Ada efek ekonomi yang ikut bergerak.

Aidil melihat banyak masyarakat membuka lapak dan berjualan selama kegiatan.

Artinya, keramaian turnamen ikut menciptakan perputaran uang di tengah masyarakat.

Ia pun mengapresiasi panitia dan warga desa yang bahu-membahu menghidupkan rangkaian peringatan kemerdekaan.

Ernawati Langsung Menyapa Warga

Begitu mendapat kesempatan berbicara, Ernawati membuka sambutan dengan gaya cair.

“Apa kabar semua, sehat mak?” sapanya kepada masyarakat.

Sapaan itu langsung membangun kedekatan dengan warga.

Ernawati kemudian menyampaikan terima kasih atas undangan dan sambutan yang diberikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala desa, tokoh masyarakat, panitia serta warga yang hadir.

Menurut Ernawati, semangat masyarakat Pematang Bedaro dan kawasan sekitarnya sangat terasa.

Ia mengaku terharu melihat sambutan yang diberikan kepadanya.

Bagi Ernawati, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda organisasi.

Ia memaknainya sebagai silaturahmi.

Menurutnya, Allah yang mempertemukan semua pihak dalam suasana kemerdekaan dan kebersamaan.

Ia berharap pertemuan itu menjadi awal dari hubungan dan kerja-kerja yang baik di tengah masyarakat.

Disambut Kompangan, Ernawati Singgung Adat Melayu

Salah satu hal yang mendapat perhatian Ernawati adalah sambutan kompangan.

Bagi Ketua ISMI Jambi itu, tradisi tersebut bukan hanya penyambutan seremonial.

Ia melihatnya sebagai bagian dari identitas budaya Melayu yang harus terus dijaga.

Karena itu, Ernawati mengajak masyarakat kembali mengaktifkan dan mencintai adat Melayu.

Ia mengingatkan prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal akar budaya mereka tanpa kehilangan nilai keagamaan.

Adat dan agama, kata Ernawati, harus menjadi benteng sosial di tengah perubahan zaman.

Kemerdekaan Diisi dari Kampung

Ernawati memuji kegiatan masyarakat yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Menurutnya, kemeriahan di tingkat desa memperlihatkan kegembiraan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

Kegiatan itu tumbuh dari masyarakat dan kembali dinikmati masyarakat.

Turnamen olahraga menjadi ruang silaturahmi.

Pedagang mendapat ruang berjualan.

Pemuda memiliki kegiatan.

Dan warga berkumpul dalam suasana yang positif.

Bagi Ernawati, inilah salah satu bentuk sederhana tetapi nyata dalam mengisi kemerdekaan.

Namun kemerdekaan, menurutnya, tidak cukup hanya dirayakan dengan perlombaan.

Generasi berikutnya juga harus dibangun.

“Aktifkan Kembali Masjid Kita”

Ernawati kemudian membawa sambutannya pada persoalan pembinaan anak-anak.

Ia meminta masyarakat kembali menghidupkan masjid.

Pengajian perlu diperkuat.

Kegiatan sholawat perlu digerakkan.

Kelompok-kelompok sholawat di tengah masyarakat juga didorong untuk dibentuk dan diaktifkan.

Menurutnya, anak-anak harus dibiasakan dekat dengan masjid sejak kecil.

Para ibu memiliki peran yang sangat besar dalam proses tersebut.

Ernawati berharap orang tua membimbing anak-anak belajar Al-Qur'an dan memberikan pendidikan agama yang kuat.

Tujuannya bukan sekadar agar anak mampu membaca Al-Qur'an.

Lebih dari itu, agama dan akhlak diharapkan menjadi benteng ketika mereka berhadapan dengan berbagai pengaruh negatif.

Bentengi Anak dengan Akhlak dan Ilmu Agama

Ernawati mengingatkan bahwa tantangan generasi muda semakin kompleks.

Karena itu, keluarga tidak boleh menyerahkan seluruh proses pendidikan hanya kepada sekolah.

Rumah menjadi sekolah pertama.

Orang tua menjadi pendidik pertama.

Ia meminta para orang tua mengajarkan pengetahuan yang baik sekaligus membangun karakter anak.

Anak-anak perlu didorong tetap ke masjid.

Dikenalkan dengan Al-Qur'an.

Diberikan ilmu agama.

Dan ditanamkan adab sejak dini.

Menurut Ernawati, pembangunan masyarakat tidak akan kuat jika generasi mudanya kehilangan pegangan nilai.

ISMI Fokus Anak Yatim dan Dhuafa

Dalam kesempatan tersebut Ernawati juga menjelaskan sebagian program ISMI Provinsi Jambi.

Salah satu fokusnya adalah anak yatim dan kaum dhuafa.

ISMI ingin melakukan pemetaan agar kondisi anak-anak yatim dapat diketahui lebih jelas.

Tidak hanya jumlahnya.

Tetapi juga kondisi pendidikan dan kesehatan mereka.

Dengan pemetaan tersebut, program bantuan diharapkan lebih tepat sasaran.

Ernawati ingin perhatian terhadap anak yatim tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat.

Pendidikan mereka juga perlu diperhatikan.

Begitu pula kesehatan dan masa depan mereka.

UMKM Ibu-ibu Juga Jadi Perhatian

Selain bidang sosial dan keagamaan, Ernawati menyinggung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia melihat potensi besar pada usaha mikro yang dikelola ibu-ibu.

ISMI, kata Ernawati, siap membantu memperkuat UMKM.

Salah satu bentuk dukungan yang bisa dilakukan adalah promosi produk.

Menurutnya, banyak usaha masyarakat mempunyai produk yang baik tetapi belum memiliki akses pemasaran yang luas.

Di sinilah organisasi dapat mengambil peran.

Menghubungkan.

Mempromosikan.

Dan membuka jaringan.

Semangat itu sejalan dengan kondisi di lokasi kegiatan. Banyak warga membuka lapak dan memanfaatkan keramaian turnamen untuk berjualan.

Turnamen Voli Ikut Putar Ekonomi

Aidil Hatta sebelumnya juga menyinggung efek ekonomi tersebut.

Kegiatan olahraga ternyata bukan hanya soal pertandingan.

Ketika warga berkumpul, pedagang ikut datang.

Makanan dijual.

Minuman dibeli.

Produk masyarakat ikut dipasarkan.

Perputaran ekonomi skala kecil pun terjadi.

Bagi masyarakat desa, dampak seperti itu menjadi bagian penting dari sebuah kegiatan.

Karena itu, open turnamen bola voli yang digelar dalam rangka HUT RI tidak hanya menjadi arena kompetisi antartim.

Ia juga menjadi ruang sosial dan ekonomi.

Dari Lapangan Voli ke Gerakan Sosial

Kunjungan Ernawati bersama ISMI akhirnya mempertemukan beberapa agenda sekaligus.

Ada olahraga.

Ada budaya Melayu.

Ada ekonomi masyarakat.

Ada pendidikan agama.

Ada anak yatim dan dhuafa.

Ada pula UMKM.

Semua bertemu dalam satu panggung peringatan kemerdekaan.

Ernawati berharap semangat kebersamaan itu tidak berhenti setelah acara selesai.

Masjid tetap harus hidup.

Anak-anak tetap harus belajar Al-Qur'an.

Adat Melayu tetap harus dikenalkan.

UMKM harus terus berkembang.

Dan anak yatim serta dhuafa harus terus mendapat perhatian.

Bagi Ketua ISMI Jambi itu, kemerdekaan akan lebih bermakna jika kegembiraan masyarakat diikuti dengan gerakan membangun generasi.

Di Pematang Bedaro dan sekitarnya, HUT RI ke-81 bukan hanya diramaikan turnamen voli dan kompangan. Ernawati ingin momentum itu menjadi pintu untuk menghidupkan kembali masjid, menjaga adat Melayu, membentengi anak-anak dengan agama serta menggerakkan ekonomi masyarakat. (*)

BeritaSatu Network