Gudang Farmasi Disuntik Rp 1,9 Miliar, Tak Ada Lagi Alasan 'Obat Kosong' di Puskesmas Muaro Jambi!

WIB
IST

Muaro Jambi - Keluhan klasik kelangkaan obat atau alat medis yang rusak kerap menjadi nyanyian sumbang di telinga masyarakat saat berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menjawab tantangan dan keluhan menahun tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muaro Jambi bersiap mengambil langkah agresif.

Menghadapi Tahun Anggaran 2026, instansi ini menyuntikkan dana segar bernilai miliaran rupiah. Targetnya tunggal dan jelas, memastikan urat nadi pelayanan medis, yakni gudang farmasi dan laboratorium di seluruh pelosok Muaro Jambi, aman terkendali dan terisi penuh.

Langkah jor-joran memborong logistik medis ini tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni, melainkan ditopang kuat oleh kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari pemerintah pusat.

Sinergi anggaran ini diharapkan mampu menutup seluruh celah kekurangan logistik kesehatan yang selama ini dikeluhkan warga.

Berdasarkan data yang dihimpun, peta belanja logistik medis ini dikuasai oleh tiga proyek bernilai raksasa.

Alokasi anggaran paling gemuk dipegang oleh pengadaan obat-obatan pokok dan alat deteksi penyakit krusial. Tiga paket terbesar ini seluruhnya menyedot uang negara hingga miliaran rupiah:

  • Pengadaan Obat PKD (Pusat Kesehatan Desa) - Rp 1,96 Miliar Menempati urutan teratas, proyek krusial yang bersumber dari DAK Non Fisik ini memakan pagu fantastis hingga Rp 1.968.596.304. Angka nyaris dua miliar ini dikhususkan untuk memborong ketersediaan obat-obatan dasar dan esensial yang akan didistribusikan ke pusat-pusat kesehatan di tingkat desa. Ini adalah garda terdepan pelayanan medis masyarakat.
  • Penyediaan Kartrid TCM - Rp 1,23 Miliar Di urutan kedua, Dinkes Muaro Jambi memfokuskan dana sebesar Rp 1.231.190.000 murni untuk pengadaan Kartrid TCM (Tes Cepat Molekuler). Alat ini sangat vital keberadaannya, terutama untuk mendiagnosis penyakit Tuberkulosis (TBC) secara cepat dan akurat. Mengingat TBC masih menjadi ancaman serius, ketersediaan alat uji yang memadai adalah kunci memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat.
  • Pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) PKD - Rp 778 Juta Obat dan alat tes tentu tidak akan bisa digunakan tanpa bahan pendukung. Oleh karena itu, dianggarkan dana senilai Rp 778.265.000 khusus untuk BMHP. Dana ratusan juta ini akan diubah menjadi stok jarum suntik, perban, sarung tangan medis, kapas, dan berbagai perlengkapan sekali pakai lainnya yang menjadi 'senjata' wajib para tenaga kesehatan setiap hari.

Dengan total gelontoran dana miliaran rupiah yang sudah diketok palu ini, bola panas kini berada di tangan fasilitas pelayanan kesehatan. Publik dan pasien di seluruh penjuru Muaro Jambi tentu menaruh harapan sekaligus tuntutan yang sangat besar.

Uang rakyat telah dialokasikan dengan nominal yang sangat memadai. Oleh karena itu, tidak boleh ada lagi drama "stok obat sirup anak kosong", "jarum suntik habis", atau "alat tes laboratorium sedang rusak" saat masyarakat bawah membutuhkan pertolongan medis di Puskesmas maupun RSUD.

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Muaro Jambi sepanjang tahun 2026 harus berbanding lurus dengan besarnya anggaran yang telah disuntikkan!(*)

BeritaSatu Network