Langkah strategis demi memutus tren penurunan prestasi olahraga di kancah nasional langsung diambil oleh jajaran Pengurus Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jambi. Induk organisasi olahraga tertinggi di Bumi Siginjai ini resmi menggelar pelatihan intensif bagi para pelatih dan asisten pelatih sebagai fondasi awal persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB-NTT-Jakarta.
Perhelatan berskala regional ini dipusatkan di Aula KONI Jambi selama dua hari berturut-turut, mulai 8 hingga 9 Juli 2026. Guna menyuntikkan ilmu metodologi olahraga modern, KONI Jambi memboyong narasumber kelas dunia, yakni Dr. Iwan Hermawan (Pelatih Fisik Nasional cabang Badminton dan Takraw) serta Dr. Greg Wilson (Konsultan Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga/Kemenpora RI).
Agenda ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, didampingi Wakil Ketua Umum KONI As Budianto, Sekretaris Umum Dr. Muhammad Ali, serta diikuti oleh puluhan arsitek taktik olahraga dari berbagai cabang.
Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, dalam sambutannya melontarkan evaluasi yang tajam dan jujur mengenai grafik perolehan medali kontingen Jambi pada ajang PON beberapa periode terakhir yang menunjukkan tren penurunan. Rapor merah tersebut dijadikan catatan kritis manajemen untuk merombak total sistem pembinaan atlet sejak dini.
"Kita harus berani jujur melihat evaluasi, tren posisi medali Jambi di arena PON terus menurun dari waktu ke waktu. Tren negatif ini harus kita hentikan sekarang juga. Di tengah keterbatasan anggaran yang kita hadapi, KONI Jambi tidak akan tinggal diam atau menyerah pada keadaan. Kami terus bergerak mandiri mencari formula dan membuat kegiatan-kegiatan taktis yang mendukung peningkatan prestasi olahraga," tegas Ketum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.
Lebih lanjut, AKBP Mat Sanusi menekankan bahwa kunci utama kebangkitan olahraga Jambi berada di tangan para pelatih yang mengawal langsung performa fisik atlet di lapangan.
"Keterbatasan finansial harus dilawan dengan lompatan kualitas ilmu kepelatihan. Jika pelatih kita memiliki standar ilmu fisik yang mumpuni setingkat nasional dan internasional, maka atlet yang dilahirkan pun akan memiliki daya saing global. Pelatihan ini adalah investasi otak demi melahirkan medali emas," tambah Mat Sanusi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Jambi sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, As Budianto, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti secara antusias oleh perwakilan pelatih dan asisten pelatih dari 54 Cabang Olahraga (Cabor) yang berada di bawah naungan resmi KONI Provinsi Jambi.
As Budianto menerangkan, dalam waktu dekat, KONI Jambi juga dihadapkan pada agenda terdekat yakni PON Bela Diri yang akan berlangsung di Sulawesi Utara (Sulut).
"Untuk persiapan menghadapi PON Bela Diri Sulut, akhir Juli ini kami akan segera mengadakan seleksi tahap ke-3 bagi para atlet dari 6 cabor prioritas. Selanjutnya, pada bulan Agustus, para atlet yang dinyatakan lolos seleksi akan langsung dimasukkan ke dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) intensif. Target jangka panjang dari pelatihan fisik hari ini adalah mengunci tiket sebanyak mungkin di BK PON 2027 dan mengamankan podium juara di PON 2028," papar As Budianto.
Gayung bersambut, langkah cepat KONI Jambi ini mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah daerah. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jambi, Novriadi, yang hadir memberikan arahannya meminta kepada seluruh peserta untuk serius dan tidak main-main dalam menyerap materi dari instruktur nasional.
Dispora Jambi memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus KONI Jambi yang tetap mampu mengeksekusi program-program pembinaan vital meskipun di tengah restriksi anggaran daerah.
"Pemerintah Provinsi melalui Dispora sangat mengapresiasi terobosan KONI Jambi yang konsisten mengupayakan peningkatan prestasi olahraga daerah. Karena ini adalah program persiapan berjenjang menuju PON, kami berharap seluruh pelatih serius. Aplikasikan ilmu sains olahraga dari para narasumber Kemenpora ini langsung ke dalam porsi latihan harian atlet kita di daerah," pungkas Novriadi. (*)