Wow! Anggaran Seragam TK di Batang Hari Capai Rp 4 M, Guru Honorer Harap Sabar

WIB
ist

Batang Hari - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Hari menyiapkan anggaran fantastis untuk pengadaan seragam siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD pada tahun anggaran 2026. Nilainya tak main-main, tembus lebih dari Rp 4 miliar! Di tengah kucuran dana jumbo untuk barang fisik ini, para guru honorer tampaknya masih harus terus bersabar.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 66496801, proyek bertajuk "Pengadaan Seragam Siswa/i TK/PAUD" ini disiapkan dengan total pagu anggaran mencapai Rp 4.027.172.130.

Dana mentereng tersebut bakal disulap menjadi 17.946 paket perlengkapan sekolah gratis bagi anak-anak usia dini di wilayah Batang Hari. Berikut adalah rincian detail barang yang akan dibeli oleh Disdikbud Batang Hari:

  • Seragam TK/PAUD: 5.982 Stel (Spesifikasi: Bahan atasan Oxford, bawahan Potensha, motif polos).
  • Tas Sekolah PAUD/TK: 5.982 Pcs.
  • Sepatu Sekolah PAUD/TK: 5.982 Pasang (Spesifikasi: Warna hitam, model Velcro, bahan Upper Knitting).

Untuk proses tendernya, proyek ini akan menggunakan metode E-Purchasing. Pemerintah menetapkan bahwa pengadaan ini wajib menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) dan memberdayakan Usaha Kecil/Koperasi lokal.

Tahapan pemilihan penyedia atau pihak ketiga dijadwalkan akan dimulai pada Maret hingga Mei 2026. Setelah pemenang didapatkan, pelaksanaan kontrak dan pendistribusian barang ditargetkan berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus 2026, sehingga barang sudah bisa dimanfaatkan penuh hingga Desember 2026.

Langkah Pemkab Batang Hari membagikan seragam, tas, dan sepatu gratis ini tentu menjadi angin segar yang meringankan beban ribuan orang tua murid.

Namun di sisi lain, gelontoran dana Rp 4 miliar yang mengalir deras untuk proyek pengadaan barang ini seolah menjadi ironi jika disandingkan dengan nasib para pahlawan tanpa tanda jasa. Di saat pemerintah daerah mampu merogoh kocek miliaran untuk seragam, kesejahteraan guru honorer seringkali masih tertatih-tatih dan jauh dari kata layak.

Jadi, untuk para guru honorer, harap sabar ya!

BeritaSatu Network