Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi secara resmi merilis indikator perkembangan ekonomi makro terbaru. Rilis data berkala ini memotret empat indikator krusial, meliputi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) periode Mei 2026, serta performa Ekspor-Impor dan Pariwisata untuk periode April 2026.
Secara garis besar, rapor ekonomi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menunjukkan tren performa perdagangan luar negeri yang menggeliat serta penguatan daya beli di tingkat produsen pertanian.
Pada Mei 2026, Provinsi Jambi mencatatkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,56 persen dengan posisi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 111,90. Berdasarkan wilayah pemantauan, inflasi y-on-y tertinggi melanda Muara Bungo yaitu mencapai 4,49 persen (IHK 113,78), sementara inflasi terendah terjadi di Kota Jambi sebesar 3,23 persen (IHK 110,92).
Inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin kenaikan tertinggi sebesar 7,20 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,04 persen. Sebaliknya, kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki justru mengalami deflasi atau penurunan indeks sebesar 4,20 persen.
Sementara itu, untuk tingkat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Mei 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,75 persen, dengan laju inflasi tahun berjalan atau year to date (y-to-d) berada di angka 1,27 persen.
Kabar positif datang dari perdesaan. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi, yang menjadi indikator utama untuk mengukur tingkat kemampuan atau daya beli petani, mengalami lonjakan signifikan sebesar 10,98 persen jika dibandingkan dengan periode Mei 2025 (y-on-y). Kenaikan ini mengindikasikan bahwa daya tukar (terms of trade) dari produk yang dihasilkan pertanian Jambi bernilai lebih tinggi dibanding barang/jasa yang mereka konsumsi serta biaya produksi yang harus dikeluarkan.
Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi pada Mei 2026 bertengger di angka 191,98 atau naik 1,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Penguatan daya beli ini terjadi di tengah kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,64 persen yang didorong oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Jambi pada periode April 2026 menunjukkan grafik yang sangat impresif. Nilai ekspor asal daerah ini melonjak tajam sebesar 68,29 persen secara bulanan, dari US122,14 juta pada Maret 2026 menjadi US205,55 juta pada April 2026.
Hingga April 2026, struktur ekspor Jambi masih didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu:
• Kelompok Industri: Berkontribusi terbesar sebanyak 51,99 persen.
• Kelompok Pertambangan: Menyumbang sebesar 43,08 persen.
• Kelompok Pertanian: Memberikan andil sebesar 4,93 persen.
Adapun lima negara yang menjadi pasar utama tujuan ekspor komoditas Jambi adalah Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan India.
Lompatan juga terjadi pada sektor impor Jambi April 2026 yang naik sebesar 194,41 persen menjadi US17,29 juta, dari bulan sebelumnya yang hanya US5,87 juta. Sektor mesin dan alat angkutan memegang porsi impor terbesar dengan kontribusi 70,20 persen. Transaksi impor ini utamanya berasal dari lima negara mitra, yakni Malaysia, Italia, Jepang, Tiongkok, dan Perancis.
Dari sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Provinsi Jambi pada April 2026 menyentuh angka 52,66 persen. Angka okupansi ini tercatat lebih tinggi dan mengalami perbaikan dibanding kondisi Maret 2026 yang berada di level 46,23 persen.
Meskipun tingkat keterisian kamar naik, total jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang sedikit terkoreksi tipis sebesar 1,63 persen, dari 54.985 orang pada Maret menjadi 54.088 orang pada April 2026.
BPS juga mencatat rasio tamu mancanegara (wisatawan asing) terhadap tamu nusantara pada April 2026 berada di angka 0,012. Hal ini mengindikasikan bahwa dari setiap 1.000 tamu yang memesan kamar hotel bintang di Jambi, terdapat 12 orang di antaranya yang merupakan pelancong internasional. Adapun untuk rata-rata lama waktu menginap keseluruhan tamu tercatat selama 1,76 hari. (*)