Makmur Mandiri Medika Garap Proyek Alkes Pustu Batang Hari Senilai Rp 1,5 M

WIB
ist

Batanghari - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari melalui Dinas Kesehatan terus mengebut peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa pada Tahun Anggaran 2026. Hal ini dibuktikan dengan kucuran dana miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk memborong alat kedokteran umum.

Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemkab Batanghari, proyek dengan nomenklatur Belanja Modal Alat Kedokteran Umum DAU (Pustu Set) ini awalnya disiapkan dengan total pagu Rp 1.516.459.110.

Dari proses pengadaan, proyek alat kesehatan bernilai jumbo ini resmi digarap oleh pihak penyedia jasa MAKMUR MANDIRI MEDIKA, dengan nilai kesepakatan kontrak sebesar Rp 1.516.038.000 (Rp 1,51 Miliar).

Lantas, peralatan medis apa saja yang dibeli dengan dana Rp 1,51 miliar tersebut?

Merujuk pada spesifikasi RUP, Dinas Kesehatan Batanghari mengalokasikan dana ini untuk memborong 15 Paket Pustu Set. Setiap paketnya berisi perlengkapan fasilitas medis standar yang sangat krusial, di antaranya:

  • Tempat tidur periksa pasien lengkap dengan foot step
  • Kursi roda berbahan stainless
  • Lampu periksa dan standar infus (tiang)
  • Trolley instrument dan lemari obat
  • Peralatan pemeriksaan (examination tools) dan autoclave ozone
  • Trolley oksigen lengkap dengan tabung oksigen berkapasitas 6 M3
  • Safety box, dan sejumlah alat medis pendukung lainnya.

Mengingat pentingnya ketersediaan alat medis ini, Dinas Kesehatan Batanghari mengeksekusinya tanpa melalui lelang tender konvensional. Pengadaan barang dilakukan secara cepat melalui metode E-Purchasing pada platform digital E-Katalog 6.0. Saat ini, status paket tersebut tercatat sedang berjalan atau ON PROCESS.

Menariknya, dokumen pengadaan tersebut mensyaratkan secara tegas agar alat kesehatan yang disuplai berstatus Produk Dalam Negeri (PDN) dan memprioritaskan keterlibatan Usaha Kecil atau Koperasi.

Proses pemilihan penyedia dan penandatanganan kontrak ini telah dikebut sejak awal tahun, yakni Januari hingga Februari 2026. Sementara untuk pemanfaatan barang dan pendistribusian 15 paket alkes ini ke sejumlah Pustu di Batanghari akan berlangsung efektif hingga Desember 2026.

Dengan masuknya ribuan fasilitas medis baru ini, warga Batanghari tentu menaruh harapan besar agar pelayanan kesehatan di pelosok desa semakin prima dan memadai.(*)

BeritaSatu Network