JAMBI – Kepemimpinan Drs. H. Cek Endra sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi dan pengamat politik. Salah satunya datang dari Dr. Noviardi Ferzi, pengamat politik Jambi yang menyebut Cek Endra sebagai "konsolidator ulung yang berhasil membangun orkestrasi politik daerah menjelang Pemilu 2024."
Menurut Noviardi, Cek Endra tidak sekadar memimpin Golkar secara administratif, namun juga secara strategis dan penuh ketegasan. Dalam pandangannya, eks Bupati Sarolangun dua periode itu berhasil menyatukan elit-elit politik Jambi, termasuk tokoh senior dan pemula, dalam satu barisan Golkar yang solid.
"Konsolidasi yang dilakukan Cek Endra sangat terasa efeknya, baik dalam kontestasi legislatif maupun Pilkada. Beberapa daerah seperti Tanjabtim, Tebo, Tanjabbar, dan Sarolangun berhasil menempatkan kader Golkar sebagai kepala daerah. Ini bukan kebetulan, ini hasil kerja politik yang terencana dan disiplin,"ungkap Noviardi.
Noviardi juga menyoroti bahwa keberhasilan Cek Endra bukan semata karena jabatannya sebagai anggota DPR RI, melainkan karena kematangannya dalam berorganisasi dan memahami medan politik daerah. Kepemimpinannya di DPD Golkar Jambi disebut lebih unggul dibanding kader lain karena mampu menyelaraskan ego sektoral dan mengelola dinamika internal partai secara efektif.

“Cek Endra memahami bahwa partai bukan hanya mesin politik, tapi juga arena persemaian kader. Dia memberi ruang bagi regenerasi, tetapi tetap menjaga keseimbangan kekuatan senior dan junior di dalam tubuh Golkar Jambi,” ujar Noviardi.
Secara teoritik, lanjutnya, kepemimpinan politik yang efektif ditentukan oleh kemampuan untuk mengelola kepentingan, membangun komunikasi strategis, dan merespons dinamika secara adaptif. Dalam aspek itu, Cek Endra disebut lulus dengan nilai tinggi.
Sebagai Ketua DPD I Golkar, Cek Endra dinilai mampu menjadikan Golkar bukan sekadar peserta pemilu, tapi pelaku utama dalam menentukan arah politik Jambi ke depan. Visi dan komunikasi politiknya dinilai jernih, terukur, dan inklusif.
“Kepemimpinan yang baik itu bukan hanya soal target menang, tapi juga kemampuan menginspirasi. Cek Endra membuktikan bahwa pemimpin politik bisa menjadi simbol ketenangan, kepercayaan, sekaligus daya rekat bagi partai,” tegas Noviardi.
Dengan pencapaian ini, banyak pihak menilai bahwa posisi Cek Endra saat ini lebih dari sekadar Ketua DPD I. Ia telah menjelma menjadi figur sentral Golkar di Jambi dan representasi dari kader yang sukses naik kelas—dari kepala daerah ke legislatif nasional, dan kini pemimpin partai yang diperhitungkan.
“Politik hari ini butuh pemimpin seperti Cek Endra: matang, moderat, dan mampu membaca arah zaman,”tutup Noviardi.
Add new comment