Dinas Perkim Tanjab Timur Geber Proyek Lampu Jalan, Kharisma Sinarlindo Borong Dua Paket

WIB
IST

Tanjung Jabung Timur - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mulai tancap gas merealisasikan belanja modal pada Tahun Anggaran 2026.

Fokus utama belanja daerah di awal tahun ini terlihat menyasar pada pembenahan penerangan umum dan pengadaan bahan operasional.

Berdasarkan data, tercatat ada 6 paket pekerjaan yang tengah berjalan (On Process) dengan metode E-Purchasing.

Dari data yang dihimpun, belanja untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) mendominasi anggaran Dinas Perkim. Tercatat ada tiga paket pengadaan lampu dengan total nilai mendekati Rp 800 juta.

Menariknya, penyedia jasa KHARISMA SINARLINDO PERSADA berhasil memenangkan dua paket sekaligus, yakni:

  1. Lampu LED Tenaga Surya: Senilai Rp 298.606.517.
  2. Lampu LED Penerangan Jalan: Senilai Rp 249.994.200.

Sementara itu, satu paket lampu jalan lainnya dikerjakan oleh penyedia yang berbeda. Lampu LED Penerangan Jalan Senilai Rp 249.041.265, dengan penyedia HONORIS INDUSTRY.

Selain urusan penerangan, Dinas Perkim Tanjab Timur juga menggelontorkan anggaran cukup besar untuk pengadaan bahan kimia.

Paket bertajuk "Belanja Bahan Kimia" tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 219.600.000. Proyek ini dipercayakan kepada penyedia BHUMI BANGUN NUSANTARA.

Kepala Dinas Perkim Tanjab Timur diharapkan dapat memastikan seluruh barang yang dibelanjakan, khususnya lampu jalan dan bahan kimia, memiliki spesifikasi yang sesuai dan dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat 'Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung'.

Saat ini, status seluruh paket pekerjaan tersebut terpantau ON PROCESS.

Bayang-bayang kasus korupsi PJU Kabupaten Kerinci yang baru saja terbongkar—di mana negara rugi Rp 2,7 miliar akibat mark-up harga dan spesifikasi yang dimainkan—harus menjadi 'kaca benggala' bagi Dinas Perkim Tanjab Timur.

Publik mengingatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Tanjab Timur untuk tidak meniru modus "Spesifikasi Hantu" seperti di Kerinci, di mana lampu seharga Rp 1,5 juta di-markup menjadi Rp 3,8 juta dalam kontrak.

"Kasus PJU Kerinci harus jadi contoh pahit. Jangan sampai pengadaan main mata dengan vendor, spek dikaburkan, atau harga digelembungkan demi fee pejabat," ujar Dr Dedek, salah satu pengamat kebijakan publik Jambi.

Transparansi harga dan kesesuaian spesifikasi barang yang dikirim penyedia via E-Katalog menjadi kunci agar lampu-lampu ini benar-benar menerangi jalanan 'Bumi Sepucuk Nipah', bukan malah menerangi kantong oknum.(*)

Comments

Permalink

Penerangan jlan khusus nya di tempat lokasi dusun ekajaya rantau indah segera di masuk kan di perkim tanjabtim tahun ini trima kasih

Permalink

Penerangan jlan khusus nya di tempat lokasi dusun ekajaya rantau indah segera di masuk kan di perkim tanjabtim tahun ini trima kasih

BeritaSatu Network