Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut Provinsi Jambi masih berada di posisi keenam jumlah titik api nasional, dan itu di bawah Riau, Sumatera Selatan dan sejumlah daerah di Kalimantan maka dari itu tetap diperlukan modifikasi cuaca mencegah kebakaran hutan dan lahan.
"Jambi unik karena memiliki gambut yang dalam dan ini dikhawatirkan bisa berpotensi terjadi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maka diperlukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)," kata Raja Juli Antoni di Jambi, Selasa.
Dia minta Pemerintah Jambi terus mengantisipasi dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang dinilai berhasil menekan terjadinya musibah karhutla. Berdasarkan data BMKG, menyebutkan bahwa puncak musim kemarau di Jambi masih panjang sehingga kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.
Untuk mempercepat penurunan titik panas, Kementerian Kehutanan akan mendukung penuh pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi pada 27 sampai 30 Agustus 2026.
"Di Jambi sudah siap dengan pesawat untuk melakukan OMC. Kementerian akan dukung penuh agar hujan bisa turun di Jambi," ujarnya.
Raja Juli juga menyatakan kesiapan menambah dukungan baik dari segi kelengkapan udara dimana jika hasil evaluasi di Jambi butuh helikopter maka segera digeser ke Jambi dan kementerian juga sudah siapkan masker.
Pemerintah pusat juga mengapresiasi kerja seluruh pihak di Jambi. Pemerintah juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak di Jambi yang sudah berjuang memadamkan karhutla.
Menhut juga menegaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran untuk terus memantau karhutla di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah diminta tidak segan meminta bantuan ke pusat terkait penanganan karhutla.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat maka perlu dan penting partisipasi masyarakat luas dalam membuka lahan atau kebun jangan cara membakar.
"Untuk penegakan hukum, Gakum KLHK tidak akan pandang bulu. Gakum juga tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Jambi baik perorangan maupun perusahaan untuk ditindak sesuai arahan presiden," tegas Raja Juli.
Pemerintah pusat meminta Pemerintah Provinsi Jambi tetap berkolaborasi dengan semua pihak dalam menangani karhutla. Tinggalkan ego sektoral masing-masing stakeholder.
Sementara itu Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dalam laporkannya dihadapan Menteri Kehutanan menyebutkan kondisi terkini kebakaran di Jambi. Luasan lahan yang terbakar sudah tercatat lebih dari 916 hektare.
Titik api masih ditemukan di Desa Lubuk Kepayang, Kabupaten Sarolangun, Pandan Timur, Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Sementara itu Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia dalam pertemuan dengan Menhut menyebutkan untuk saat ini dibidang Gakum penanganan karhutla di Jambi ada tujuh kasus dengan delapan orang tersebut yang ada di beberapa Polres.
Kedepalan tersangka tersebut saat ini kasusnya sudah naik penyidikan di Polres Sarolangun dan Merangin masing-masing ada satu tersangka, Polres Tebo ada dua tersangka dan Polres Tanjabbar ada empat tersangka.
Kepolisian daerah (Polda) Jambi juga sedang menyelidiki beberapa kasus lainnya dan dalam waktu dekat ini segera mengumumkan tersangka baru lagi dalam kasus karhutla di Provinsi Jambi.
Usai menggelar rapat bersama dengan Satgas Karhutla Jambi, Menhut Raja Juli Antoni langsung menuju lokasi karhutla yang ada di Kabupaten Tanjungjabung Timur dengan menggunakan kendaraan mobil atau jalur darat.
Menteri Kehutanan ditugaskan Presiden ke Jambi untuk membantu menyelesaikan dan mencari solusi bersama dalam penanganan karhutla yang terus berulang beberapa tahun terakhir. (*)