Merangin - Ajang Diskusi Rabuan Roadshow (DRR) Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi yang digelar di Kabupaten Merangin pada Rabu (6/5/2026) langsung membuahkan usulan infrastruktur kelas berat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun secara formal mendesak Gubernur Jambi Al Haris untuk segera mengeksekusi pembukaan dua akses jalan strategis lintas kabupaten.
Usulan krusial ini disuarakan oleh Bupati Sarolangun Hurmin, yang diwakili secara langsung oleh Asisten II Setda Sarolangun, Dedy Hendri, di hadapan jajaran Pemkab Merangin dan para pakar TAG Jambi.
Dua usulan prioritas tersebut adalah:
Pembukaan akses jalan dari Muara Talang (Kecamatan Batang Asai, Sarolangun) tembus ke Jangkat (Merangin).
Prioritas perbaikan akses jalan dari Simpang Margoyoso menuju Simpang Pauh melalui kawasan Air Hitam.
"Ini adalah usulan prioritas Bapak Bupati untuk membuka produktivitas dan akselerasi antarwilayah. Kami berharap usulan ini bisa segera diwujudkan oleh Bapak Gubernur melalui kajian kawan-kawan Tenaga Ahli Gubernur," tegas Dedy Hendri dalam forum tersebut.
Usulan Pemkab Sarolangun ini bukan tanpa alasan. Jika dibedah dari sisi geografis dan potensi ekonomi daerah, pembukaan dua koridor ini akan menjadi game changer (pengubah keadaan) bagi lanskap ekonomi Jambi wilayah barat:
- Urat Nadi Batang Asai - Jangkat:
Secara geografis, Batang Asai di Sarolangun dan Jangkat di Merangin adalah dua wilayah dataran tinggi yang saling bersebelahan, namun terisolasi satu sama lain karena ketiadaan infrastruktur jalan yang memadai. Jangkat adalah "surga" hortikultura, lumbung sayur-mayur, kopi, dan destinasi wisata andalan Jambi. Di sisi lain, Batang Asai memiliki kekayaan alam dan komoditas pertanian yang tak kalah besar.
Jika akses Muara Talang - Jangkat tersambung, ini akan memangkas waktu tempuh secara drastis, menurunkan biaya logistik, dan menciptakan pasar baru. Sayur dari Jangkat bisa langsung membanjiri pasar Sarolangun tanpa harus memutar jauh, menggerakkan roda ekonomi ribuan petani di kedua wilayah. - Jalur Logistik Margoyoso - Pauh via Air Hitam:
Kawasan Margoyoso hingga Air Hitam dan Pauh adalah wilayah dengan hamparan perkebunan kelapa sawit dan karet yang masif. Selama ini, distribusi hasil bumi sering terkendala rute yang memutar. Tembusnya jalan dari Simpang Margoyoso ke Simpang Pauh akan mempercepat rantai pasok (hilirisasi) hasil perkebunan menuju pabrik dan pusat distribusi utama, sekaligus memajukan desa-desa di sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).
Usulan cerdas dari Sarolangun ini langsung disambut antusias oleh tuan rumah. Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein, menyebut pembukaan akses Batang Asai - Jangkat akan memberikan multiplier effect (efek ganda) yang luar biasa bagi perekonomian Merangin.

"Kami sangat mendukung penuh usulan Pemkab Sarolangun ini. Akses Batang Asai tembus ke Jangkat ini adalah mimpi lama yang harus direalisasikan. Bagi Merangin, ini adalah angin segar. Jangkat itu lumbung pangan kita. Kalau akses ke Sarolangun terbuka lebar, mobilitas barang dan orang akan melonjak drastis, dan yang paling diuntungkan adalah para petani kita karena pasar mereka semakin luas," ungkap Wabup Khafid Moein bersemangat.
Merespons usulan konkret tersebut, Ketua TAG Jambi, Syahrasaddin, memastikan bahwa timnya tidak akan tinggal diam. Ia menilai usulan infrastruktur pembuka isolasi wilayah seperti inilah yang dicari dalam forum DRR.
"Usulan pembukaan jalan Muara Talang-Jangkat dan perbaikan jalan Margoyoso-Pauh ini sangat luar biasa dan berbobot. Ini menyangkut denyut nadi ekonomi dua kabupaten," ujar Syahrasaddin.
Ia berjanji TAG Jambi akan segera memproses usulan tersebut melalui kajian akademis dan teknis yang mendalam bersama jajaran pakar.
"Kami pastikan usulan ini tidak masuk laci. Akan kami kaji secara prioritas, baik dari sisi tata ruang, kelayakan ekonomi, maupun kesesuaian anggarannya. Hasil kajiannya akan kami susun secara resmi dan segera kami sampaikan langsung ke meja Bapak Gubernur Jambi sebagai rekomendasi kebijakan prioritas," pungkas Syahrasaddin.(*)