Sambut HUT RI ke-81, PTPN IV Regional IV Sebar 10 Tong Sampah di Destinasi Wisata Solsel

WIB
Ist

Solok Selatan — Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar punya pekerjaan yang terlihat sederhana tetapi penting: menjaga kawasan wisata tetap bersih ketika pengunjung berdatangan.

Sebanyak 10 unit tong sampah diserahkan Kebun Solok Selatan PTPN IV Regional IV kepada Pemkab Solok Selatan untuk ditempatkan di sejumlah kawasan wisata.

Bantuan diserahkan Manager Kebun Solok Selatan PTPN IV Regional IV Arih Mulyawan Bangun kepada Kepala Dinas Pariwisata, Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Solok Selatan Pamil Ruskamdani, Senin (10/8/2026).

Penyerahan turut disaksikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Hermanto Putra.

Pamil mengatakan momentum libur kemerdekaan biasanya membuat kawasan wisata di Solok Selatan lebih ramai.

Pengunjung datang bersama keluarga maupun rombongan dari berbagai daerah.

Aktivitas yang meningkat tentu membawa konsekuensi.

Sampah juga berpotensi bertambah.

Karena itu, fasilitas pembuangan sampah perlu tersedia di lokasi yang mudah dijangkau wisatawan.

“Alhamdulillah, terima kasih. Saat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81, kita harus tetap merasa merdeka dari pencemaran lingkungan dan sampah,” kata Pamil.

Menurutnya, menjaga lingkungan tetap bersih juga bisa dimaknai sebagai bagian dari mengisi kemerdekaan.

“Menjaga kelestarian dan keasrian lingkungan serta kebersihan merupakan bentuk mengisi kemerdekaan sesungguhnya,” ujarnya.

Pamil menilai bantuan tersebut datang pada momentum yang tepat.

Sepuluh tong sampah akan mendukung pengelolaan kebersihan di kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama masa libur.

“Bantuan 10 tong sampah dari PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar sangat membantu dan tepat waktu saat dibutuhkan,” kata Pamil.

Namun fasilitas saja tentu tidak cukup.

Pengunjung juga diminta ikut menjaga kebersihan.

“Kami harap juga pengunjung menjaga kebersihan dan membuang sampah di tempat yang telah disediakan,” ujarnya.

Manager Kebun Solok Selatan PTPN IV Regional IV Arih Mulyawan Bangun mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Program itu disebut masuk dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.

“Tong sampah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan,” kata Arih.

Menurut dia, sektor pariwisata juga memiliki hubungan langsung dengan perekonomian daerah.

Karena itu, menjaga kebersihan destinasi berarti ikut menjaga daya tarik kawasan wisata.

“Melalui anggaran Corporate Social Responsibility, kami ingin berbuat menjaga kebersihan daerah wisata yang merupakan salah satu pemasok pendapatan daerah,” ujarnya.

Tambahan 10 tong sampah tentu membantu.

Tetapi tantangan pengelolaan sampah tidak berhenti setelah fasilitas diletakkan.

Tong harus berada di titik yang strategis.

Sampah harus diangkut secara teratur.

Kapasitasnya harus disesuaikan dengan jumlah pengunjung.

Dan wisatawan sendiri harus disiplin menggunakannya.

Sebab destinasi bisa memiliki banyak tempat sampah, tetapi tetap kotor jika pengelolaannya tidak berjalan.

Sebaliknya, fasilitas yang sederhana bisa efektif apabila pengunjung dan petugas sama-sama menjaganya.

Bagi daerah yang mengandalkan destinasi wisata, kebersihan bukan masalah kecil.

Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pemandangan.

Mereka juga menilai kenyamanan.

Kebersihan.

Fasilitas.

Akses.

Hingga bagaimana kawasan dikelola.

Sampah yang berserakan dapat mengurangi pengalaman wisatawan sekaligus merusak lingkungan yang justru menjadi daya tarik utama.

Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah dengan perusahaan di sekitar wilayah operasional menjadi salah satu cara menambah dukungan terhadap fasilitas publik.

Peringatan 17 Agustus biasanya identik dengan bendera, perlombaan dan berbagai kegiatan masyarakat.

Di Solok Selatan, semangat itu coba diterjemahkan dengan cara lain.

Menjaga destinasi tetap bersih.

PTPN IV Regional IV menyediakan 10 tong sampah.

Pemkab menempatkannya di kawasan wisata.

Selanjutnya tugas terbesar berada pada pengelola dan pengunjung.

Sebab destinasi yang “kinclong” tidak lahir hanya karena ada tong sampah baru.

Ia baru terwujud ketika sampah benar-benar masuk ke tempatnya dan lingkungan tetap bersih setelah pengunjung pulang. (*)

BeritaSatu Network