Adat Melayu Jambi

Hj Ernawati Kumpulkan Kader ISMI se-Jambi: Saatnya Sarjana Melayu Turun Tangan

JAMBI - Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi yang berlangsung di Hotel BW Luxury, Kota Jambi, Rabu (19/8/2026), bukan sekadar forum menyusun daftar program kerja.

Ketua PW ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., membawa pesan lebih jauh: organisasi para sarjana Melayu itu harus bergerak keluar dari ruang-ruang seremoni dan hadir langsung menjawab persoalan masyarakat.

Pesannya cukup tegas.

ISMI jangan hanya menjadi tempat berkumpulnya para sarjana.

JBC Sambut Hari Adat Melayu Jambi 2026, Tegaskan Peran sebagai Pusat Bisnis Baru yang Tumbuhkan UMKM dan Jaga Adat Melayu

JAMBI — Manajemen Jambi Business Center (JBC) menyampaikan ucapan selamat Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026.

Peringatan Hari Adat Melayu Jambi tahun ini berlangsung pada 10–16 Juni 2026.

Momentum ini menjadi ajakan untuk kembali meneguhkan identitas, adat, adab, dan kebanggaan sebagai masyarakat Melayu Jambi.

Komisaris JBC, Syahrasaddin, mengatakan Hari Adat Melayu Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Melayu dalam kehidupan masyarakat.

Naik Rumah Nan Gedang, Warga Antar Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun ke Rumah Dinas dengan Adat Melayu

Udara Sarolangun hari itu, Sabtu 12 April 2025, terasa lebih lembut dari biasanya. Langit cerah seolah ikut menyambut prosesi yang tak sekadar seremonial. Di tanah yang dikenal sebagai sepucuk adat serumpun pseko, rakyat berjalan beriringan. Mereka tak sekadar mengantar pejabat. Mereka mengantarkan raja ke rumahnya.

Mantan Kepala Desa Jati Belarik, Mursalin, Beralih Dukung Aspan Tono: Kecewa dengan Sikap ARB yang Tak Patuh Adat

Tebo – Mantan Kepala Desa Jati Belarik, Mursalin, mengambil keputusan tegas pada Minggu (13/10), menyatakan dirinya keluar dari Tim Sahabat Agus Nazar dan beralih mendukung pasangan Aspan-Tono. Tak hanya itu, Mursalin juga meninggalkan posisinya sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) Sumay dalam tim pemenangan Agus Nazar. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena kekecewaannya terhadap sikap ARB (Agus Nazar) yang dianggapnya tidak menghormati adat dan budaya setempat.