Tanjab Timur - Tahun Anggaran 2026 tampaknya benar-benar menjadi ajang "pesta anggaran" di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur). Seolah belum cukup menggelontorkan miliaran rupiah untuk berbagai lembaga nirlaba, instansi ini kembali menyedot perhatian lewat alokasi dana super jumbo khusus untuk memborong seragam sekolah.
Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disiapkan untuk pengadaan baju seragam ini tak main-main, menembus angka lebih dari Rp 2 Miliar.
Dana fantastis tersebut dipecah ke dalam empat paket pengadaan yang seluruhnya akan dieksekusi melalui metode lelang E-Purchasing (E-Katalog) mulai Januari 2026.
Dari empat paket pengadaan yang tersedia, dua di antaranya sengaja disematkan embel-embel nomenklatur "Melalui Dana Hibah".
Berikut adalah rincian lengkap empat paket "jumbo" pengadaan seragam di Disdik Tanjab Timur Tahun 2026:
1. Proyek Seragam Jalur 'Hibah' (Total Nyaris Rp 1,1 Miliar)
Disdik membelanjakan seragam via E-Purchasing. Anggarannya dibungkus dengan baju Dana Hibah.
- Paket 1: Belanja Seragam Sekolah Melalui Dana Hibah
- Kode RUP: 63597840
- Total Pagu: Rp 579.215.000
- Jadwal Pemilihan: Januari 2026
- Paket 2: Pengadaan Seragam Sekolah SMP/MTS Melalui Dana Hibah (Negeri/Swasta)
- Kode RUP: 63157202
- Total Pagu: Rp 486.925.000
- Jadwal Pemilihan: Januari 2026
2. Proyek Seragam Reguler (Total Rp 1 Miliar Lebih)
Selain jalur hibah, Disdik Tanjab Timur juga menyiapkan pengadaan seragam jalur reguler untuk siswa baru di tingkat TK dan SMP Negeri. Paket untuk siswa SMP menjadi pos yang paling 'gemuk'.
- Paket 3: Pengadaan Seragam Sekolah SMP Negeri (Bagi Siswa/I Baru SMP)
- Kode RUP: 63156971
- Total Pagu: Rp 834.750.000
- Jadwal Pemilihan: Januari 2026
- Paket 4: Pengadaan Seragam TK Negeri
- Kode RUP: 63597103
- Total Pagu: Rp 194.765.000
- Jadwal Pemilihan: Januari 2026
Keempat megaproyek seragam ini diwajibkan untuk menyerap Produk Dalam Negeri (PDN) dan menyasar Usaha Kecil/Koperasi. Seluruh proses pemilihan penyedia alias vendor dijadwalkan akan dikebut pada awal tahun (Januari 2026), dengan target pemanfaatan hingga Desember 2026.
Meski menggunakan metode E-Purchasing yang di atas kertas diklaim lebih transparan, proyek pengadaan seragam sekolah massal selalu menjadi 'lahan basah' yang sangat rawan dikorupsi.
Modus operandi klasik yang kerap dimainkan oleh oknum nakal adalah melakukan mark-up (penggelembungan) harga satuan baju, hingga praktik downgrade spesifikasi kualitas kain yang dibuat lebih murah dan tidak sesuai dengan standar kontrak awal.
Sebelumnya, pada awal Januari 2026 lalu, Bupati Tanjab Timur melakukan pendistribusian seragam sekolah untuk siswa. Saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim, Syafaruddin, mengatakan bahwa penyaluran seragam sekolah gratis saat ini telah terealisasi hampir 100 persen.
Klaimnya, program itu menyasar 9.938 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
"Program seragam sekolah gratis ini menjangkau siswa mulai dari TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs, baik negeri maupun swasta. Total penerima manfaat sebanyak 9.938 siswa se Kabupaten Tanjabtim," ujarnya, 3 Januari 2026.
Ia merinci, bantuan seragam diberikan kepada 3.354 siswa jenjang SMP dan MTs, 4.255 siswa jenjang SD dan MI, serta 2.329 anak jenjang TK dan RA. Seluruh bantuan tersebut difokuskan bagi siswa baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi orang tua.
Menurutnya, program ini diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD dan MI, siswa kelas 1 SMP dan MTs, serta anak-anak yang baru masuk TK. Tujuannya untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan sejak awal masuk sekolah.(*)