jalan khusus batu bara Jambi

DBH Batu Bara Jambi Tembus 100 Persen

Jambi - Langkah taktis Gubernur Jambi, Al Haris, dalam menata tata kelola tambang batu bara patut diacungi jempol. Tidak hanya sukses mengoptimalkan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Al Haris juga membuktikan komitmennya pasang badan untuk memecahkan persoalan angkutan batu bara demi kenyamanan warga Jambi.

Berkat pengawalan ketat Pemprov Jambi, sektor 'emas hitam' ini sukses menyumbang penerimaan sebesar Rp 112 miliar sepanjang tahun anggaran 2025.

Didemo dan Ditolak, Ternyata PT SAS Satu-satunya Pemegang IUP yang Bangun Jalan Khusus di Jambi

JAMBI - Hampir 70 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif di Provinsi Jambi dan ternyata hanya PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) yang bersedia membangun jalan khusus batubara.

Mengutip dari akun sosial media resminya, PT SAS menyatakan bahwa perusahaan mereka bukanlah perusahaan stockpile seperti narasi-narasi yang banyak berkembang selama ini.

Guru Besar UNJA Prof Haryadi Angkat Bicara Soal Jalan Khusus Batu Bara

JAMBI - Prof Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (UNJA) angkat bicara soal jalan khusus batu bara yang kini sedang gencar didorong penyelesaiannya oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

“Tujuannya jelas, memperlancar arus logistik tambang dan menghindari kerusakan jalan umum akibat aktivitas truk tambang,” ujarnya. Ia juga mengamati ada dua investor yang saat ini terlihat serius membangun jalan khusus di Provinsi Jambi, yaitu perusahaan tambang PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) dan PT Inti Bangun Sarana (IBS).

Dr Fahmi Rasid : Jika Lambat Jalan Khusus Diselesaikan, Semua Pihak Akan Dirugikan

Ekonom sekaligus Sekretaris PUSDIKLAT Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Dr Fahmi Rasid mengatakan, jika lambat jalan khusus batu bara diselesaikan, maka semua pihak akan dirugikan.

Kerugian itu bisa menyerang ke berbagai arah, mulai dari beban jalan umum yang akan tetap tinggi, biaya logistik tidak efisien, dan potensi pendapatan daerah yang tertunda.