Perkuat Program Agamis, Maulana Salurkan Bantuan untuk Tiga Masjid di Kota Jambi

WIB
ist

JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat program keagamaan di tengah masyarakat.

Tidak hanya membangun jalan, drainase, fasilitas publik, dan infrastruktur kota, Pemkot Jambi juga memberi perhatian pada rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat.

Komitmen itu kembali ditunjukkan Wali Kota Jambi, Maulana, dengan menyerahkan bantuan operasional kepada tiga masjid di Kota Jambi, Kamis (18/6/2026) siang.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Kerja Wali Kota Jambi.

Tiga masjid yang menerima bantuan tersebut yakni Masjid Nurul Hikmah di RT 11 Kelurahan Tanjung Pinang, Masjid Jami Islamiyah di RT 15 Kelurahan Tambak Sari, serta Masjid Raudhatul Jannah di RT 24 Kelurahan Lebak Bandung.

Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp5 juta.

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp15 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan keagamaan, pembinaan umat, serta aktivitas sosial kemasyarakatan yang selama ini berlangsung di lingkungan masjid.

Bagi Maulana, masjid bukan hanya tempat ibadah.

Masjid adalah pusat pembinaan akhlak. Tempat anak-anak belajar Al-Qur’an. Tempat warga bermusyawarah. Tempat masyarakat membangun solidaritas sosial.

Karena itu, rumah ibadah harus terus diperkuat perannya.

Dalam keterangannya, Maulana menjelaskan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai kunjungan dan safari keagamaan yang rutin dilakukan Pemerintah Kota Jambi.

Kunjungan itu tidak hanya dilakukan ke masjid. Pemerintah juga hadir ke gereja, vihara, kelenteng, dan rumah ibadah lainnya.

Dari kunjungan tersebut, pemerintah melihat langsung kebutuhan yang masih dihadapi sejumlah rumah ibadah. Mulai dari pembangunan, renovasi, perbaikan fasilitas, hingga kebutuhan operasional kegiatan keagamaan.

“Kami rutin berkeliling melakukan berbagai kegiatan keagamaan, dan kami melihat masih ada rumah ibadah yang membutuhkan dukungan, baik dalam proses pembangunan maupun perbaikan fasilitas. Karena itu, pemerintah hadir untuk membantu sesuai kemampuan yang ada. Religi ini menjadi program prioritas yang sangat penting bagi Kota Jambi,” ujar Maulana.

Maulana mengatakan aspek agamis menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.

Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik, atau ketersediaan infrastruktur.

Pembangunan juga harus menyentuh sisi spiritual, moral, sosial, dan karakter masyarakat.

Kota yang maju harus ditopang masyarakat yang kuat secara nilai.

Karena itu, Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan kebijakan yang mendukung aktivitas keagamaan dan memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat.

Maulana juga menjelaskan, melalui Program Kartu Bahagia, Pemkot Jambi telah menghadirkan berbagai terobosan yang menyentuh langsung para pelayan keagamaan dari berbagai agama.

Salah satunya dengan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi petugas keagamaan.

Program ini menyasar mereka yang selama ini mengabdi di rumah ibadah dan menjadi bagian penting dalam pelayanan umat.

“Kami telah memfasilitasi petugas keagamaan dari berbagai tempat ibadah, baik masjid, gereja, kelenteng maupun rumah ibadah lainnya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ini bentuk perhatian pemerintah kepada mereka yang selama ini mengabdikan diri untuk pelayanan keagamaan,” jelasnya.

Maulana berharap bantuan yang diberikan kepada tiga masjid tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengurus.

Terutama untuk memperkuat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Menurutnya, generasi muda perlu terus didekatkan dengan nilai-nilai religius. Rumah ibadah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja agar tumbuh dengan akhlak yang baik.

Di tengah berbagai tantangan sosial saat ini, rumah ibadah menjadi salah satu benteng moral masyarakat.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga kegiatan-kegiatan keagamaan untuk mendidik umat di sekitar masjid dapat terus ditingkatkan, terutama dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai religius,” harap Maulana.

Penyaluran bantuan kepada rumah ibadah bukan kali pertama dilakukan Pemerintah Kota Jambi.

Program serupa telah berulang kali diberikan kepada berbagai rumah ibadah lintas agama sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga kehidupan beragama yang harmonis dan toleran.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan Kota Jambi tidak hanya berorientasi pada aspek fisik.

Ada pembangunan lain yang juga penting.

Yakni pembangunan spiritual, moral, kerukunan, dan kebersamaan warga.

Di tengah keberagaman masyarakat Kota Jambi, nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama menjadi modal sosial yang harus terus dijaga.

Melalui bantuan operasional rumah ibadah, Pemkot Jambi ingin memastikan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat terus berjalan dan semakin kuat.

Dari ruang kerja Wali Kota Jambi, pesan itu kembali ditegaskan: rumah ibadah harus hidup, umat harus terbina, dan pembangunan kota harus berjalan seimbang antara fisik dan spiritual.

Sebab Kota Jambi Bahagia bukan hanya kota yang tertata.

Tetapi juga kota yang masyarakatnya religius, rukun, peduli, dan saling menguatkan. (*)

BeritaSatu Network