Kabut Asap Selimuti Tebo, PTPN IV Regional IV Bagikan 1.000 Masker ke Warga

WIB
ist

TEBO - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar menyalurkan 1.000 masker kepada masyarakat di Kabupaten Tebo menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih memengaruhi kualitas udara.

Pembagian dilakukan melalui Unit Kebun Rimbo Dua atau Rimdu, Sabtu (29/8/2026), dengan menyasar masyarakat di Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ilir.

Sejumlah titik dipilih sebagai lokasi distribusi, mulai dari kawasan permukiman dan jalan umum hingga pondok pesantren.

Manajer Kebun Rimbo Dua PTPN IV Regional IV, Adrian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara terdampak asap.

“Polusi udara sudah semakin terasa dan memengaruhi aktivitas masyarakat. Melihat kondisi tersebut, kami berinisiatif membagikan masker sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan,” ujar Adrian.

Masker Disebar di Sejumlah Titik

Distribusi dilakukan di Jalan Rajawali, Desa Sapta Mulia, Kecamatan Rimbo Bujang.

Kemudian di Jalan Apel, Blok C, Simpang Empat Kantor Desa Karang Dadi, Kecamatan Rimbo Ilir.

Masker juga dibagikan di Pondok Pesantren Fathul Huda.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Desa Karang Dadi Suparjo bersama jajaran Kebun Rimbo Dua.

Dengan pola tersebut, bantuan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat yang berada di jalan maupun kawasan permukiman, tetapi juga menjangkau lingkungan pendidikan keagamaan.

Kabut Asap Jadi Perhatian

Kondisi udara di Kabupaten Tebo pada akhir Agustus 2026 ikut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Masyarakat telah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara yang dinilai kurang baik dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Kebun Rimbo Dua melakukan pembagian masker.

Adrian mengatakan langkah sederhana seperti menggunakan masker diperlukan terutama bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, serta mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila kabut asap semakin pekat,” katanya.

Warga Rentan Diminta Lebih Waspada

Adrian juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi paparan asap, terutama kelompok yang lebih rentan.

Anak-anak.

Lanjut usia.

Serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Kelompok tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kondisi udara memburuk.

“Kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama. Yang paling utama adalah menjaga kesehatan dan meminimalkan paparan asap agar masyarakat terhindar dari gangguan pernapasan,” ujarnya.

Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Kabut asap menjadi persoalan tersendiri karena tidak semua masyarakat dapat menghentikan aktivitas di luar rumah.

Ada pedagang.

Pekerja lapangan.

Pengendara.

Pelajar.

Hingga masyarakat yang tetap harus menjalankan kegiatan sehari-hari.

Dalam kondisi tersebut, masker menjadi salah satu alat perlindungan yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikulat dari udara.

Pembagian 1.000 masker kemudian diarahkan kepada masyarakat yang berada di titik-titik aktivitas tersebut.

PTPN IV Pantau Kondisi Lingkungan

Kebun Rimbo Dua PTPN IV Regional IV menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kondisi lingkungan di wilayah Tebo.

Koordinasi dengan pemerintah maupun pihak terkait juga akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Perusahaan menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kepedulian sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Bentuk dukungan ke depan akan disesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

Bagian dari Tanggung Jawab Sosial

Pembagian masker juga menjadi bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.

PTPN IV Regional IV memandang kehadiran perusahaan di daerah tidak hanya terkait aktivitas usaha.

Ada hubungan dengan masyarakat sekitar yang perlu dijaga.

Terutama ketika warga menghadapi kondisi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Dalam kasus kabut asap, kebutuhan yang paling cepat terlihat adalah perlindungan bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, distribusi masker dipilih sebagai salah satu respons awal.

Dari Rimbo Bujang hingga Rimbo Ilir

Sebanyak 1.000 masker akhirnya bergerak melalui sejumlah titik di Tebo.

Dari Desa Sapta Mulia di Rimbo Bujang.

Masuk ke Karang Dadi di Rimbo Ilir.

Hingga menjangkau lingkungan Pondok Pesantren Fathul Huda.

Bagi PTPN IV Regional IV, aksi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

Ketika kabut asap belum sepenuhnya hilang, langkah pencegahan sederhana menjadi penting. PTPN IV Regional IV memilih mengambil bagian dengan membawa 1.000 masker langsung ke masyarakat yang masih harus beraktivitas di tengah udara Tebo yang terdampak asap. (*)

BeritaSatu Network