Kerinci - Mesin organisasi Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh mulai bergerak.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. resmi melantik kepengurusan ISMI Kabupaten Kerinci dan ISMI Kota Sungai Penuh secara serentak, Minggu (23/8/2026).
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian atau pengukuhan struktur organisasi.
Ernawati langsung membawa sejumlah agenda yang ingin dikerjakan: pemberdayaan ekonomi, perhatian terhadap anak yatim dan dhuafa, perlindungan generasi muda hingga pencegahan narkoba dan kenakalan remaja.
“Program ISMI lebih banyak mengarahkan kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim piatu. ISMI harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Ernawati.
Tokoh Daerah Hadiri Pelantikan
Pelantikan dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh daerah.
Bupati Kerinci Monadi hadir dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kerinci Boy Edwar dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kerinci dr Surmila Apri Yulisa.
Jajaran Forkopimda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga terlihat dalam acara.
Salah satu tokoh yang hadir adalah mantan Wali Kota Sungai Penuh dua periode Prof Dr H Asafri Jaya Bakri, M.A.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pelantikan tidak hanya menjadi agenda internal ISMI, tetapi sekaligus ruang konsolidasi dengan pemerintah dan tokoh masyarakat.

Prof Jafar Pimpin ISMI Kerinci
Kepengurusan ISMI Kabupaten Kerinci kini dipimpin Prof Dr H Jafar Ahmad.
Dalam sambutannya, Jafar memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah sosial yang dilakukan Ernawati.
Ia menilai Ketua ISMI Provinsi Jambi tersebut memiliki perhatian kuat terhadap kegiatan kemasyarakatan.
Salah satu yang disorot Jafar adalah kontribusi sosial Ernawati dalam membantu pembangunan kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai eks lokalisasi Payo Sigadung.
“Gerakan sosial semacam itu menunjukkan bahwa organisasi dan tokoh masyarakat dapat mengambil peran nyata dalam mengubah kawasan serta memberikan harapan baru bagi masyarakat,” kata Jafar.
Pernyataan tersebut disampaikan Jafar sebagai penilaian terhadap kiprah sosial Ernawati.
Ernawati: ISMI Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Ernawati ingin organisasi yang dipimpinnya tidak terjebak menjadi wadah yang hanya aktif dalam forum formal.
Menurutnya, ISMI memang memiliki dimensi intelektual, budaya dan ekonomi.
Namun itu belum cukup.
Organisasi harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, kegiatan sosial menjadi salah satu fokus yang terus ditekankan.
“Program ISMI lebih banyak mengarahkan kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim piatu,” katanya.
Ia kemudian menegaskan:
“ISMI harus hadir di tengah-tengah masyarakat.”

Anak Yatim dan Dhuafa Jadi Fokus
Perhatian kepada anak yatim menjadi salah satu program yang beberapa kali didorong Ernawati.
ISMI ingin pendekatan terhadap anak yatim dan kelompok dhuafa tidak hanya dilakukan melalui bantuan sesaat.
Kondisi mereka ingin dipetakan.
Mulai dari pendidikan, kebutuhan dasar hingga persoalan sosial yang dihadapi.
Dengan pola tersebut, organisasi berharap bantuan dapat diberikan lebih terarah.
Bukan hanya ketika ada momentum tertentu.
Tetapi menjadi program yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ernawati Ingatkan Bahaya Narkoba
Dari persoalan sosial, Ernawati kemudian berbicara mengenai generasi muda.
Ia menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, generasi penerus harus dijaga agar tidak kehilangan masa depan akibat narkotika dan perilaku menyimpang lainnya.
“Generasi kita harus kita jaga. Jangan sampai mereka terjerumus narkoba yang bisa merusak masa depan,” tegasnya.
Bagi Ernawati, persoalan tersebut tidak dapat hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Keluarga.
Sekolah.
Tokoh agama.
Tokoh masyarakat.
Organisasi kemasyarakatan.
Semuanya mempunyai ruang untuk ikut melakukan pencegahan.
Kenakalan Remaja Ikut Masuk Agenda
ISMI juga ingin mengambil bagian dalam persoalan kenakalan remaja.
Ernawati melihat tantangan generasi muda semakin kompleks.
Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan ketika masalah sudah terjadi.
Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sebelumnya, Ernawati juga berkali-kali mendorong penguatan pendidikan agama, menghidupkan masjid dan pembinaan generasi muda sebagai benteng sosial.
Dalam pelantikan di Kerinci, isu perlindungan generasi tersebut kembali ditegaskan.
Ingin Kumpulkan Forum Masyarakat se-Jambi
Ada agenda besar lain yang disampaikan Ernawati.
ISMI Provinsi Jambi ingin mempertemukan berbagai forum dan elemen masyarakat dalam satu gerakan bersama.
Tujuannya adalah memperluas kolaborasi pembangunan.
“ISMI akan mengumpulkan seluruh forum masyarakat Provinsi Jambi untuk bersama-sama membangun Provinsi Jambi,” ujar Ernawati.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Organisasi masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, dibutuhkan titik temu.
“Kita ingin bergerak bersama, termasuk mencegah kenakalan remaja dan persoalan sosial lainnya,” katanya.

Pembangunan Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Pesan kolaborasi menjadi salah satu benang merah pelantikan tersebut.
Ernawati ingin ISMI menempatkan diri sebagai mitra.
Bukan pesaing pemerintah.
Bukan pula organisasi yang hanya muncul ketika ada acara.
ISMI diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan sarjana, pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, perempuan dan generasi muda.
Setiap unsur memiliki kemampuan berbeda.
Jika dipertemukan, menurut Ernawati, kekuatan tersebut dapat diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

Perempuan dan Ekonomi Juga Diperkuat
Selain agenda sosial dan perlindungan generasi muda, Ernawati ingin struktur ISMI di daerah ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian.
Terutama perempuan yang mengembangkan usaha mikro dan kecil.
ISMI diharapkan dapat membantu membuka jaringan, promosi dan peluang pengembangan usaha.
Kemandirian ekonomi dipandang berhubungan langsung dengan ketahanan keluarga.
Ketika ekonomi rumah tangga lebih kuat, masyarakat juga mempunyai daya tahan lebih baik menghadapi berbagai persoalan sosial.
Struktur Baru, Tantangan Baru
Dengan dilantiknya pengurus Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, jaringan ISMI Provinsi Jambi bertambah kuat di wilayah barat provinsi.
Namun pelantikan juga membawa tanggung jawab.
Struktur sudah terbentuk.
Ketua sudah dilantik.
Pengurus sudah mendapatkan mandat.
Tahap berikutnya adalah membuktikan bahwa organisasi mampu bergerak.
Bagi Ernawati, ukuran organisasi bukan seberapa meriah pelantikannya.
Tetapi seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah acara selesai.
Dari Pelantikan Menuju Gerakan
Minggu itu, ISMI Kerinci dan Sungai Penuh resmi mendapatkan struktur kepengurusan baru.
Tetapi Ernawati ingin momentum tersebut menjadi awal, bukan akhir.
Anak yatim menunggu perhatian.
Kaum dhuafa membutuhkan pendampingan.
Perempuan membutuhkan akses ekonomi.
Generasi muda menghadapi ancaman narkoba dan berbagai persoalan sosial.
Dan pembangunan daerah membutuhkan semakin banyak pihak yang mau ikut bekerja.
Karena itu, Ernawati membawa satu pesan besar dari pelantikan tersebut:
ISMI tidak boleh berhenti pada nama dan struktur. Organisasi para sarjana Melayu itu harus turun ke masyarakat, membangun kolaborasi, menjaga generasi muda dan mengubah ilmu menjadi gerakan yang nyata.(*)

