Purna Tugas Besok, Agus Sunaryo Pamitan dari Bappeda Jambi: Dari Camat hingga Pj Bupati, Tutup Karier di Meja Perencanaan

WIB
Ist

JAMBI - Ada suasana berbeda di Ruang Mayang Mangurai, Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (31/8/2026).

Hari itu bukan rapat membahas pertumbuhan ekonomi.

Bukan pula membedah RKPD, RPJMD atau target pembangunan Jambi.

Jajaran Bappeda berkumpul untuk melepas orang yang selama lebih dari empat tahun terakhir duduk di kursi Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Ir Agus Sunaryo MSi.

Terhitung Selasa, 1 September 2026, Agus resmi memasuki masa purna tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Berakhir pula pengabdiannya sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Senin siang, keluarga besar Bappeda menggelar acara silaturahmi sekaligus perpisahan untuknya.

Sejumlah pejabat datang. Ada Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi dr Iwan Hendrawan, Kepala Badan Keuangan Daerah Agus Pirngadi, Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha, perwakilan OJK, hingga Tenaga Ahli Gubernur Jambi.

Kepala bidang, kepala seksi dan seluruh ASN Bappeda juga berkumpul.

Bukan sekadar melepas seorang kepala badan.

Mereka melepas birokrat yang perjalanan kariernya merangkak panjang dari kecamatan hingga menjadi salah satu pejabat strategis dalam mesin perencanaan pembangunan Provinsi Jambi.

Dari Camat, Tebo, Lalu Naik ke Provinsi

Perjalanan Agus memang panjang.

Ia tidak langsung muncul di kursi kepala OPD provinsi.

Kariernya ditempa dari bawah.

Agus pernah menjadi camat di wilayah Bungo, kemudian masuk ke jajaran birokrasi Kabupaten Tebo. Di sana ia pernah menakhodai Dinas Lingkungan Hidup, kemudian berkutat di sektor keuangan daerah hingga memimpin Bappeda Kabupaten Tebo.

Jejaknya sebagai Kepala Bappeda Tebo dapat dilacak dalam dokumen seleksi jabatan Pemprov Jambi. Namanya tercatat sebagai Ir Agus Sunaryo, Kepala Bappeda Kabupaten Tebo, sebelum kemudian hijrah ke Pemprov Jambi.

Tahun 2016 menjadi salah satu titik penting.

Agus meninggalkan Bappeda Tebo setelah dipercaya menjadi Asisten II Setda Provinsi Jambi. Pergeseran Agus ke Pemprov ketika itu juga membuat posisi Kepala Bappeda Tebo harus diisi pelaksana tugas.

Tak lama kemudian, tugas yang lebih berat datang.

Ia ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Tebo.

Catatan resmi Pemerintah Kabupaten Tebo menyebut Agus memimpin sebagai Pj Bupati sejak Agustus 2016 hingga Mei 2017. Ia dilantik pada 27 Agustus 2016 setelah berakhirnya masa jabatan Bupati Sukandar dan Wakil Bupati Hamdi.

Agus kemudian kembali mendapat kepercayaan menjadi kepala daerah sementara.

Pada 2018 ia ditunjuk pemerintah sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kerinci saat kepala daerah definitif menjalani masa kampanye Pilkada. ANTARA saat itu mencatat Agus sebagai Asisten II Pemprov Jambi yang sebelumnya juga pernah menjadi Pj Bupati Tebo.

Lengkap.

Dari camat.

Kepala dinas.

Kepala badan.

Asisten gubernur.

Sampai dua kali mendapat tugas memimpin kabupaten dalam kapasitas penjabat.

Agus: Saya Memulai dari Lapangan

Dalam acara perpisahan itu, Agus mengenang perjalanan panjangnya sebagai ASN.

Ia mengatakan setiap jabatan memberi pengalaman berbeda, tetapi semuanya bermuara pada satu hal: pelayanan kepada masyarakat.

“Saya memulai perjalanan birokrasi dari bawah, pernah menjadi camat di Bungo. Setelah itu perjalanan membawa saya ke Tebo, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, bidang keuangan daerah, kemudian Bappeda. Saya kemudian mendapat amanah ke Pemprov Jambi sebagai Asisten II, dipercaya menjadi Pj Bupati Tebo, Pjs Bupati Kerinci, dan akhirnya Kepala Bappeda Provinsi Jambi. Tidak terasa perjalanan itu sekarang sampai di penghujung," ujarnya.

Agus mengatakan tidak semua perjalanan berlangsung mudah.

Ada masa harus berada di lapangan.

Ada masa berkutat dengan administrasi pemerintahan.

Ada pula fase ketika dirinya harus memimpin daerah dan mengambil keputusan dalam waktu relatif singkat.

Namun justru pengalaman panjang itu yang menurutnya membentuk cara pandangnya terhadap birokrasi.

“Setiap tempat punya pelajaran. Ketika menjadi camat kita melihat persoalan masyarakat dari dekat. Ketika berada di kabupaten kita belajar mengelola pemerintahan. Ketika di provinsi kita dituntut melihat Jambi secara utuh. Saya bersyukur diberikan kesempatan melewati semua proses itu,” ujar Agus.

2022, Al Haris Percayakan Bappeda

Puncak perjalanan birokrasi Agus datang pada 9 Maret 2022.

Ia yang ketika itu menjabat Asisten II Pemprov Jambi dilantik menjadi Kepala Bappeda Provinsi Jambi, menggantikan Donny Iskandar.

Pelantikan dilakukan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani bersama empat pejabat eselon II lainnya.

Sejak itu Agus duduk di salah satu kursi paling strategis dalam pemerintahan daerah.

Bappeda bukan sekadar OPD yang membuat dokumen.

Di meja badan inilah arah pembangunan diramu.

Program OPD diselaraskan.

Target ekonomi dihitung.

Kemiskinan, infrastruktur, sumber daya manusia, investasi hingga pembangunan kabupaten/kota dipertemukan dalam satu kerangka perencanaan.

Situs resmi Pemprov Jambi hingga menjelang masa purnanya masih mencatat Ir Agus Sunaryo MSi sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Agus juga selama beberapa tahun menjadi Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Jambi, berdampingan dengan Sekda sebagai ketua TAPD. Dokumen anggaran Pemprov tahun 2025 dan 2026 masih mencatat namanya dalam posisi tersebut.

Jadi jabatan terakhir Agus bukan semata kepala badan.

Ia berada di jantung pertemuan antara perencanaan dan penganggaran Provinsi Jambi.

Empat Tahun di Bappeda

Sejak 2022, Agus melewati sejumlah fase penting pembangunan Jambi.

Mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi, pengendalian inflasi, penyusunan dokumen perencanaan tahunan hingga transisi agenda pembangunan memasuki periode pemerintahan berikutnya.

Dokumen kinerja Bappeda tahun 2024 juga masih ditandatangani Agus sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Pada 2026, Agus masih aktif mengikuti Musrenbang daerah. Pada Maret lalu ia hadir dalam Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Tebo—daerah yang pernah dipimpinnya sebagai Pj Bupati—kali ini datang dengan topi berbeda: Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Seperti pulang ke rumah lama.

Dulu memimpin Tebo.

Kini datang membawa arah perencanaan provinsi.

Suasana Perpisahan: Rekan Kerja Datang Satu per Satu

Acara Senin itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Jajaran Bappeda yang selama bertahun-tahun bekerja bersama Agus memenuhi Ruang Mayang Mangurai.

Para kabid dan pejabat struktural duduk bersama staf.

Sejumlah kepala OPD datang.

Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha ikut hadir. BPS sendiri selama ini menjadi salah satu mitra penting Bappeda karena data statistik merupakan fondasi penyusunan kebijakan pembangunan. Aidil Adha tercatat menjabat Kepala BPS Provinsi Jambi pada 2026.

Hadir pula Tenaga Ahli Gubernur Jambi.

Salah satunya Thamrin Bhiwana Bachri.

Thamrin bukan figur asing dalam perencanaan pembangunan.

Ia memiliki perjalanan panjang di pemerintah pusat dan sektor pariwisata. Universitas Jambi mencatat Thamrin pernah menjabat Dirjen Pemasaran Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI periode 2003-2008. Ia juga pernah menempuh pendidikan bidang hospitality dan tourism di University of Wisconsin-Stout, Amerika Serikat.

Pada struktur Tenaga Ahli Gubernur Jambi 2026, Thamrin berada di bidang Perekonomian Masyarakat dan Daerah.

Thamrin: Agus Birokrat yang Ditempa dari Bawah

Thamrin menilai perjalanan Agus menarik karena tidak dibangun secara instan.

Menurutnya, pengalaman memimpin dari level kecamatan, kabupaten hingga provinsi membuat Agus memiliki perspektif pembangunan yang relatif lengkap.

“Pak Agus ini termasuk birokrat yang ditempa dari bawah. Beliau pernah menjadi camat, memimpin OPD di kabupaten, memimpin Bappeda Tebo, menjadi Asisten II, pernah menjadi Pj Bupati Tebo dan Pjs Bupati Kerinci, kemudian menutup perjalanan ASN sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jambi. Itu perjalanan yang komplet," ujarnya.

Menurut Thamrin, posisi Kepala Bappeda mempunyai tantangan tersendiri karena seorang kepala badan harus mampu melihat kepentingan pembangunan lintas sektor.

Tidak cukup memahami satu dinas.

Ia harus mengerti ekonomi, sosial, infrastruktur, lingkungan, fiskal hingga persoalan kabupaten/kota.

“Bappeda itu tempat seluruh sektor bertemu. Karena itu pengalaman Pak Agus di banyak medan pemerintahan menjadi modal. Beliau memahami bagaimana persoalan dilihat dari kecamatan, dari kabupaten dan kemudian dari perspektif provinsi. Saya kira pengalaman seperti itu menjadi legacy yang penting,” kata Thamrin.

Thamrin juga berharap masa pensiun tidak berarti Agus sepenuhnya berhenti memberikan pemikiran kepada Jambi.

“Pensiun itu selesai dari jabatan formal, bukan selesai mengabdi. Pengetahuan dan pengalaman puluhan tahun tentu masih sangat dibutuhkan. Saya berharap Pak Agus tetap menjadi tempat kita berdiskusi, terutama soal perencanaan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Besok Tak Lagi Masuk sebagai Kepala Bappeda

Senin, 31 Agustus 2026, menjadi hari kerja terakhir Agus sebagai ASN.

Besok kalender berganti.

Selasa, 1 September 2026.

Ia tak lagi datang ke kantor dengan status Kepala Bappeda Provinsi Jambi.

Tidak lagi menandatangani dokumen sebagai pejabat eselon II.

Tidak lagi duduk sebagai Wakil Ketua TAPD karena jabatannya.

Tapi jejaknya tinggal.

Dari kecamatan di Bungo.

Bergerak ke Tebo.

Masuk Pemprov.

Menjadi Pj Bupati.

Menjadi Pjs Bupati.

Lalu kembali ke meja perencanaan.

Agus mengatakan purna tugas adalah sesuatu yang sejak awal pasti datang kepada setiap ASN.

“Jabatan ada batasnya. Yang penting bagi saya, selama diberikan amanah kita berusaha bekerja sebaik mungkin. Hari ini saya mohon maaf kepada seluruh jajaran kalau selama kita bekerja bersama ada tutur kata, sikap atau keputusan saya yang kurang berkenan. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Bappeda dan semua mitra yang selama ini berjalan bersama,” katanya.

Setelah lebih dari tiga dekade mengenakan seragam birokrasi, Agus akhirnya sampai pada satu dokumen yang tak perlu lagi direncanakan Bappeda:

pensiun.

Ia memulai dari lapangan.

Sempat dua kali menjadi kepala daerah sementara.

Dan menutup kariernya di tempat yang selama empat tahun terakhir merancang ke mana pembangunan Jambi hendak dibawa. (*)

BeritaSatu Network