Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi bergerak cepat mengamankan peluang investasi besar di sektor perkebunan. Pada Kamis (9/4/2026), Tenaga Ahli Gubernur Jambi bersama BAPPEDA menggelar rapat maraton guna membahas percepatan hilirisasi kelapa dalam yang menjadi komoditas unggulan daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan BAPPEDA Provinsi Jambi ini bukan sekadar rapat biasa. Pasalnya, Jambi kedatangan calon investor potensial asal Jerman, Dr. Wallat, serta Tim Expert dari Roemah Kelapa Indonesia.
Agenda utama yang dibahas adalah peluang pengembangan industri pengolahan kelapa terintegrasi yang bernilai tambah tinggi.
Tenaga Ahli Gubernur Jambi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi "Jambi Mantap" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hilirisasi menjadi kunci agar petani kelapa di Jambi, khususnya di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga produk turunan yang laku di pasar global.
"Kehadiran Dr. Wallat dan tim expert dari Jerman ini adalah momentum emas bagi daerah kita. Kami di jajaran tim Tenaga Ahli Gubernur Jambi berkomitmen penuh untuk mengawal percepatan investasi ini dari hulu ke hilir. Kita ingin memastikan agar rencana hilirisasi di Kawasan Industri Kemingking ini tidak hanya berhenti pada tahap feasibility study atau di atas kertas saja, tetapi segera terealisasi menjadi pendorong utama ekonomi daerah," tegas Dr. Ridwansyah, Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur Jambi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa target utama dari eksekusi proyek hilirisasi ini bermuara pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur melalui visi Jambi Mantap, fokus utama kita adalah menaikkan nilai tambah kelapa dalam. Jika pabrik pengolahan terintegrasi ini beroperasi, yang paling diuntungkan adalah ribuan petani kita di sentra-sentra perkebunan. Rantai pasok akan menjadi lebih efisien dan harga jual kelapa di tingkat petani pasti akan jauh lebih kompetitif dan stabil," ungkapnya.
"Tugas kami di tim Tenaga Ahli adalah menjembatani dan memastikan sinergi lintas sektoral ini berjalan mulus, mulai dari perencanaan di Bappeda, kesiapan infrastruktur kawasan, hingga jaminan kemudahan regulasi bagi investor. Lewat pertemuan ini, kami ingin membuktikan kepada dunia usaha bahwa Jambi sangat terbuka, aman untuk berinvestasi, dan siap menjadi episentrum hilirisasi kelapa berskala global," pungkas Dr. Ridwansyah.
Lantas, sejauh mana potensi kelapa di Jambi yang membuat investor asing kepincut? Berikut rinciannya:
1. Fokus di Kawasan Industri Kemingking
Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan Kawasan Industri Kemingking (KIK) sebagai pusat hilirisasi kelapa. Dalam paparan investasinya, kawasan ini dirancang memiliki infrastruktur pendukung yang lengkap, mulai dari jalan, pembangkit listrik, hingga fasilitas pengolahan air bersih (WTP). Untuk industri kelapa dalam sendiri, tersedia lahan khusus seluas 156.000 meter persegi di dalam kawasan tersebut.
2. Strategi Menekan Angka Kemiskinan
Proyek hilirisasi ini tidak hanya soal pabrik, tetapi juga misi sosial. Berdasarkan data ekonomi makro yang dipaparkan, Pemprov Jambi menargetkan penurunan angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 7,19% (Maret 2025). Dengan hadirnya industri pengolahan, diharapkan tercipta lapangan kerja massal serta peningkatan harga jual kelapa di tingkat petani secara signifikan.
3. Gandeng Pakar Internasional
Kehadiran Dr. Wallat dan Roemah Kelapa Indonesia menjadi bukti bahwa standar industri yang akan dibangun adalah standar global. Kerja sama ini mencakup pertukaran teknologi pengolahan kelapa yang efisien dan ramah lingkungan, mulai dari pengolahan daging kelapa, tempurung, hingga sabutnya menjadi produk bernilai ekspor.
Pertemuan strategis ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang terukur, termasuk penyusunan kajian kelayakan (feasibility study) dan percepatan izin investasi. Investor Jerman, Dr. Wallat, menyambut positif kesiapan Pemprov Jambi dalam menyediakan kawasan industri yang terintegrasi.
Dengan sinergi antara pemerintah, investor, dan akademisi, hilirisasi kelapa bukan lagi sekadar wacana. Jika berjalan mulus, Jambi diprediksi akan menjadi pemain utama industri kelapa dunia, sekaligus memberikan dampak langsung pada kesejahteraan ribuan petani kelapa di Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)