Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93%, Kemiskinan Turun

WIB
ist

Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menggelar rapat perdana yang cukup menentukan bersama jajaran Tenaga Ahli Gubernur (TAG) tahun 2026 di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (6/4/2026).

Rapat ini bukan sekadar seremonial. Di hadapan para akademisi dan praktisi yang tergabung dalam TAG, Al Haris membedah secara terbuka capaian pembangunan bertajuk Jambi Mantap sepanjang 2025.

Susunan TAG sendiri tergolong “kelas berat”. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi Nomor 197/KEP.GUB/BAPPEDA-1.2/2026, jajaran ini diisi oleh:

  • Prof. Dr. Ermaya Suradinata (Ketua Dewan Pembina)
  • Prof. Dr. H. Mukhtar Latif (Pengarah)
  • Ir. H. Syahrasaddin (Ketua)
  • Dr. H. Muhammad Ridwansyah (Ketua Harian)

Tak hanya itu, struktur TAG juga dibagi dalam beberapa bidang strategis:

  • Bidang Tata Kelola Pemerintahan dipimpin Drs. H. Arpani, dengan anggota Prof. Dr. Haryadi
  • Bidang Perekonomian Masyarakat dan Daerah diketuai Prof. Dr. Ir. Suandi, dengan anggota Prof. Dr. Johanes, Thamrin B. Bachri, dan Dr. Agus
  • Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) diketuai Prof. Drs. Sukendro, dengan anggota Yulfi Alfikri Noer, MAP dan Muawwin, MM
Foto bersama tim TAG bersama Gubernur Jambi Al Haris

Dalam paparannya, Al Haris menegaskan tren ekonomi Jambi terus menguat. Sepanjang 2025, ekonomi Jambi tumbuh 4,93 persen (c-to-c), meningkat dari tahun 2024 yang berada di angka 4,50 persen.

Jika ditarik lebih rinci, pertumbuhan year-on-year (y-on-y) Triwulan IV 2025 mencapai 5,24%. Pertumbuhan quarter-to-quarter (q-to-q) sebesar 1,30%. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga melonjak. Yakni Rp 349,66 triliun (ADHB) dan Rp 185,58 triliun (ADHK).

Capaian ini menempatkan Jambi sebagai Peringkat 4 pertumbuhan ekonomi se-Sumatera. Kontributor 6,66% terhadap ekonomi Sumatera (peringkat 7). Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 34,49% dan tumbuh 5,49%.

Namun, sektor dengan lonjakan tertinggi justru datang dar: Transportasi dan Pergudangan. Tumbuh 8,88%. Disusul sektor lain Perdagangan, 7,76%. Jasa Keuangan, 8,77%. Informasi dan Komunikasi, 8,49%.

Sementara itu, sektor konstruksi justru mengalami kontraksi di angka -4,14%, menjadi catatan penting dalam evaluasi pembangunan.

Tak hanya ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan perbaikan signifikan. Per September 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 6,89%. Jumlah penduduk miskin tersisa 261,25 ribu orang. Angka ini turun sekitar 9,69 ribu orang dibanding Maret 2025.

Sementara itu, tingkat ketimpangan (Gini Ratio) Jambi tercatat 0,291, jauh lebih baik dari rata-rata nasional 0,363. Untuk kondisi makro lainnya, inflasi Jambi relatif terkendali.

Pada Maret 2026, Inflasi bulanan (m-to-m), 0,14%. Inflasi tahunan (y-on-y) 3,55%.

Ini menunjukkan stabilitas harga yang cukup terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.

Dari sisi ketenagakerjaan, tren juga menunjukkan perbaikan. Jumlah pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 tercatat sekitar 79,22 ribu orang, dengan tren penurunan dibanding periode sebelumnya.

Sementara jumlah angkatan kerja mencapai 1,94 juta orang, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat.

Ketua TAG Jambi, Ir. H. Syahrasaddin, menegaskan bahwa paparan Gubernur ini menjadi dasar penting dalam merumuskan arah kebijakan ke depan.

“Data ini menjadi pijakan penting. Kita melihat ada tren positif, tapi juga ada sektor yang perlu perhatian serius seperti energi dan konstruksi. Di sinilah peran TAG untuk memberikan rekomendasi strategis berbasis data,” ujarnya.

Ia menekankan, keberadaan TAG harus mampu menghubungkan antara capaian makro dengan realitas di lapangan.

“Kita ingin pertumbuhan ini tidak hanya berhenti pada angka, tapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.(*)

BeritaSatu Network