Selain Batang Merao, Kerinci Dapat Lagi Dana Rp 11,4 Miliar dari BWSS VI

WIB
IST

Kerinci - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi tampaknya benar-benar agresif di awal tahun 2026 ini. Belum usai sorotan publik pada tender normalisasi Sungai Batang Merao, BWSS VI kembali menggelontorkan anggaran jumbo untuk Kabupaten Kerinci.

Kali ini, paket yang diluncurkan adalah Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Kabupaten Kerinci. Nilai pagu anggarannya cukup fantastis, mencapai Rp 11,44 miliar. Nilai ini sama dengan paket pengendalian banjir Sungai Batang Tebo di Bungo, yakni Rp 11,44 miliar.

Proyek ini menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat melalui dana APBN 2026 untuk menuntaskan masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kerinci.

Tender paket ini dibuat pada 22 Januari 2026 di bawah naungan Satuan Kerja (Satker) SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera VI Provinsi Jambi.

Ada yang menarik dari tender belasan miliar ini. Meski nilainya tembus Rp 11,4 miliar, proyek ini ditetapkan untuk kualifikasi Usaha Kecil. Ini menjadi angin segar bagi kontraktor lokal berskala kecil untuk unjuk gigi.

Namun, BWSS VI tetap memberlakukan syarat ketat. Mengingat nilai paket berada di range Rp 2,5 miliar hingga Rp 15 miliar, kontraktor usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun wajib memiliki minimal satu pengalaman pada bidang yang sama.

"Harus mempunyai 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama, untuk pengadaan dengan nilai paket pekerjaan paling sedikit di atas Rp 2,5 miliar," bunyi syarat kualifikasi teknis dalam dokumen tersebut.

Saat ini, proses lelang tengah memasuki tahap Pengumuman Pascakualifikasi. Metode pemilihan penyedia jasa menggunakan sistem Harga Terendah Sistem Gugur.

Masyarakat Kerinci kini menaruh harapan besar agar dua proyek raksasa (Batang Merao dan Pengendalian Banjir) yang digulirkan serentak ini benar-benar dikerjakan dengan kualitas terbaik, bukan sekadar proyek kejar tayang.(*)

BeritaSatu Network