Hari Kedua Lawan Dampak Kabut Asap, Karang Taruna Jambi Turun Lagi Bagikan Masker-Vitamin

WIB
IST

JAMBI - Posko itu belum berhenti bergerak.

Setelah sehari sebelumnya turun ke jalan membantu warga menghadapi dampak kabut asap, Karang Taruna Provinsi Jambi kembali melanjutkan aksi kemanusiaannya, Kamis (27/8/2026).

Ini hari kedua.

Masker kembali dikeluarkan dari kotak-kotak logistik. Vitamin disiapkan. Relawan kemudian bergerak menemui masyarakat di sekitar Posko Satgas Karhutla Karang Taruna Provinsi Jambi.

Kali ini bantuan dibuat lebih spesifik.

Ada masker untuk orang dewasa.

Ada masker untuk perempuan.

Ada pula masker khusus anak-anak.

Vitamin ikut dibagikan.

Sasarannya warga yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Jambi.

Hari Kedua, Posko Tetap Hidup

Aktivitas di posko sudah terlihat sejak awal kegiatan.

Relawan Karang Taruna menyiapkan bantuan sebelum didistribusikan.

Masker dipisahkan berdasarkan peruntukannya agar lebih mudah diberikan kepada masyarakat.

Sebagian relawan bertugas menyiapkan logistik.

Sebagian lainnya turun membagikannya.

Warga yang melintas menjadi sasaran.

Pengendara yang tetap harus beraktivitas di luar rumah disapa satu per satu.

Masker diberikan.

Vitamin diserahkan.

Tidak rumit.

Tetapi langsung menyentuh kebutuhan.

Sekretaris Karang Taruna Provinsi Jambi Arif Hermanto mengatakan aksi hari kedua tersebut menjadi bagian dari komitmen Karang Taruna untuk terus hadir selama masyarakat membutuhkan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Karang Taruna tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga turun langsung ketika masyarakat membutuhkan. Kondisi kabut asap seperti ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami berusaha memberikan bantuan yang sederhana tetapi manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, seperti masker dan vitamin," kata Arif di lokasi kegiatan.

Anak-anak Ikut Jadi Perhatian

Karang Taruna tidak menyamaratakan kebutuhan masker.

Masker untuk anak-anak juga disiapkan.

Menurut Arif, langkah tersebut penting karena dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat dewasa.

Anak-anak juga beraktivitas dan membutuhkan perlindungan.

"Masker yang kami bagikan bukan hanya untuk orang dewasa. Kami juga menyiapkan masker untuk perempuan dan anak-anak karena mereka juga membutuhkan perlindungan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing," ujar Arif.

Pembagian berdasarkan kelompok penerima itu menjadi salah satu evaluasi dari aksi sebelumnya.

Prinsipnya sederhana.

Bantuan harus bisa digunakan.

Jangan hanya dibagikan.

Warga: Masker Memang Dibutuhkan Sekarang

Aksi tersebut mendapat respons positif dari warga.

Salah satunya Arkan, penerima bantuan yang ditemui di lokasi.

Menurutnya, masker menjadi kebutuhan penting ketika masyarakat harus tetap keluar rumah di tengah udara yang terdampak asap.

"Kami tentu sangat terbantu. Masker memang menjadi kebutuhan sekarang, apalagi kalau harus keluar rumah. Terima kasih kepada Karang Taruna yang sudah peduli dan membagikan masker serta vitamin kepada masyarakat," kata Arkan.

Bagi warga yang setiap hari berada di jalan, bantuan semacam itu memang sederhana.

Tapi berguna.

Terutama ketika aktivitas tidak mungkin dihentikan hanya karena kabut asap.

Bukan Sekadar Duduk Menunggu di Posko

Pola gerakan Karang Taruna sejak hari pertama memang dibuat berbeda.

Posko bukan hanya tempat menunggu.

Posko dijadikan titik konsolidasi.

Bantuan datang ke sana.

Relawan berkumpul di sana.

Koordinasi dilakukan.

Setelah itu pasukan keluar.

Turun menemui masyarakat.

Arif mengatakan Karang Taruna ingin menunjukkan organisasi kepemudaan harus mempunyai respons ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.

"Pemuda harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kami mungkin tidak bisa menyelesaikan persoalan karhutla secara keseluruhan, tetapi kami bisa mengambil bagian sesuai kemampuan kami. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas," tegas Arif.

Menurut dia, Karang Taruna memahami penanganan langsung kebakaran berada pada Satgas Karhutla dan instansi teknis.

Karang Taruna mengambil bagian lain.

Membantu masyarakat menghadapi dampaknya.

Dari Masker sampai Vitamin

Pembagian masker dipilih karena masyarakat yang masih harus berada di luar rumah membutuhkan perlindungan dari paparan asap.

Sementara vitamin diberikan sebagai dukungan kepada masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi tubuh selama kabut asap berlangsung.

Relawan juga berinteraksi langsung dengan warga.

Bukan hanya menyerahkan bantuan.

Mereka sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan perlindungan diri.

Terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara buruk.

Aksi itu membuat tenda posko yang sebelumnya berdiri di depan Universitas Muhammadiyah Jambi tak sekadar menjadi simbol.

Posko mulai menjadi pusat gerakan.

Bantuan Juga Bergerak ke Batanghari

Gerakan Karang Taruna ternyata tidak hanya berhenti di Kota Jambi.

Sebelumnya, bantuan berupa masker dan vitamin juga telah disalurkan kepada Karang Taruna Desa Lopak Aur, Kabupaten Batanghari.

Bantuan tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Artinya pola yang mulai dibangun tidak lagi sekadar aksi satu titik.

Jaringan Karang Taruna mulai digunakan.

Dari tingkat provinsi bergerak ke daerah.

Aksi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) kepada gerakan kemanusiaan Karang Taruna Provinsi Jambi.

Kolaborasi pengurus nasional, provinsi, daerah dan relawan diharapkan membuat distribusi bantuan bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Rocky Dorong Karang Taruna Jadi Organisasi Gerak

Gerakan dua hari berturut-turut itu sejalan dengan arah kepengurusan Karang Taruna Provinsi Jambi di bawah komando Rocky Candra.

Meski kepengurusan belum resmi dilantik, konsolidasi dan kerja sosial telah lebih dulu dilakukan.

Karang Taruna tidak menunggu panggung pelantikan untuk mulai bekerja.

Karhutla dan kabut asap menjadi salah satu ujian awal.

Dalam arah kepengurusannya, Rocky ingin Karang Taruna tidak berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Aksi masker dan vitamin menjadi salah satu bentuk sederhana dari arah tersebut.

Bukan berarti Karang Taruna mampu menyelesaikan karhutla.

Bukan.

Pemadaman tetap menjadi pekerjaan Satgas dan instansi berwenang.

Tetapi ketika api menjadi asap dan asap masuk ke tengah masyarakat, organisasi sosial bisa mengambil peran.

Di situlah Karang Taruna mencoba masuk.

Relawan Jadi Kekuatan

Arif menilai jaringan pemuda merupakan modal besar Karang Taruna.

Jika digerakkan dengan benar, jaringan tersebut bisa menjadi kekuatan dalam berbagai kondisi kedaruratan.

Tidak harus selalu menunggu bencana besar.

"Yang ingin kita bangun adalah kesadaran bahwa Karang Taruna punya tanggung jawab sosial. Ada persoalan masyarakat, kita lihat apa yang bisa kita kerjakan. Kalau hari ini kebutuhannya masker dan vitamin, itu yang kita kerjakan," ujarnya.

Karena itu aksi pembagian bantuan tidak dirancang berhenti dalam satu atau dua hari.

Perkembangan situasi akan terus dipantau.

Kebutuhan masyarakat juga akan dievaluasi.

Jika masih dibutuhkan, gerakan akan dilanjutkan.

Belum Dilantik, Kerjanya Sudah Jalan

Ada satu sisi menarik dari seluruh rangkaian ini.

Kepengurusan Karang Taruna Provinsi Jambi di bawah Rocky Candra bahkan belum resmi dilantik.

Tetapi dua hari ini, poskonya sudah berdiri.

Satgas sudah bergerak.

Relawan sudah turun.

Masker sudah dibagikan.

Vitamin sudah sampai ke tangan warga.

Aksi kemanusiaan juga mulai bergerak keluar Kota Jambi.

Bagi Karang Taruna, rupanya urutannya tidak harus selalu:

dilantik dulu, baru bekerja.

Kali ini dibalik.

Kerja dulu.

Pelantikan menyusul.

Kamis sore, satu per satu masker kembali berpindah tangan dari relawan kepada warga.

Besok situasi bisa berubah.

Kabut asap bisa berkurang.

Bisa pula masih bertahan.

Tetapi untuk hari kedua ini, Karang Taruna memilih tetap berada di jalan.

Sebab bagi mereka, kepedulian tak cukup dipasang menjadi slogan.

Harus sampai ke tangan masyarakat. (*)

BeritaSatu Network