JBC Sambut Hari Adat Melayu Jambi 2026, Tegaskan Peran sebagai Pusat Bisnis Baru yang Tumbuhkan UMKM dan Jaga Adat Melayu

WIB
IST

JAMBI — Manajemen Jambi Business Center (JBC) menyampaikan ucapan selamat Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026.

Peringatan Hari Adat Melayu Jambi tahun ini berlangsung pada 10–16 Juni 2026.

Momentum ini menjadi ajakan untuk kembali meneguhkan identitas, adat, adab, dan kebanggaan sebagai masyarakat Melayu Jambi.

Komisaris JBC, Syahrasaddin, mengatakan Hari Adat Melayu Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Melayu dalam kehidupan masyarakat.

Termasuk dalam dunia usaha.

“Atas nama manajemen Jambi Business Center, kami mengucapkan selamat Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026. Mari kita sambut dengan antusias, dengan bangga, dan dengan semangat menjaga adat serta marwah Melayu Jambi,” ujar Syahrasaddin.

Syahrasaddin menilai, adat Melayu Jambi memiliki nilai yang sangat kuat. Di dalamnya ada sopan santun, penghormatan, kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.

Nilai-nilai itu, kata dia, tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Bahkan dalam dunia bisnis modern, adat dan budaya lokal tidak boleh ditinggalkan.

“Bisnis harus maju, tetapi tidak boleh tercerabut dari akar budaya. JBC ingin tumbuh sebagai pusat bisnis baru di Kota Jambi yang tidak hanya mengejar aktivitas ekonomi, tetapi juga ikut menegakkan nilai adat Melayu Jambi,” kata mantan Sekda Provinsi Jambi itu.

JBC saat ini terus diposisikan sebagai salah satu kawasan bisnis baru di Kota Jambi.

Kehadiran kawasan mal dan pusat aktivitas ekonomi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Menurut Syahrasaddin, pusat bisnis yang sehat bukan hanya diukur dari banyaknya transaksi. Lebih dari itu, pusat bisnis juga harus mampu membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menghadirkan suasana yang dekat dengan karakter daerah.

“JBC ingin menjadi rumah ekonomi baru bagi masyarakat Jambi. Di sini UMKM harus bisa ikut tumbuh. Pelaku usaha lokal harus mendapat ruang. Karena ekonomi daerah akan kuat jika UMKM-nya bergerak,” ujarnya.

Syahrasaddin mengatakan, Hari Adat Melayu Jambi menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya dilihat dari gedung, jalan, dan pusat perbelanjaan.

Kota juga harus punya jiwa.

Jiwa itu hadir dari adat, budaya, bahasa, pakaian, kuliner, keramahan, dan cara masyarakat menjaga marwah daerahnya.

Karena itu, JBC ingin mengambil peran sebagai ruang ekonomi yang tetap menghormati identitas Melayu Jambi.

“Kalau JBC tumbuh, kita ingin tumbuh bersama masyarakat. Kalau ekonomi bergerak, kita ingin UMKM ikut naik. Kalau kota makin modern, kita ingin adat Melayu tetap berdiri tegak,” kata Syahrasaddin.

Ia juga mengajak masyarakat Jambi untuk menjadikan Hari Adat Melayu Jambi sebagai momentum memperkuat kebanggaan terhadap budaya sendiri.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh memandang adat sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Adat justru harus hadir dalam cara berpakaian, berbicara, berdagang, melayani, dan berinteraksi.

“Adat Melayu mengajarkan adab. Mengajarkan hormat. Mengajarkan keseimbangan. Nilai seperti ini sangat penting, termasuk dalam pelayanan publik dan pelayanan bisnis,” ujarnya.

Manajemen JBC berharap peringatan Hari Adat Melayu Jambi pada 10–16 Juni 2026 dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan oleh masyarakat.

Tidak hanya oleh lembaga adat dan pemerintah, tetapi juga oleh dunia usaha, komunitas, generasi muda, dan pelaku UMKM.

Sebab adat akan hidup jika dirawat bersama.

Bukan hanya di panggung resmi. Bukan hanya dalam upacara. Tapi juga di ruang usaha, pasar, mal, kantor, sekolah, dan kehidupan sehari-hari.

Bagi JBC, Hari Adat Melayu Jambi menjadi momentum untuk menegaskan arah: menjadi pusat bisnis baru yang modern, tetapi tetap berpijak pada akar budaya.

Modern dalam fasilitas.

Terbuka bagi UMKM.

Dan tetap Melayu dalam nilai.

Karena pusat bisnis yang baik tidak hanya menghidupkan transaksi.

Ia juga menghidupkan identitas kota.(*)

BeritaSatu Network