Wakaf Al-Qur'an Hj Ernawati Dibagikan di PBAK UIN STS Jambi, Jamaluddin: Sangat Bermanfaat bagi Mahasiswa

WIB
ist

Muaro Jambi - Wakaf Al-Qur'an dari Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. mulai dibagikan kepada mahasiswa dan pengunjung kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Pembagian dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi Dr. Jamaluddin, M.Pd.I., bersama para Wakil Dekan III, Rabu (26/8/2026).

Mushaf Al-Qur'an tersebut dibagikan kepada pengunjung stand Charity PBAK 2026 yang berada di pelataran parkir Kampus II UIN STS Jambi, Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Suasana PBAK yang sejak pagi dipadati mahasiswa baru menjadi lebih bermakna.

Di tengah hiruk-pikuk pengenalan kampus, kegiatan mahasiswa dan berbagai stand yang berdiri di area PBAK, mahasiswa mendapatkan sesuatu yang diharapkan tidak hanya menemani mereka selama kuliah.

Sebuah Al-Qur'an.

Wakaf tersebut berasal dari Hj Ernawati, Owner Bintang Global Group yang juga Ketua ISMI Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Ernawati menyerahkan 200 mushaf Al-Qur'an untuk mahasiswa UIN STS Jambi. Ia berharap Al-Qur'an itu menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani pendidikan sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Rabu pagi, amanah itu mulai diteruskan pihak kampus kepada mahasiswa.

Jamaluddin Turun Langsung Bagikan Al-Qur'an

Dr Jamaluddin tidak hanya menyaksikan dari jauh.

Bersama para Wakil Dekan III di lingkungan UIN STS Jambi, ia turun langsung ke stand Charity dan membagikan mushaf kepada para pengunjung.

Satu per satu Al-Qur'an berpindah tangan.

Momentum itu sekaligus menjadi bagian dari nuansa PBAK yang tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru kepada dunia akademik dan organisasi kampus, tetapi juga memperkuat karakter keislaman mahasiswa.

Jamaluddin mengapresiasi wakaf Al-Qur'an yang diberikan Ernawati.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa UIN sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Hj Ernawati atas wakaf Al-Qur'an ini. Ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang sedang memulai perjalanan akademiknya di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi," kata Jamaluddin.

Ia berharap mahasiswa yang menerima mushaf tidak sekadar menyimpannya.

Al-Qur'an tersebut diharapkan dibaca dan dijadikan bagian dari kehidupan selama menempuh pendidikan.

"Kita berharap Al-Qur'an ini dibaca, dipelajari dan diamalkan. Mahasiswa UIN tentu tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual, akhlak dan karakter yang baik," ujarnya.

Jamaluddin mengatakan PBAK merupakan pintu awal bagi mahasiswa memasuki kehidupan kampus.

Karena itu, pengenalan mahasiswa tidak cukup hanya mengenai fakultas, organisasi, fasilitas atau aturan akademik.

Ada nilai yang lebih mendasar yang harus ditanamkan.

Yakni identitas mahasiswa UIN sebagai insan akademik yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

"Di awal mereka masuk kampus, kita ingin mahasiswa memahami bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Al-Qur'an harus tetap menjadi pedoman. Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat, tetapi nilai dan akhlak harus tetap menjadi fondasi," kata Jamaluddin.

Dari Stand Charity, Pesan Berbagi Dihidupkan

Pemilihan stand Charity sebagai lokasi pembagian juga memiliki makna tersendiri.

Charity identik dengan kepedulian.

Dengan memberi.

Dengan berbagi.

Dan wakaf Al-Qur'an tersebut membawa semangat yang sama.

Mahasiswa diperkenalkan sejak awal bahwa kehidupan kampus bukan semata-mata soal mengejar indeks prestasi.

Perguruan tinggi juga menjadi tempat belajar tentang kepedulian sosial dan kebermanfaatan.

Di situlah semangat yang dibawa Ernawati bertemu dengan dunia mahasiswa.

Sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi, Ernawati selama ini mendorong agar kaum sarjana dan masyarakat terdidik tidak hanya mengukur keberhasilan dari gelar dan pencapaian pribadi.

Ilmu, menurutnya, harus mempunyai dampak.

Dan keberhasilan harus membuka ruang untuk berbagi.

Ernawati: Al-Qur'an Jadi Pegangan Selama Kuliah dan Kehidupan

Hj Ernawati mengatakan wakaf tersebut memang diniatkan khusus agar mahasiswa memiliki Al-Qur'an yang dapat digunakan selama menjalani pendidikan.

Namun pesannya tidak berhenti pada masa kuliah.

Ia berharap mushaf yang dibawa pulang mahasiswa kelak terus dibaca bahkan setelah mereka menjadi sarjana.

"Alhamdulillah, hari ini Al-Qur'an itu sudah mulai dibagikan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan menjadi manfaat. Saya berharap jangan hanya dimiliki atau disimpan, tetapi dibaca dan dijadikan pegangan selama mereka belajar di UIN, bahkan sepanjang menjalani kehidupan," kata Ernawati.

Bagi Ernawati, mahasiswa akan berhadapan dengan banyak perubahan.

Teknologi terus berkembang.

Informasi bergerak semakin cepat.

Persaingan juga semakin keras.

Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan semua itu.

Namun ada satu hal yang menurutnya tidak boleh hilang: arah hidup.

"Silakan anak-anak kita belajar setinggi mungkin, menguasai teknologi, menjadi orang hebat dan sukses. Tetapi jangan pernah jauh dari Al-Qur'an. Ilmu membuat kita berkembang, sementara Al-Qur'an menjaga agar langkah kita tetap berada di jalan yang benar," ujarnya.

Ernawati berharap mahasiswa baru UIN STS Jambi nantinya tumbuh menjadi generasi yang memiliki keseimbangan.

Cerdas secara akademik.

Kuat secara spiritual.

Baik akhlaknya.

Dan mempunyai kepedulian kepada masyarakat.

"UIN harus melahirkan sarjana yang tidak hanya pintar. Kita berharap lahir generasi yang ilmunya tinggi, akhlaknya baik dan manfaatnya besar bagi umat. Kalau satu Al-Qur'an ini terus dibaca dan diamalkan, insyaallah manfaatnya akan panjang," kata Ernawati.

Wakaf yang Diharapkan Menjadi Amal Jariyah

Ernawati memandang wakaf Al-Qur'an sebagai bentuk sedekah yang mempunyai manfaat panjang.

Mushaf bisa digunakan berkali-kali.

Satu mahasiswa dapat membacanya bertahun-tahun.

Ayat yang dibaca hari ini bisa kembali dibaca esok.

Bahkan mushaf itu kelak dapat digunakan keluarga atau orang lain.

Karena itu, ia berharap wakaf tersebut menjadi amal jariyah.

"Saya tidak melihat jumlahnya. Yang kita harapkan adalah manfaatnya. Selama Al-Qur'an itu dibaca, dipelajari dan menjadi jalan kebaikan bagi anak-anak kita, mudah-mudahan pahalanya juga terus mengalir," ujarnya.

Semangat tersebut sekaligus sejalan dengan arah gerakan sosial ISMI Provinsi Jambi.

Di bawah kepemimpinan Ernawati, ISMI didorong tidak berhenti sebagai ruang berkumpul para sarjana.

Organisasi itu ingin memperkuat keterlibatan pada pendidikan, sosial, keagamaan, ekonomi umat hingga pemberdayaan masyarakat.

Kampus menjadi bagian penting.

Sebab di sanalah calon sarjana sedang dibentuk.

Kedekatan Ernawati dengan UIN STS Jambi

Perhatian Ernawati terhadap UIN STS Jambi juga bukan kali pertama terlihat.

Beberapa hari sebelumnya, Ernawati menjadi salah satu tamu istimewa dalam rangkaian wisuda UIN STS Jambi.

Ia bahkan diberikan kesempatan berdiri di hadapan para lulusan untuk menyampaikan motivasi.

Ketika itu pesannya diarahkan kepada para sarjana yang baru meninggalkan kampus.

Mereka diminta berani menghadapi kehidupan, bekerja keras, tetap rendah hati serta menggunakan ilmu untuk memberi manfaat.

Kini situasinya berbalik.

Ernawati hadir melalui wakaf Al-Qur'an untuk mereka yang justru baru memulai perjalanan di kampus.

Jika beberapa hari lalu ia berbicara kepada mahasiswa yang berada di garis akhir pendidikan, kini pesan itu disampaikan kepada mahasiswa yang baru berada di garis awal.

Benang merahnya sama.

Ilmu harus berjalan bersama nilai.

PBAK Bukan Sekadar Mengenal Kampus

Pembagian Al-Qur'an dalam rangka PBAK 2026 akhirnya memberikan warna berbeda pada kegiatan mahasiswa baru UIN STS Jambi.

PBAK bukan sekadar mengenalkan gedung.

Bukan hanya memperkenalkan fakultas.

Bukan semata-mata menjelaskan organisasi dan sistem perkuliahan.

Ada proses mengenalkan nilai.

Ada pesan bahwa mahasiswa boleh mengejar prestasi setinggi-tingginya, tetapi tidak kehilangan fondasi spiritualnya.

Di pelataran parkir Kampus II UIN STS Jambi di Simpang Sungai Duren, Rabu pagi itu, pesan tersebut hadir melalui benda sederhana yang berpindah dari tangan ke tangan.

Al-Qur'an.

Dari wakaf Hj Ernawati.

Diteruskan Dr Jamaluddin dan para Wakil Dekan III.

Lalu sampai ke tangan mahasiswa.

Harapannya sederhana: mushaf itu tidak berhenti di rak kamar.

Tetapi dibuka, dibaca dan menjadi teman perjalanan hingga mereka kelak meninggalkan kampus sebagai sarjana.(*)

Galeri Foto :

BeritaSatu Network