Donald Trump resmi ditetapkan sebagai calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik. Trump akan berhadapan dengan Presiden petahana Joe Biden dalam pemilihan presiden AS yang akan datang. Pengumuman ini disampaikan pada Senin (15/7) waktu setempat, seperti dilansir oleh AFP, Selasa (16/7/2024).
Dalam Konvensi Nasional Partai Republik, Trump meraih mayoritas delegasi setelah putranya, Eric Trump, yang mewakili Florida, mengantarkannya melewati ambang batas dukungan yang diperlukan. Sorak sorai menggelegar di lantai konvensi saat pengumuman tersebut disampaikan.
Selain itu, Donald Trump juga mengumumkan calon wakil presidennya. Ia memilih Senator Ohio, JD Vance, sebagai pendampingnya dalam pemilihan presiden AS. "Setelah melalui pertimbangan dan pemikiran yang panjang, serta mempertimbangkan bakat luar biasa banyak orang lainnya, saya telah memutuskan bahwa orang yang paling cocok untuk memangku jabatan Wakil Presiden Amerika Serikat adalah Senator JD Vance dari Negara Bagian Ohio," kata Trump melalui platform Truth Social miliknya, seperti dilansir oleh CNN pada Selasa (16/7).
Pengumuman tersebut disampaikan Trump di hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik, hanya dua hari setelah ia selamat dari upaya percobaan pembunuhan saat berkampanye di Pennsylvania.
Trump, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden AS, kini kembali berusaha merebut kursi kepresidenan dengan dukungan kuat dari partainya. JD Vance, yang dikenal sebagai figur konservatif dan pendukung setia Trump, dianggap sebagai pilihan strategis untuk mendampingi Trump dalam menghadapi pemilihan presiden mendatang.
Dengan pengumuman ini, persaingan politik di Amerika Serikat semakin memanas, dan para pendukung masing-masing kandidat kini bersiap untuk menghadapi kampanye yang intens menjelang hari pemilihan. Trump dan Vance diharapkan akan memulai kampanye mereka dengan penuh semangat, membawa visi dan program yang mereka tawarkan untuk masa depan Amerika Serikat.
Para pengamat politik melihat pemilihan kali ini sebagai salah satu yang paling signifikan dalam sejarah AS, mengingat kondisi politik dan sosial yang tengah dihadapi negara tersebut. Trump dan Biden, dengan latar belakang dan pendekatan yang sangat berbeda, akan bersaing untuk meyakinkan pemilih bahwa mereka adalah pilihan terbaik untuk memimpin Amerika Serikat ke depan.
Dengan kampanye yang akan segera dimulai, perhatian publik kini tertuju pada strategi dan pesan yang akan disampaikan oleh kedua kubu dalam upaya mereka untuk memenangkan hati dan pikiran pemilih Amerika.(*)