Wamen LH Tinjau Pembasahan Gambut di WKS, Dorong Perusahaan di Jambi Replikasi Metode Water Intake

WIB
Ist

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono meninjau langsung metode pembasahan lahan gambut melalui sistem water intake di Distrik VII PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, di kawasan Parit Culum, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat implementasi pengelolaan air sebagai bagian dari upaya mendukung pemadaman dan pembasahan lahan gambut. Melalui sistem tersebut, air dari Sungai Batanghari dipompa dan dialirkan secara bertahap menuju jaringan kanal yang dilengkapi sekat kanal untuk membantu membawa serta mempertahankan ketersediaan air di area yang membutuhkan pembasahan.

Diaz mengapresiasi metode yang diterapkan WKS dan menilainya sebagai salah satu contoh praktik yang dapat digunakan dalam mendukung penanganan kebakaran lahan gambut. “Ini ada contoh yang sangat baik yang dilakukan salah satu perusahaan di sini, PT WKS di Parit Culum. Perusahaan ini membangun intake, mengambil air dari Sungai Batanghari, lalu dengan pompa diestafetkan ke kanal dan kanalnya diberikan sekat-sekat untuk membantu membawa air ke daerah yang sedang ada kebakaran,” ujar Diaz.

Menurut Diaz, perusahaan-perusahaan yang berada di Jambi juga dapat berperan membantu penanganan karhutla meskipun titik kebakaran berada di luar wilayah konsesinya, antara lain melalui pembangunan sekat kanal dan membantu mengalirkan air dari sumber-sumber air terdekat ke area yang membutuhkan pembasahan.

“Saya rasa tadi beberapa perusahaan yang ada di Jambi di sini, walaupun memang ini bukan konsesi mereka, untuk ikut membantu membuat sekat kanal dan juga untuk membantu mentransfer air dari sungai-sungai terdekat dengan mencontoh apa yang telah dilakukan oleh PT WKS ini,” kata Diaz.

Diaz berharap penerapan pengelolaan air tersebut dapat menjadi salah satu praktik yang diperluas dalam penanganan kebakaran gambut. “Saya rasa itu kita sudah ada best practice-nya dan semoga dengan dilakukan ini kebakaran lahan gambut di sini bisa terselesaikan,” lanjutnya.

Kepala Humas PT WKS Taufik Qurochman mengatakan perusahaan terus mendukung upaya pemerintah dan Satgas Karhutla dalam penanganan kebakaran, termasuk melalui pemanfaatan infrastruktur tata air serta sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk membantu pembasahan kawasan gambut yang membutuhkan penanganan.

“Bagi kami, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. WKS siap mendukung pemerintah dan Satgas di lapangan melalui personel, peralatan, maupun infrastruktur tata air yang kami miliki. Sistem water intake ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air sehingga proses pembasahan dan penanganan di kawasan gambut dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Taufik.

Peninjauan tersebut berlangsung di tengah upaya intensif penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang di Kecamatan Muara Sabak Barat, yang ditangani tim gabungan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, serta dukungan dunia usaha.

Karakteristik gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan membuat ketersediaan air dan pembasahan menjadi bagian penting dalam proses pemadaman serta pendinginan. Melalui penguatan tata kelola air, sekat kanal, pemompaan air, serta kolaborasi lintas pihak, pemerintah mendorong penanganan karhutla dilakukan secara terpadu sekaligus memperkuat langkah pencegahan kebakaran berulang di kawasan gambut. (*)

BeritaSatu Network