DPMPPA Kota Jambi turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencegah kekerasan anak, mengatasi tantangan 'gunung es' yang sering tidak terdeteksi. Langkah proaktif ini penting untuk melindungi masa depan anak-anak.
Kekerasan terhadap anak adalah masalah serius yang sering kali tersembunyi di balik dinding sekolah dan rumah tangga. Menyadari bahaya yang mengintai, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan terhadap anak.
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noveritiwi Dewanti, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari inovasi untuk mencegah kekerasan anak yang sering kali tidak terlaporkan. "Kami turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencari informasi mengenai potensi kekerasan anak. Ini dilakukan agar jangan sampai kekerasan itu terjadi tanpa ada yang melaporkannya kepada kami," kata Noveritiwi.
Noveritiwi menggambarkan kasus kekerasan anak sebagai fenomena "gunung es," di mana hanya sebagian kecil dari kasus yang terlihat di permukaan, sementara banyak lainnya tersembunyi dan tidak terdeteksi. "Karena wewenang kami itu jika ada yang melaporkan, sedangkan kasus kekerasan anak itu seperti gunung es, yang mencair itu hanya sedikit," jelasnya, menekankan betapa pentingnya upaya pencegahan yang lebih intensif.
Dengan pendekatan proaktif ini, DPMPPA Kota Jambi berusaha untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi kasus kekerasan yang lebih serius. Salah satu contoh nyata adalah ketika DPMPPA langsung turun ke SD 212 setelah menerima informasi mengenai kasus bullying. Mereka segera melakukan asesmen untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
Noveritiwi juga menyoroti bahwa banyak perselisihan antar sekolah yang bermula dari kasus bullying. "Awalnya mereka hanya saling membully, kemudian dilanjutkan dengan tawuran," ungkapnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekerasan yang tampak kecil, seperti bullying, bisa dengan cepat berkembang menjadi konflik yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Selain turun langsung ke sekolah-sekolah, DPMPPA Kota Jambi juga melakukan asesmen kepada guru Bimbingan Konseling (BK) dengan mengumpulkan mereka di kantor DPMPPA. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan bahwa para guru memiliki alat dan dukungan yang diperlukan untuk mendeteksi dan menangani kasus kekerasan anak di sekolah mereka.
Langkah inovatif yang diambil oleh DPMPPA Kota Jambi merupakan upaya untuk mengatasi tantangan besar dalam penanganan kekerasan anak. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka berharap dapat memecahkan fenomena "gunung es" ini dan mencegah kasus-kasus kekerasan yang tidak terlaporkan. Pencegahan sejak dini dianggap sebagai kunci untuk menghindari eskalasi kekerasan yang bisa merusak masa depan anak-anak di Kota Jambi.
Inisiatif DPMPPA Kota Jambi untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dan bekerja sama dengan guru BK adalah langkah signifikan dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Pendekatan proaktif ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan yang sering kali tidak terlihat. Namun, tantangan masih ada, dan keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat, guru, dan pemerintah.(*)