ASPEKPIR Apresiasi PalmCo, PSR Didorong Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

WIB
Ist

Komitmen PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat mendapat respons positif dari kalangan petani, koperasi hingga pemasok tandan buah segar (TBS).

Apresiasi tersebut mengemuka dalam Gala Dinner dan PSR Award 2026 yang digelar PTPN IV PalmCo di Mantravana LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ajang ini menjadi momentum pertama PalmCo memberikan penghargaan kepada para pihak yang dinilai berkontribusi dalam ekosistem kemitraan sawit rakyat.

Bukan hanya petani.

Koperasi.

Regional.

Unit pembelian.

Hingga pemasok TBS ikut menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

PSR Disebut Harapan Baru Petani

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, mengatakan Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar mengganti tanaman sawit yang sudah tua.

“Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bukan sekadar program untuk mengganti tanaman tua dengan tanaman baru. Lebih dari itu, PSR adalah harapan baru bagi petani,” ujar Setiyono.

Menurutnya, keberhasilan PSR harus terlihat dari dampak nyata.

Produktivitas meningkat.

Pendapatan keluarga membaik.

Kelembagaan petani semakin kuat.

Dan kebun sawit rakyat memiliki masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

PalmCo: Kemitraan Adalah Keniscayaan

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai kemitraan dengan petani bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

Ia menyebut penguatan kemitraan memberikan manfaat langsung baik bagi petani maupun perusahaan.

“Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS sawit sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik,” ujar Jatmiko.

Dengan kata lain, semakin sehat kebun rakyat, semakin kuat pula rantai pasok perusahaan.

Petani Tak Hanya Jadi Pemasok

Pendekatan yang dibangun PalmCo diarahkan pada hubungan yang lebih terintegrasi.

Petani tidak hanya ditempatkan sebagai pemasok TBS.

Koperasi juga harus diperkuat.

Unit pembelian harus tertib.

Pabrik membutuhkan bahan baku berkualitas.

Dan seluruh rantai itu harus terhubung.

PalmCo mendorong pengelolaan yang lebih terintegrasi antara kebun rakyat, koperasi, unit pembelian dan pabrik.

Pemasok TBS Terbaik Beri Respons

Apresiasi juga datang dari Efendi Hasibuan, salah satu pemasok yang meraih penghargaan Pemasok TBS Terbaik.

Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk mempertahankan kualitas dan konsistensi pasokan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PalmCo atas penghargaan ini. Mudah-mudahan kerja sama yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan,” ujar Efendi.

Bagi pemasok, penghargaan bukan hanya simbol.

Ada standar yang harus dipertahankan.

Kualitas buah.

Kontinuitas pasokan.

Administrasi.

Dan kepatuhan terhadap tata kelola.

Petani Didorong Makin Profesional

PalmCo ingin pola kemitraan bergerak lebih jauh.

Petani didorong meningkatkan profesionalisme pengelolaan kebun.

Kelembagaan koperasi harus diperkuat.

Kualitas TBS dijaga.

Administrasi dan aspek legalitas juga harus dipenuhi.

Pendekatan ini penting karena peningkatan produksi tanpa perbaikan tata kelola bisa menciptakan masalah baru.

Sebaliknya, tata kelola yang baik akan memperkuat posisi petani dalam rantai usaha sawit.

PSR Bukan Hanya Soal Tanaman Baru

Peremajaan sawit rakyat memang dimulai dengan mengganti tanaman tua.

Namun tantangannya tidak selesai setelah bibit baru ditanam.

Produktivitas berikutnya bergantung pada kualitas benih.

Teknik budidaya.

Pemupukan.

Pendampingan.

Kelembagaan.

Hingga kepastian penyerapan TBS setelah tanaman menghasilkan.

Karena itu, keberhasilan PSR membutuhkan ekosistem.

Bukan sekadar program penanaman ulang.

Koperasi Jadi Penghubung

Koperasi memiliki posisi penting dalam hubungan perusahaan dan petani.

Melalui kelembagaan yang kuat, petani dapat mengelola administrasi lebih tertib.

Mempermudah koordinasi.

Mengelola produksi.

Hingga memperkuat posisi tawar.

Bagi PalmCo, penguatan koperasi menjadi bagian dari upaya membuat hubungan hulu-hilir lebih efisien.

Penghargaan Jadi Pemicu

PSR Award 2026 menjadi bentuk apresiasi.

Namun yang lebih penting adalah standar di balik penghargaan tersebut.

Petani dan mitra didorong untuk tidak hanya mengejar volume.

Kualitas tetap menjadi perhatian.

Begitu pula konsistensi dan tata kelola.

Dengan demikian, penghargaan diharapkan menjadi pemicu perbaikan, bukan tujuan akhir.

Tumbuh Bersama Jadi Arah

PalmCo menempatkan kemitraan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

“Melalui hubungan yang makin erat, perusahaan dan petani diharapkan dapat terus saling menguatkan,” kata Jatmiko.

Bagi petani, kemitraan diharapkan memberi kepastian dan ruang tumbuh.

Bagi perusahaan, kebun rakyat yang produktif memberi kepastian bahan baku.

Keduanya saling membutuhkan.

Pada akhirnya, PSR bukan hanya tentang mengganti pohon sawit tua. Yang sedang dibangun adalah masa depan kebun rakyat—agar lebih produktif, petaninya lebih sejahtera, koperasinya lebih kuat, dan hubungan dengan perusahaan berjalan lebih sehat serta berkelanjutan. (*)

BeritaSatu Network