Fantastis! Setda Tebo Pecah Ongkos Tiket dan Hotel Pejabat Jadi 70 Paket Senilai Rp 3,88 Miliar

WIB
ist

Tebo - Tradisi aparatur pemerintahan yang 'rajin jalan-jalan' tampaknya masih mengakar kuat di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tebo. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, instansi ini menyiapkan dana operasional super fantastis, yakni mencapai Rp 3.888.980.752 (Rp 3,88 Miliar) yang murni hanya untuk menutupi biaya Perjalanan Dinas.

Uang nyaris Rp 4 miliar yang bersumber dari keringat rakyat ini dialokasikan untuk membeli tiket pesawat, biaya sewa hotel, hingga uang saku harian (per diem) bagi para pejabat yang dinas luar maupun dalam kota.

Berdasarkan data yang dihimpun, total dana Rp 3,88 miliar tersebut dipecah secara sistematis menjadi 70 paket pengadaan. Fakta yang paling menohok adalah hampir seluruh paket ini (69 paket) dieksekusi menggunakan mekanisme Swakelola, alias dikelola dan dicairkan sendiri oleh kalangan internal Setda tanpa campur tangan pihak ketiga.

Untuk melihat seberapa masifnya agenda pelesiran dan mobilitas pejabat Tebo, berikut adalah rincian lengkap 70 paket perjalanan dinas yang siap dieksekusi sepanjang tahun 2026:

Kelas Raksasa: Paket Hampir Rp 1 Miliar

Porsi paling gila-gilaan disedot oleh dua paket perjalanan dinas biasa yang angkanya langsung menembus angka miliaran rupiah.

  1. Belanja Perjalanan Dinas Biasa (Swakelola) - Rp 900.000.000
  2. Belanja Perjalanan Dinas Biasa (Swakelola) - Rp 850.000.000

Kelas Jumbo: Rp 100 Juta hingga Rp 200 Juta

Seolah belum puas, anggaran ratusan juta lainnya kembali disusun untuk pos perjalanan biasa dan mobilitas dalam kota:

3. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 206.920.900

4. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 155.232.300

5. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 150.000.000

6. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 100.000.000

Kelas Menengah: Puluhan Juta untuk Evaluasi dan Analisis

Anggaran di kelas ini sering kali disematkan pada program-program evaluasi, laporan kinerja, hingga analisis jabatan:

7. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 87.929.527

8. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 80.340.100

9. Pengelolaan Kelembagaan & Analisis Jabatan - Rp 68.185.800

10. Fasilitasi Pelayanan Publik & Tata Laksana - Rp 68.069.105

11. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 62.142.400

12. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 61.650.000

13. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 56.742.500

14. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 55.000.000

15. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 54.187.100

16. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 50.000.000

17. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 50.000.000

18. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 49.509.100

19. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 46.445.100

20. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 40.916.200

21. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 40.841.900

22. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 40.646.500

23. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 40.032.000

24. Peningkatan Kinerja & Reformasi Birokrasi - Rp 35.362.610

25. Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja - Rp 33.158.600

26. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 31.108.800

27. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 30.417.650

28. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 30.000.000

29. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 27.640.000

30. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 25.000.000

31. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 24.910.900

32. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 24.818.200

33. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 16.000.000

34. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 15.000.000

35. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 14.499.800

36. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 13.922.000

37. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 13.000.000

38. Belanja Perjalanan Dinas Biasa - Rp 12.800.000

39. Belanja Sewa Hotel (Satu-satunya lewat E-Purchasing) - Rp 12.600.000

40. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - Rp 10.895.560

Kelas Recehan: Maraton Paket Rp 10 Juta hingga Rp 3 Juta

Birokrasi Setda Tebo rupanya juga sangat telaten memecah sisa anggaran perjalanan dinas dan 'meeting luar kota' menjadi 30 paket receh (masing-masing di kisaran Rp 3 Juta hingga Rp 10 Juta) yang jumlah totalnya tetap saja fantastis:

41. Belanja Perjalanan Dalam Kota - Rp 10 Juta

42. Koordinasi Penyusunan Laporan (Dalam Kota) - Rp 10 Juta

43. Peningkatan Kinerja Birokrasi (Dalam Kota) - Rp 10 Juta

44. Belanja Perjalanan Biasa - Rp 10 Juta

45. Belanja Perjalanan Dalam Kota - Rp 10 Juta

46. Belanja Perjalanan Biasa - Rp 10 Juta

47. Belanja Perjalanan Biasa - Rp 10 Juta

48. Monitoring Pelayanan Publik (Dalam Kota) - Rp 9.463.600

49. Belanja Perjalanan Dalam Kota - Rp 9.415.000

50. Belanja Perjalanan Dalam Kota - Rp 9.356.000

51. Belanja Perjalanan Biasa - Rp 8.861.500

52. Pengelolaan Kelembagaan (Dalam Kota) - Rp 8.200.000

53. Belanja Perjalanan Biasa - Rp 7 Juta 54. Belanja Perjalanan Paket Meeting Luar Kota - Rp 5 Juta

55. Hingga paket ke-68 berisi perjalanan dinas dan meeting luar kota yang dipatok merata masing-masing Rp 5.000.000.

69. Belanja Perjalanan Dalam Kota - Rp 4.760.000

70. Dua paket Perjalanan Dalam Kota terakhir - masing-masing Rp 3.000.000

Menghamburkan APBD daerah hingga Rp 3,88 Miliar per tahun secara swakelola hanya untuk biaya mobilitas birokrat tentu sangat melukai rasa keadilan publik Tebo. Apalagi, Kabupaten Tebo masih dihadapkan pada banyak persoalan infrastruktur dasar dan pelayanan masyarakat yang butuh sentuhan anggaran riil.

Sudah seharusnya Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) hingga kejaksaan turun tangan. Publik menuntut audit ketat: apakah rentetan 70 paket perjalanan dinas dan meeting di luar kota ini murni untuk kepentingan daerah, atau sekadar ajang 'plesiran' yang dilegalkan lewat APBD?

BeritaSatu Network