Jambi - Nama Adri, S.H., M.H., selama ini lebih lekat di telinga publik sebagai advokat senior yang garang di ruang sidang, serta tokoh sentral yang tegas memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jambi. Namun, di balik sosoknya yang disegani di jalanan dan meja hukum, Adri rupanya memiliki fondasi religius dan kepedulian yang luar biasa terhadap masa depan pendidikan anak bangsa.
Kepedulian luhur tersebut kini bermuara pada sebuah amanah baru. Adri secara resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Al Ikhlas, institusi pendidikan yang menaungi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Vila Kenali, Kota Jambi.
Keputusan ini tidak diambil secara sembarangan. Dalam rapat pengurus yayasan yang digelar pada Kamis (2/4/2026), seluruh jajaran secara sepakat menunjuk Adri memimpin Ketua dewan pembina lewat mekanisme aklamasi.
Dikonfirmasi secara terpisah terkait amanah barunya ini, Adri menuturkan bahwa dunia pendidikan bukanlah hal yang asing bagi nuraninya. Baginya, mendidik generasi muda adalah bentuk ibadah dan investasi jangka panjang yang nilainya melampaui urusan duniawi.
"Alhamdulillah, ini adalah amanah yang mulia dan titipan yang harus dijaga. Bagi saya pribadi, pendidikan itu bukan cuma urusan mencetak anak menjadi pintar di dunia, tapi ini adalah amal jariah dan tabungan untuk akhirat kelak," ungkap Adri.
Sang "Panglima" Pemuda Pancasila Jambi ini juga menegaskan visinya untuk Yayasan Pendidikan Al Ikhlas. Ia ingin keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual benar-benar diterapkan di lingkungan sekolah.
"Anak-anak di SMA dan SMP Yayasan Pendidikan Ikhlas ini harus kita bekali dengan dua hal, yakni ilmu pengetahuan yang mumpuni dan akhlak agama yang kuat. Kita tidak ingin generasi yang cerdas tapi kehilangan adab. Lewat pendidikan yang berlandaskan keikhlasan inilah, kita membangun fondasi bangsa yang kokoh," tegasnya.

Langkah Adri, S.H., M.H., dalam menakhodai dunia pendidikan di Jambi kini memiliki landasan hukum yang sangat kuat. Advokat senior yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jambi ini, secara resmi tercatat memimpin Yayasan Pendidikan Al Ikhlas.
Berdasarkan dokumen legalitas terbaru, Yayasan Pendidikan Ikhlas yang menaungi jenjang SMA dan SMP di kawasan Vila Kenali, Kota Jambi ini, didirikan secara resmi berdasarkan Akta Notaris Galentia Santiliana.
Menariknya, legalitas tersebut mempertegas posisi Adri bukan sekadar penunjukan lisan. Nama Adri, S.H., M.H., langsung dicatatkan di dalam akta tersebut sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan, sebuah posisi tertinggi yang memegang kendali strategis arah kebijakan institusi pendidikan tersebut.
Pencatatan nama Adri secara langsung dalam akta pendirian oleh Notaris Galentia Santiliana menunjukkan kepercayaan besar para pendiri terhadap integritas dan kemampuan manajerial sang pengacara. Adri dinilai sebagai figur yang mampu menyinergikan ketegasan karakter dengan kepedulian sosial yang tinggi.
Sebagai Ketua Dewan Pembina yang sah secara hukum, Adri membawa misi besar untuk mengubah wajah SMA dan SMP di bawah naungan Yayasan Ikhlas. Ia menginginkan adanya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual (religius).
"Nama yayasannya saja 'Ikhlas'. Jadi, roh pendidikan di sini harus berlandaskan keikhlasan. Kita tidak ingin hanya mencetak anak-anak yang pintar cari uang atau pintar secara akademik saja, tapi mereka harus punya adab, akhlak agama yang kuat, dan jiwa patriotisme terhadap bangsa," tegasnya.
Mekanisme aklamasi pada rapat pengurus menjadi bukti nyata besarnya kepercayaan stakeholder pendidikan terhadap kapasitas kepemimpinan Adri. Pengalaman panjangnya berorganisasi dan jaringan luasnya sebagai advokat senior diyakini mampu membawa angin segar.(*)