Hj Ernawati Gas Aktivasi ISMI Daerah, Pagi Ini Prof Dr Jafar Ahmad Dilantik Ketua ISMI Kerinci, Hartono ISMI Sungai Penuh!

WIB
IST

KERINCI - Mesin organisasi Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi mulai digerakkan sampai ke kabupaten dan kota.

Setelah rangkaian agenda padat selama pulang kampung ke Jambi, Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. kini bergerak ke Kerinci.

Pagi ini, Minggu (23/8/2026), Ernawati dijadwalkan melantik dan mengukuhkan Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua ISMI Kabupaten Kerinci.

Jafar bukan nama baru di dunia akademik dan pelayanan publik Jambi.

Ia saat ini menjabat Rektor IAIN Kerinci periode 2025-2029. Jafar resmi memimpin kampus tersebut sejak dilantik Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 4 Februari 2025.

Pelantikan pengurus ISMI Kerinci dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB di Aula IAIN Kerinci.

Pada momentum yang sama, kepengurusan ISMI Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Hartono juga dijadwalkan ikut dikukuhkan.

Artinya, dalam satu pagi, dua mesin organisasi ISMI di wilayah paling barat Provinsi Jambi mulai diaktifkan sekaligus.

Dari Provinsi, Ernawati Mulai Turun ke Daerah

Langkah ke Kerinci menjadi fase baru bagi kepemimpinan Ernawati.

Setelah ISMI Provinsi Jambi menggelar Rakerwil I dan mulai menjalankan berbagai kegiatan sosial, fokus berikutnya diarahkan pada penguatan struktur kabupaten dan kota.

Bagi Ernawati, organisasi tidak cukup kuat hanya di tingkat provinsi.

Program ISMI baru bisa menyentuh masyarakat lebih luas jika kepengurusan di daerah aktif, mempunyai program dan mampu membaca kebutuhan wilayah masing-masing.

Kerinci dan Sungai Penuh menjadi salah satu titik awal aktivasi tersebut.

Pemilihan Kerinci juga cukup menarik.

Daerah ini mempunyai tradisi pendidikan yang panjang, jaringan akademisi yang kuat dan karakter sosial-budaya Melayu yang khas.

Kini figur yang dipercaya memimpin ISMI Kabupaten Kerinci adalah seorang rektor sekaligus akademisi ilmu politik.

Jafar Ahmad, Rektor yang Kini Pimpin ISMI Kerinci

Jafar Ahmad mempunyai perjalanan karier yang cukup panjang.

Ia merupakan doktor bidang Ilmu Politik dan saat ini menjadi Rektor IAIN Kerinci.

Dalam kepemimpinannya di kampus, Jafar dikenal mendorong percepatan transformasi akademik, riset dan kualitas sumber daya manusia.

Ketika resmi menjabat rektor pada 2025, Jafar menegaskan IAIN Kerinci harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kami akan mendorong inovasi, memperkuat sinergi, dan memastikan kampus ini menjadi pusat pendidikan Islam yang berkualitas serta berdaya saing,” kata Jafar dalam pernyataan saat awal kepemimpinannya di IAIN Kerinci.

Semangat sinergi tersebut kini mendapatkan ruang baru melalui ISMI.

Jafar tidak hanya memimpin kampus.

Ia akan memimpin jaringan sarjana Melayu di Kabupaten Kerinci.

Dengan posisi tersebut, ISMI Kerinci mempunyai peluang mempertemukan akademisi, profesional, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan pemerintah daerah dalam satu ruang organisasi.

Kampus IAIN Jadi Titik Start

Ada simbol tersendiri dari pilihan lokasi pelantikan.

Pengurus ISMI Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak dikukuhkan di hotel.

Pelantikannya dijadwalkan berlangsung di Aula IAIN Kerinci.

Kampus menjadi titik awal.

Ini selaras dengan identitas ISMI sebagai organisasi yang basis utamanya adalah kaum sarjana dan intelektual Melayu.

Jafar sendiri belakangan terus mendorong agar perguruan tinggi tidak berjalan jauh dari perubahan kebutuhan masyarakat.

IAIN Kerinci, misalnya, sedang melakukan penyesuaian kurikulum agar lebih relevan terhadap dunia kerja, teknologi hingga perubahan besar akibat kecerdasan buatan atau AI. Jafar sebelumnya mengatakan pendidikan tidak boleh berhenti pada transfer ilmu, melainkan harus membentuk kompetensi untuk hidup, bekerja dan berkompetisi di dunia yang berubah.

Pendekatan seperti inilah yang berpotensi dibawa ke ISMI Kerinci.

Fahmi Rasid: ISMI Harus Jadi Rumah Sarjana untuk Mengabdi

Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP. juga menempatkan penguatan kepengurusan daerah sebagai bagian penting dari gerakan organisasi.

Fahmi selama ini menekankan bahwa ISMI tidak boleh hanya menjadi wadah untuk menunjukkan gelar akademik.

Dalam tulisannya mengenai arah ISMI Jambi, Fahmi menyebut organisasi tersebut harus menjadi tempat para sarjana menggunakan ilmu untuk masyarakat.

“ISMI ingin menjadi rumah besar bagi para sarjana Melayu untuk berpikir, berkarya, berinovasi, dan mengabdi,” tulis Fahmi.

Menurut gagasan Fahmi, ISMI juga harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah, menjaga marwah budaya Melayu sekaligus menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Pelantikan dua kepengurusan sekaligus di Kerinci menjadi langkah konkret untuk memperluas rumah besar tersebut.

Setelah Provinsi Jambi bergerak, kabupaten dan kota kini menyusul.

Bukan Hanya Pelantikan, Siang Langsung Turun ke Masyarakat

Agenda Ernawati di Kerinci tidak selesai seusai prosesi pelantikan.

Siang harinya, Ketua ISMI Jambi tersebut dijadwalkan mengunjungi rumah tahfiz.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada kaum dhuafa, warga miskin ekstrem dan anak yatim.

Pola ini bukan kali pertama dilakukan Ernawati.

Dalam beberapa agenda ISMI sebelumnya, kegiatan organisasi dan sosial memang sengaja dirangkaikan.

Struktur dibangun.

Pengurus dilantik.

Tetapi setelah itu organisasi diminta langsung menyentuh masyarakat.

Kerinci pun mendapat pola yang sama.

Pagi hari membangun struktur organisasi.

Siangnya turun ke rumah tahfiz dan masyarakat kurang mampu.

Aktivasi ISMI Kabupaten/Kota Dimulai

Pelantikan Jafar Ahmad dan Hartono membawa tantangan berikutnya.

Setelah SK diserahkan dan kepengurusan dikukuhkan, ukuran keberhasilannya bukan lagi banyaknya nama di dalam struktur.

Yang diuji adalah apakah ISMI Kerinci dan Sungai Penuh bisa menghasilkan program.

Apakah jaringan sarjananya bergerak.

Apakah ilmu yang dimiliki anggotanya bisa digunakan menjawab persoalan pendidikan, ekonomi, budaya dan sosial di daerah.

Dengan Jafar Ahmad di Kerinci dan Hartono di Sungai Penuh, Ernawati mulai membangun simpul baru kekuatan organisasi.

Bagi ISMI Provinsi Jambi, agenda Minggu pagi itu menjadi lebih dari sekadar seremoni pelantikan.

Ini menjadi tanda bahwa setelah menghidupkan mesin di provinsi, Hj Ernawati mulai menyalakan mesinnya satu per satu di kabupaten dan kota.

Dan Kerinci menjadi salah satu titik pertamanya. (*)

BeritaSatu Network