ISMI Bungo Siap Dilantik Sabtu Besok, Mahili: Setelah Ikrar, Kerja Baru Dimulai

WIB
ist

Bungo - Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Kabupaten Bungo bersiap memasuki babak baru.

Jajaran pengurus ISMI Kabupaten Bungo periode 2026-2029 dijadwalkan dilantik Sabtu siang, 29 Agustus 2026.

Prosesi pelantikan bakal dipimpin langsung Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati.

Sejumlah persiapan kini terus dimatangkan.

Acara dirancang tidak hanya sebagai seremoni organisasi, tetapi juga menampilkan identitas Melayu, keislaman dan kebangsaan.

Mulai dari Tarian Sekapur Sirih, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Indonesia Raya, Sholawat Busro, lagu khas ISMI, Tari Zapin hingga Hymne Tanah Melayu akan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Ketua ISMI Kabupaten Bungo M. Mahili mengatakan pelantikan tersebut justru menjadi awal dari tanggung jawab kepengurusan.

"Bagi kami, pelantikan bukan tujuan akhir. Setelah ikrar dibacakan dan amanah diberikan, justru dari situlah pekerjaan dimulai. ISMI Bungo harus hadir dengan program dan kerja yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," kata Mahili.

Sabtu Siang, Pengurus Akan Diambil Ikrar

Rangkaian acara dijadwalkan diawali dengan webinar. Kemudian pembukaan dengan persembahan Tarian Sekapur Sirih.

Tarian khas Melayu tersebut akan menjadi penyambutan sebelum Master of Ceremony membuka kegiatan.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Fatihah dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Nuansa kebangsaan kemudian akan hadir melalui lagu Indonesia Raya.

Selanjutnya peserta dan undangan dijadwalkan melantunkan Sholawat Busro serta lagu khas ISMI.

Setelah pembacaan doa dan laporan panitia pelaksana, acara memasuki salah satu bagian utama.

Sekretaris Wilayah ISMI Provinsi Jambi Dr. Fahmi Rasyid, S.E., M.AP. dijadwalkan membacakan Surat Keputusan Pengurus ISMI Daerah Kabupaten Bungo periode 2026-2029.

Barulah setelah itu prosesi pelantikan dan pengambilan ikrar dimulai.

Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati akan mengambil tempat untuk memimpin prosesi tersebut.

Para pengurus ISMI Bungo yang namanya tercantum dalam SK akan berdiri bersama dan mengucapkan ikrar organisasi.

Menurut Fahmi, pengambilan ikrar mempunyai makna lebih besar daripada sekadar bagian protokoler.

"Ikrar yang nanti dibacakan bukan sekadar rangkaian acara. Ada komitmen dan tanggung jawab moral di dalamnya. Setelah pengurus menyatakan kesediaannya, maka amanah organisasi harus dijalankan dengan sungguh-sungguh," kata Fahmi.

Pataka Akan Diserahkan kepada Mahili

Usai pengambilan ikrar, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.

Salah satu momentum penting kemudian akan berlangsung.

Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati dijadwalkan menyerahkan bendera pataka ISMI kepada Ketua ISMI Kabupaten Bungo M. Mahili.

Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol bahwa mandat organisasi tingkat wilayah diteruskan kepada kepengurusan daerah.

Mahili mengatakan dirinya memahami bahwa simbol tersebut membawa konsekuensi besar.

"Pataka yang nanti kami terima merupakan simbol amanah. Tugas kami bukan hanya menjaganya secara simbolis, tetapi menjaga marwah ISMI melalui program, sikap dan kebermanfaatan organisasi di Kabupaten Bungo," ujar Mahili.

Prosesi kemudian akan ditutup dengan foto bersama jajaran ISMI Provinsi Jambi dan pengurus ISMI Kabupaten Bungo.

Tari Zapin Siap Warnai Pelantikan

Setelah prosesi resmi pelantikan, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan persembahan Tarian Melayu Zapin.

Kehadiran Sekapur Sirih dan Zapin sengaja ditempatkan sebagai bagian penting acara.

Mahili mengatakan ISMI membawa dua identitas sekaligus.

Sebagai organisasi sarjana, ISMI mempunyai tanggung jawab intelektual.

Sementara identitas Melayu membawa tanggung jawab menjaga budaya dan nilai-nilai yang tumbuh di tengah masyarakat.

"Kita membawa nama sarjana dan Melayu sekaligus. Sarjana berarti ada tanggung jawab ilmu dan pemikiran. Melayu berarti ada identitas, budaya dan nilai yang harus kita rawat. Keduanya harus berjalan bersama," kata Mahili.

Mahili: ISMI Jangan Berhenti di Gelar Akademik

Mahili nantinya juga dijadwalkan menyampaikan sambutan sebagai Ketua ISMI Kabupaten Bungo.

Ia mengatakan kepengurusan baru akan berupaya menghimpun para sarjana dengan latar belakang yang beragam.

Mulai dari akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, tokoh agama, tokoh adat hingga generasi muda.

Potensi tersebut diharapkan dapat disatukan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurut Mahili, nama "sarjana" membawa konsekuensi.

Organisasi tidak cukup hanya dihuni orang-orang dengan gelar akademik.

Yang terpenting adalah bagaimana ilmu tersebut digunakan.

"Jangan sampai ISMI hanya menjadi tempat berkumpul orang-orang yang punya gelar. Ilmu harus punya manfaat. Kalau ada persoalan masyarakat yang bisa kita bantu dengan pemikiran, jaringan atau kemampuan yang kita miliki, di situlah ISMI harus hadir," katanya.

Mahili mengatakan setelah pelantikan, kepengurusan akan melakukan konsolidasi untuk menyusun program kerja.

Program tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan Kabupaten Bungo.

Mulai dari pendidikan, peningkatan sumber daya manusia, ekonomi dan UMKM, sosial-keagamaan, generasi muda hingga penguatan budaya Melayu.

"Kita ingin memulai dari program yang realistis dan bisa dilaksanakan. Tidak harus semuanya besar. Yang penting nyata, bermanfaat dan berkelanjutan," ujar Mahili.

Fahmi Rasyid: Jangan Setelah Dilantik Lalu Diam

Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr Fahmi Rasyid mengatakan pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota merupakan bagian dari konsolidasi besar organisasi.

Namun menurutnya, ISMI Provinsi tidak ingin kesuksesan hanya diukur dari banyaknya daerah yang berhasil dilantik.

Ukuran sesungguhnya adalah apa yang dilakukan setelah pelantikan.

"Pelantikan hanya berlangsung beberapa jam. Masa kepengurusan berlangsung bertahun-tahun. Jadi yang paling penting bukan seberapa meriah acara pelantikannya, tetapi apa yang dikerjakan setelah itu," kata Fahmi.

Ia meminta pengurus ISMI Bungo segera bergerak setelah resmi dilantik.

Struktur harus diikuti program.

Program harus diikuti kerja.

Dan kerja tersebut harus mempunyai manfaat.

"Kita tidak ingin setelah dilantik kemudian organisasi diam. Harus segera konsolidasi, menyusun program dan membangun kolaborasi. ISMI harus hidup di tengah masyarakat," ujarnya.

ISMI Bungo Didorong Bangun Kolaborasi

Fahmi juga mendorong ISMI Bungo membuka ruang kerja sama seluas-luasnya.

Organisasi dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, lembaga adat, organisasi masyarakat hingga komunitas pemuda.

Menurutnya, kekuatan organisasi sarjana justru terletak pada kemampuan mempertemukan berbagai disiplin ilmu.

Ada orang yang memahami ekonomi.

Ada yang menguasai pendidikan.

Ada praktisi hukum.

Ada akademisi.

Ada pengusaha.

Ada tokoh agama.

Jika kekuatan itu dipertemukan, kata Fahmi, ISMI dapat menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan.

"ISMI jangan menjadi organisasi eksklusif. Kita harus membangun kolaborasi. Kalau ada program pemerintah yang baik untuk masyarakat, kita dukung. Kalau ada persoalan yang membutuhkan pemikiran, kita ikut memberi solusi," kata Fahmi.

Ernawati Dijadwalkan Beri Arahan

Setelah sambutan Ketua ISMI Kabupaten Bungo, Ketua Wilayah ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati dijadwalkan memberikan sambutan dan arahan kepada jajaran pengurus.

Di bawah kepemimpinan Ernawati, ISMI Provinsi Jambi belakangan memperkuat struktur hingga tingkat kabupaten dan kota.

Organisasi tersebut juga mulai mendorong berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat.

Model gerakan tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan oleh masing-masing pengurus daerah sesuai karakter wilayah.

Fahmi mengatakan ISMI Bungo tidak harus menyalin seluruh program tingkat provinsi.

"Bungo punya karakter, potensi dan persoalan sendiri. Pengurus daerah yang paling memahami. Yang penting semangatnya sama, yakni bagaimana organisasi ini memberikan manfaat," katanya.

Hymne Tanah Melayu hingga Arahan Bupati Bungo

Menjelang bagian akhir rangkaian kegiatan, peserta dijadwalkan mendengarkan Hymne Tanah Melayu.

Setelah itu, Bupati Bungo dijadwalkan memberikan arahan kepada jajaran pengurus ISMI yang baru dilantik.

Mahili menyebut ISMI Bungo siap membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, organisasi sarjana dapat menjadi mitra intelektual yang memberikan gagasan dan pemikiran untuk pembangunan.

"Kita siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo. Banyak sumber daya manusia di ISMI dengan berbagai disiplin ilmu. Potensi ini harus kita arahkan agar ikut berkontribusi bagi kemajuan Bungo," kata Mahili.

Namun ia juga menegaskan kaum sarjana harus tetap mampu memberi pandangan objektif.

Sinergi, katanya, bukan berarti kehilangan fungsi intelektual.

"Kalau ada yang baik kita dukung. Kalau ada yang perlu masukan, tugas sarjana adalah memberikan pemikiran dan solusi dengan cara yang konstruktif," ujarnya.

Besok Siang Baru Dimulai

Saat ini belum ada pengurus yang dilantik.

Belum ada ikrar yang dibacakan.

Pataka pun belum berpindah tangan.

Seluruhnya baru akan berlangsung Sabtu siang, 29 Agustus 2026.

Namun bagi Mahili, persiapan menuju pelantikan harus berjalan beriringan dengan persiapan menghadapi pekerjaan setelah acara selesai.

Sebab Sabtu nanti bukan garis akhir.

Justru garis awal.

"Setelah pelantikan nanti kita ingin segera bekerja. Jangan sampai semangat hanya tinggi ketika acara berlangsung. Setelah panggung selesai, justru di situlah ISMI Bungo harus membuktikan keberadaannya," kata Mahili.

Fahmi menyampaikan pesan senada.

"Besok adalah awal. Kita berharap pengurus yang dilantik benar-benar menjadikan ikrar sebagai komitmen untuk bekerja dan mengabdi. Yang akan dinilai masyarakat bukan hanya acara pelantikannya, tetapi apa yang dilakukan ISMI Bungo setelahnya," ujarnya.

Sabtu siang nanti, perjalanan itu akan dimulai.

Dari Sekapur Sirih menuju ikrar.

Dari ikrar menuju penyerahan pataka.

Dan setelah pataka berada di tangan Mahili, pekerjaan sesungguhnya menanti:

membawa ilmu para sarjana Melayu turun dan bekerja di tengah masyarakat Kabupaten Bungo.(*)

BeritaSatu Network