Survei Indikator: 88,5% Publik Puas Kinerja Prabowo, Terutama Program Makan Bergizi Gratis

WIB
IST

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus peningkat kualitas SDM. Namun, di balik potensi besarnya, pemenuhan standar keamanan pangan nasional masih menjadi tantangan yang harus dikejar.

Hal ini mengemuka dalam pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW GAPEMBI) Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Senin (9/2/2026). Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum GAPEMBI Alven Stony, PLH Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Ermiati Sofi Yessi, serta Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Ketua Umum GAPEMBI Alven Stony mengungkapkan bahwa MBG adalah program strategis yang berdampak langsung pada UMKM. Mengutip survei nasional Indikator, Alven menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 88,5 persen, terutama didorong oleh program MBG.

"Angka ini menunjukkan program MBG mendapat kepercayaan publik karena manfaatnya dirasakan langsung," ujar Alven. Ia menambahkan, UMKM yang berkontribusi 61 persen terhadap PDB nasional akan semakin kuat dengan perluasan rantai pasok pangan melalui program ini.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti pentingnya keamanan pangan. Ermiati Sofi Yessi mengungkapkan, saat ini pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) secara nasional baru mencapai kisaran 40 persen.

"Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi persyaratan SLHS agar operasional sesuai standar dan tetap mendapatkan insentif program," tegas Yessi.

H Alven Stony bersama Gubernur Sulawesi Selatan

Nantinya, SPPG tidak hanya menjadi dapur umum, tetapi juga pusat edukasi gizi dan pelayanan masyarakat. BGN bahkan telah menyiapkan mekanisme khusus agar program tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan mengutamakan pasokan dari petani dan UMKM lokal.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut positif program ini. Menurutnya, MBG efektif memperbaiki pola makan anak yang selama ini tidak teratur.

"Banyak anak bertubuh kecil bukan semata karena stunting, tapi asupan yang kurang. Makan bersama di sekolah membuat anak lebih antusias," kata Andi Sudirman.

Ia meminta pengadaan bahan pangan diprioritaskan dari petani lokal dan mendorong SPPG menerapkan instalasi pengolahan air limbah agar tetap ramah lingkungan.

Dalam pelantikan tersebut, Nurdin Beta resmi didapuk sebagai Ketua DPW GAPEMBI Sulsel, didampingi Jaka Mustika (Sekretaris) dan Rusdi (Bendahara). Organisasi ini juga diperkuat tiga koordinator wilayah untuk mengawal program MBG di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Sinergi antara pemerintah dan pengusaha ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program MBG serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan.(*)

BeritaSatu Network