Rp 2 Miliar Uang Makan Minum di Disdik Jambi, Ini Rincian Kegunaannya!

WIB
IST

Jambi - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi menyiapkan anggaran bernilai fantastis di Tahun Anggaran 2026. Dana segar sebesar Rp 2 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni telah diketok palu khusus untuk membiayai program makan dan minum.

Jangan salah sangka dulu, anggaran jumbo ini rupanya bukan diperuntukkan bagi jamuan rapat para pejabat di ruang ber-AC.

Merujuk pada dokumen resmi Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode paket 64362862, proyek senilai tepat Rp 2.000.000.000 ini secara spesifik dialokasikan untuk urusan logistik pendidikan. Uraian pekerjaannya secara tegas menyebutkan: "Pengadaan Bahan Makanan Untuk Mahasiswa/Siswa Sipil di Lingkup Sekolah Kedinasan Jambi".

Yang cukup membuat takjub adalah skala volume pekerjaannya. Disdik Jambi mematok target pemberian makan dan minum ini untuk kapasitas 1.500 Orang / Hari. Artinya, negara menjamin urusan 'kampung tengah' ribuan calon abdi negara di Jambi secara penuh selama masa pendidikan mereka.

Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, Disdik Jambi mematok jadwal yang cukup ketat. Proyek logistik ini tidak melalui skema tender konvensional, melainkan menggunakan metode pemilihan E-Purchasing (Katalog Elektronik) agar lebih cepat dan transparan.

Proses pencarian penyedia (rekanan) bahan makanan ini akan langsung dikebut pada bulan Januari 2026. Pelaksanaan Kontrak dan pemanfaatan jasa katering ini berjalan maraton selama 11 bulan penuh, terhitung mulai Februari hingga Desember 2026.

Satu hal yang patut diapresiasi, dokumen pengadaan ini memuat syarat mutlak yang sangat berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Disdik Jambi mewajibkan paket Rp 2 miliar ini menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) dan harus dikerjakan oleh penyedia dari kalangan Usaha Kecil atau Koperasi. Tidak ada syarat khusus terkait aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan selain memberdayakan UMKM lokal.

Kini, dengan kucuran dana miliaran rupiah dari uang pajak rakyat, publik tentu menaruh harapan besar. Kualitas gizi, kebersihan, dan variasi menu makanan yang disajikan untuk 1.500 siswa kedinasan setiap harinya harus benar-benar sepadan dengan besarnya APBD yang digelontorkan. Jangan sampai ada 'sunatan' gizi di atas piring para siswa!(*)

BeritaSatu Network