FILANTROPI 10 MILIAR HJ. ERNAWATI: KAPASITAS BISNIS MEKAH UNTUK DAKWAH JAMBI

WIB
Ist

Oleh:

Ustadz Khairon - Dai Muda Jambi

Innallaha yuhibbu idza amila ahadukum amalan an yutqinahu. Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bekerja dengan itqan, profesional dan terukur.

Komitmen Hj. Ernawati, S.Ag, M.Pd., Ketua PW ISMI Provinsi Jambi 2026-2030, yang diikrarkan di akun Instagram pribadi untuk memberangkatkan 100 orang umroh gratis setiap tahun, ditambah dana sosial Rp 500 juta per bulan untuk gerakan ISMI, adalah ikrar besar. Dalam kacamata dakwah, ini bukan sekadar angka, ini adalah tarbiyah harta. Allah berfirman: “Lan tanalul birra hatta tunfiqu mimma tuhibbun” - Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan sempurna sebelum menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai (QS. Ali Imran: 92).

Pertanyaan umat: apakah ikrar ini rasional secara bisnis dan syar'i?

Telaah menunjukkan kapasitas tersebut sangat memadai, karena ditopang jaringan bisnis halal yang terintegrasi dari Mekkah hingga Jambi, dibangun dengan sabr puluhan tahun.

Hj. Ernawati adalah owner Bintang Global Group. Bukan pemain baru. Puluhan tahun berkhidmat di Mekkah hingga Mesir, beliau membangun empat pilar rezeki yang saling menguatkan: pertama, jaringan perhotelan jamaah di Mekkah dan Madinah; kedua, usaha katering dan konsumsi jamaah haji dan umroh;
ketiga, biro travel umroh dan haji yang memberangkatkan ribuan jamaah; keempat, layanan ticketing pesawat internasional.

Inilah yang dalam ilmu muamalah disebut integrasi vertikal yang berkah. Travel-nya memberangkatkan, hotel miliknya menampung tamu Ar-Rahman, katering miliknya memberi makan dhuyufullah, dan ticketing miliknya menerbangkan. Ketika pemilik hotel di Mekkah menggratiskan umroh, hakikatnya beliau sedang menjamu tamu Allah dengan kamarnya sendiri. Biaya pokok jauh lebih ringan dibanding travel lain. MasyaAllah.

Hitungan kasar yang jujur: Biaya umroh Jambi 2026 sekitar Rp 33 juta per orang. Untuk 100 orang, nilai pasar Rp 3,3 miliar. Namun karena aset hotel, katering, dan handling di Saudi adalah milik sendiri, biaya riil terpangkas 30-40 persen. Beban bersih hanya sekitar Rp 2 miliar per tahun. Bagi pengusaha yang omzetnya ratusan miliar, Rp 2 miliar adalah investasi akhirat, bukan beban dunia.

Ditambah dana sosial Rp 500 juta per bulan atau Rp 6 miliar setahun, plus bantuan tidak terekspos sekitar Rp 2 miliar, total filantropi tahunan sekitar Rp 10 miliar.

Dari mana logika Rp 10 miliar ini? Kuncinya ada pada prinsip hidup beliau yang masyhur: 50 persen untuk Allah, untuk anak yatim dan dhuafa. Prinsip ini tercatat di UIN Jambi. Rasulullah SAW bersabda: “Ma naqashat shadaqatu min mal” - Tidak akan berkurang harta karena sedekah (HR. Muslim). Jika Rp 10 miliar adalah 50 persennya, maka laba bersih grup minimal Rp 20 miliar per tahun. Dengan margin 15 persen, omzet dibutuhkan sekitar Rp 130 miliar per tahun. Angka yang sangat wajar untuk grup sebesar Bintang Global.

Di Jambi, repatriasi keberkahan itu diwujudkan melalui SPBU Simpang Karmeo yang diresmikan Agustus 2026, serta ikhtiar bisnis air minum Kerinci dan perdagangan beras yang menjadi program ISMI. Pilar Mekkah menghasilkan riyal, pilar Jambi menghasilkan rupiah, keduanya dipertemukan untuk umat. Inilah fikih bisnis yang cerdas.

Yang membedakan filantropi Hj. Ernawati adalah manhajnya yang sistemik, bukan sekadar karitatif seremonial. ISMI tidak membagi amplop sesaat lalu hilang. Program 500 yatim ekstrem adalah bukti keadilan distributif. Setiap kabupaten diminta mendata 100 anak yatim miskin berat yang kehilangan pengasuhan, datanya ditashih dengan Baznas agar tidak terjadi bantuan ganda. Anak usia MTs dan SMA dititipkan ke Pesantren Darul Tauhid dan PKP Al Hidayah dengan biaya pendidikan ditanggung. Sebelum dilantik saja, 8 panti asuhan dengan 230 anak telah disantuni. Rapat konsolidasi 11 September 2026 pun dipimpin langsung dari Mekkah via Zoom. Jasad di Tanah Suci, hati di Bumi Jambi. Inilah bukti sistem berjalan.

Adapun isu yang mengaitkan gerakan ini dengan Pilgub, telah dijawab tegas sebagai misi sosial, bukan blusukan politik. Ikrar 100 umroh gratis di Instagram secara terbuka justru menjadi mitsaq, janji publik yang dapat ditagih umat, dan menjadi saksi di hadapan Allah.

Kesimpulannya, kemampuan finansial Hj. Ernawati untuk komitmen tersebut sangat memadai, karena sumbernya halal dan jelas: hotel di Mekkah, katering jamaah, travel umroh dan haji, ticketing, dan SPBU di Jambi.

Saran tulus untuk keberkahan jangka panjang: gerakan mulia ini perlu segera dilembagakan melalui yayasan filantropi yang diaudit syariah dan profesional, serta dipublikasikan penerima manfaatnya. Karena dalam dakwah, transparansi adalah bagian dari amanah, dan amanah adalah perisai dari fitnah.

Semoga Allah menjaga harta, hati, dan niat Hj. Ernawati. Jambi membutuhkan lebih banyak pengusaha yang bisnisnya di Mekkah, tapi keberkahannya untuk peradaban Melayu Jambi.

BeritaSatu Network