Graha Mulia Utama Eksekusi Alat Peraga SMP Rp 1,05 Miliar Disdikbud Batang Hari

WIB
ist

Batang Hari - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Hari kembali mengucurkan dana fantastis demi mendongkrak kualitas fasilitas pendidikan di Tahun Anggaran 2026. Kali ini, dana senilai lebih dari Rp 1 Miliar disiapkan khusus untuk memborong alat peraga bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berdasarkan penelusuran data pengadaan terbaru, proyek bernama Pengadaan Alat Praga Komprehensif dan Informatif SMP (Kode RUP: 65484063) ini resmi jatuh ke tangan perusahaan penyedia GRAHA MULIA UTAMA.

Melalui mekanisme transaksi digital E-Purchasing di platform E-Katalog 6.0, Disdikbud Batanghari dan Graha Mulia Utama menyepakati nilai kontrak sebesar Rp 1.057.499.991 (Rp 1,05 Miliar). Angka ini dieksekusi dari total pagu APBD 2026 yang disiapkan sebesar Rp 1.065.000.000. Status proyek saat ini on proces.

Lalu, apa saja rincian barang yang harus disuplai dengan dana satu miliar rupiah ini?

1. Rincian 15 Paket Alat Peraga IPA

Merujuk pada spesifikasi detail pekerjaan, Graha Mulia Utama ditugaskan untuk mengadakan sebanyak 15 volume/paket alat peraga edukasi. Spesifikasi alat bantu ajar ini difokuskan pada pemahaman ilmu sains dasar, yang meliputi:

  • Alat IPA Fisika Permainan
  • Carta Biologi Informatif A
  • Carta Biologi Informatif B

2. Wajib Produk Lokal

Meski bernilai miliaran, proyek ini sangat memprioritaskan industri lokal. Disdikbud Batanghari menetapkan syarat wajib pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN) dan membuka ruang bagi para pelaku Usaha Kecil/Koperasi dalam eksekusi barangnya.

3. Target Rampung Juni 2026

Saat ini, proyek di sistem LPSE tercatat masih berstatus ON PROCESS. Berdasarkan kalender kerja, tahapan pemilihan penyedia telah dilakukan sejak Februari hingga Maret 2026. Selanjutnya, pihak Graha Mulia Utama diberi waktu untuk melaksanakan kontrak kerja dan mendistribusikan alat peraga ini mulai Maret 2026 hingga batas akhir pada Juni 2026.

Kucuran dana Rp 1,05 Miliar untuk alat peraga fisika dan biologi ini tentu menjadi angin segar bagi metode pembelajaran interaktif di tingkat SMP se-Kabupaten Batanghari.

Meski begitu, masyarakat dan pihak sekolah diimbau untuk ikut mengawasi proses distribusi 15 paket alat peraga ini. Jangan sampai alat peraga senilai miliaran rupiah ini telat tiba di sekolah atau spesifikasinya tak sesuai dengan kebutuhan belajar para siswa!(*)

BeritaSatu Network