Jambi - Gubernur Jambi Al Haris menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) berusia 25–40 tahun turun ke lapangan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ASN yang menjalankan tugas itu diperbolehkan tak masuk kantor.
Instruksi khusus itu disampaikan Al Haris saat dikonfirmasi Jambi Link, Kamis (8/10/2026) siang. Ia meminta keterlibatan ASN untuk membantu mengatasi kebakaran dan mencegah dampak kabut asap semakin memburuk.
“ASN yang berusia 25–40 tahun, saya minta turun ke lapangan dan boleh tidak masuk kantor,” tegas Al Haris.
Al Haris mengatakan telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk memobilisasi ASN. Dengan arahan tersebut, ASN dalam rentang usia yang ditentukan diminta membantu penanganan di lapangan selama menjalankan penugasan.
Gubernur peraih Bintang Abhinaya Jagadhita 2024 itu juga menyebut Pemprov Jambi telah menyiagakan empat posko terpadu karhutla. Posko disiapkan untuk mendukung penanganan bencana asap sekaligus membantu warga.
Empat posko tersebut berada di:
- Halaman Mahligai 9 Jambi.
- Halaman Bank Jambi Sutomo, kawasan Pasar Jambi.
- Universitas Jambi (Unja).
- UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Penyiagaan posko berjalan beriringan dengan upaya pemadaman di lokasi kebakaran. Pemerintah berupaya menangani sumber api sekaligus membantu masyarakat yang menghadapi dampak asap.
Al Haris juga berharap warga ikut mendukung penanganan karhutla. Ia meminta perusahaan turut mengambil bagian dalam upaya mengatasi kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.
Mengenai kondisi di lapangan, Al Haris menyebut titik kebakaran yang paling berat saat ini masih berada di kawasan taman hutan raya (tahura) dan taman nasional. Pemadaman di kawasan tersebut terus diupayakan oleh tim.
Ia juga mengatakan asap yang menyelimuti Jambi turut berasal dari kebakaran lahan di daerah lain.
Kesulitan menjangkau lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan petugas. Di Tahura Orang Kayo Hitam, yang berada di perbatasan Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, akses darat yang terbatas menghambat upaya pemadaman.
Al Haris bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin sebelumnya meninjau kawasan kebakaran di Desa Sungai Aur, Muaro Jambi, pada Senin (5/10/2026). Dalam peninjauan itu, satgas menyiapkan pembukaan akses serta pemadaman melalui udara atau water bombing.

Lima alat berat direncanakan turun untuk membuka akses, membersihkan kanal, dan membuat sekat bakar. Langkah tersebut disiapkan untuk membatasi pergerakan api yang dikhawatirkan mendekati permukiman.
Kawasan yang menjadi perhatian antara lain Jebus, Gedong Karya, Sungai Aur, dan Sogo. Satgas juga merencanakan penambahan personel serta posko lapangan di dekat lokasi kebakaran untuk memudahkan koordinasi.
Penanganan dari udara pun menghadapi kendala. Kabut asap yang tebal mengurangi jarak pandang dan menyulitkan penerbangan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), termasuk helikopter pemadam.
Al Haris menjelaskan sebagian asap dari daerah sekitar terbawa angin menuju Kota Jambi. Kondisi itu ikut menyebabkan penebalan kabut asap.
Pemprov Jambi kemudian menjadwalkan kembali OMC pada 9–10 Oktober 2026. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi cuaca dan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Mudah-mudahan tanggal 9–10 Oktober mendatang ada potensi awan hujan, sehingga tim bisa melakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Al Haris.
Besarnya pekerjaan yang harus ditangani tergambar dalam data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Sepanjang 1 Januari hingga 6 Oktober 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai 4.267,51 hektare.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji, Rabu (7/10/2026), menyebut terdapat 144 titik panas pada 6 Oktober. Jumlah itu turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 199 titik.
Laporan yang sama mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi sebesar 355, Muaro Jambi 617, dan Tebo 336. Ketiganya masuk kategori berbahaya. Sementara itu, ISPU Tanjung Jabung Timur tercatat 205 atau sangat tidak sehat.
Erlan mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kebakaran atau aktivitas pembakaran kepada petugas.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Erlan.(*)