Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jamaah Indonesia Tunda Umrah

WIB
IST

JAKARTA – Timur Tengah membara. Perang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Situasi keamanan yang belum stabil membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan penting bagi calon jamaah umrah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga Indonesia yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara.

“Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam Instagram Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Imbauan tersebut disampaikan demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.

Bagi jamaah yang saat ini tengah berada di Tanah Suci, pemerintah mengingatkan agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal RI, serta perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

“Kementerian Luar Negeri (RI) siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dan memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaat di Tanah Suci,” kata Dahnil.

Ia juga meminta keluarga jamaah di Tanah Air untuk tetap tenang. Pemerintah, kata dia, fokus memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi.

“Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travel-nya atau apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.

Jika maskapai penerbangan menunda kepulangan, maskapai telah berkomitmen menyediakan penginapan sementara. Pemerintah Saudi Arabia juga disebut siap memberikan perpanjangan visa apabila masa berlaku visa telah habis.

“Juga perpanjangan visa disediakan oleh pemerintah Saudi Arabia apabila visanya telah habis kemudian Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Haji dan Umrah akan mendampingi seluruh persiapan kepulangan,” sebut Dahnil.

Di tengah situasi yang memanas, Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menyebut hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap proses perencanaan dan persiapan haji tahun depan.

“Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lancar tidak berdampak dari konflik di Timur Tengah dan konflik di Timur Tengah bisa selesai bisa kembali reda dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2). Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran disebut dijatuhi puluhan bom. Khamenei bersama sejumlah petinggi militer Iran dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap AS dan Israel. Dampaknya meluas ke sejumlah negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA), yang memiliki pangkalan atau aset militer AS di wilayahnya.

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, termasuk jalur penerbangan dan mobilitas warga internasional menuju Arab Saudi.

Di tengah situasi yang belum menentu, pemerintah Indonesia memilih langkah preventif: menahan keberangkatan sementara demi keselamatan jamaah. Sebuah keputusan yang menempatkan keamanan di atas segalanya. (*)

BeritaSatu Network