Merangin - Proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menuai sorotan tajam. Ruas Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih yang baru saja rampung dikerjakan akhir Desember 2025, kini kondisinya sudah rusak parah.
Padahal, proyek peningkatan jalan ini menelan anggaran cukup fantastis, yakni mencapai Rp 1,87 miliar.
Berdasarkan pantauan, permukaan aspal di sejumlah titik terlihat pecah dan terkelupas. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Kirana Citra Lestari ini dinilai tidak memiliki kualitas yang mumpuni karena tak mampu bertahan meski usianya belum genap dua bulan.
Warga setempat, Supra Yitno, menumpahkan kekesalannya melalui media sosial. Ia menilai kerusakan ini sangat tidak wajar untuk jalan yang statusnya "masih bau kencur".
"Jalan aspal ke E1 (Sungai Putih) ini sangat baru. Belum ada dua bulan diaspal akhir Desember 2025, tapi sudah seperti ini," tulis Supra dikutip dari akun Facebook pribadinya.
Supra menyoroti spesifikasi jalan yang dinilai tidak sesuai dengan beban lalu lintas di kawasan transmigrasi tersebut. Sebagai daerah penghasil sawit, jalanan ini setiap harinya dilintasi truk bermuatan berat di atas 12 ton.
Diduga, kepadatan dasar aspal yang lemah membuat jalan cepat hancur saat digilas kendaraan berat.
"Kondisi seperti ini jelas tidak cocok. Terkesan habis-habiskan anggaran dan mubazir," kritiknya.
Warga berharap pemerintah daerah tidak asal-asalan dalam merencanakan proyek. Mereka membandingkan kualitas jalan ini yang jauh di bawah standar jika dibandingkan dengan ruas Simpang Pete-C2 atau jalan rabat beton di SPE Hitam Ulu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Merangin maupun pihak rekanan CV Kirana Citra Lestari terkait kerusakan dini pada infrastruktur tersebut.(Arman Nazar/Jambi Daily)

Pantas Cepat Hancur! Proyek Jalan Rp 1,8 M di Merangin Ternyata 'Kejar Tayang' Akhir Tahun
Hancurnya Jalan Sungai Kapas–Sungai Putih yang baru seumur jagung ternyata bukan hal mengejutkan. Sejak awal, proyek yang dikerjakan CV Kirana Citra Lestari ini memang sudah menuai sorotan tajam karena proses tendernya yang dinilai tidak wajar.
Informasi yang dihimpun, proyek ini baru ditenderkan pada ujung tahun 2025. Sempitnya waktu pengerjaan membuat proyek ini terkesan dipaksakan alias "kejar tayang".
Ironisnya, di tengah waktu yang mepet tersebut, CV Kirana Citra Lestari justru sukses menyapu bersih dua paket proyek jalan sekaligus dengan total nilai kontrak mencapai Rp 2,8 Miliar.
Paket pertama adalah Rehabilitasi/Rekonstruksi Jalan Sungai Kapas-Sungai Putih senilai Rp 1,86 miliar—yang kini kondisinya sudah rusak parah. Paket kedua adalah Penanganan Jalan Mampun Baru-Simpang Meranti dengan nilai Rp 995 juta.
"Proyek ini memang sudah diprediksi bermasalah. Tender baru dilakukan di penghujung tahun, tapi satu kontraktor (CV Kirana) langsung ambil dua paket. Wajar kalau hasilnya amburadul," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Buruknya kualitas aspal yang kini mengelupas di Jalan Sungai Kapas dinilai menjadi bukti nyata lemahnya manajemen tender di Dinas PUPR Merangin. Publik menilai, memaksakan tender di akhir tahun tanpa pertimbangan teknis yang matang hanya membuang-buang anggaran daerah.
Hingga kini, jalan yang menelan biaya miliaran rupiah itu terus menuai keluhan warga karena kondisinya yang tak layak dilalui kendaraan berat.(*)
Comments
Jalan
Semua proyek dimerangin kejar tayang .