Batang Hari - Upaya menggenjot produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Batang Hari terus digeber pada Tahun Anggaran 2026. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, pemerintah daerah mengucurkan dana lebih dari setengah miliar rupiah untuk memborong bibit unggul dan kebutuhan logistik pertanian lainnya.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemkab Batang Hari, proyek dengan nomenklatur Belanja Bahan Bibit Tanaman Komoditas Hortikultura dan Pengembangan Bibit Unggul (Kode RUP 66073842) ini sejatinya disiapkan dengan pagu anggaran mencapai Rp 770.217.800.
Dari proses pengadaan yang berjalan, proyek bernilai jumbo yang bersumber dari APBD 2026 ini resmi digarap oleh pihak penyedia PANTERA INDO RAYA, dengan nilai kesepakatan kontrak sebesar Rp 525.716.770 (Rp 525,7 Juta).
Lantas, barang apa saja yang wajib disuplai oleh Pantera Indo Raya dengan dana setengah miliar tersebut? Merujuk pada spesifikasi pekerjaan, dana ini tidak hanya untuk membeli bibit sembarangan.
Pihak penyedia harus memasok bibit hasil okulasi dengan tinggi minimal 50 cm yang ditanam dalam polybag minimal 3 kg. Selain itu, ada pula kewajiban menyuplai benih Hibrida F1, kapur pertanian kemasan 50 kg, pupuk organik (hasil dekomposir/kotoran hewan), pupuk kimia NPK 16-16-16, mulsa plastik ukuran 500m x 1,20m, hingga fungisida Antracol ukuran 500 gram.
Dinas Tanaman Pangan Batang Hari mengeksekusi proyek logistik pertanian ini tidak melalui jalur lelang konvensional, melainkan dengan metode belanja cepat E-Purchasing melalui platform E-Katalog 6.0. Menariknya, dokumen pengadaan memberikan syarat mutlak agar barang yang disuplai berstatus Produk Dalam Negeri (PDN) dan memprioritaskan keterlibatan Usaha Kecil atau Koperasi.
Saat ini, status proyek tersebut tercatat ON PROCESS. Berdasarkan jadwal, pelaksanaan kontrak antara dinas dan pihak Pantera Indo Raya dikebut mulai Maret hingga Mei 2026. Sementara pemanfaatan ribuan bibit dan tonase pupuk tersebut akan disalurkan dan dipantau hingga Desember 2026.
Dengan kucuran dana Rp 525 juta ini, masyarakat tentu berharap penyaluran bibit dan pupuk tersebut benar-benar tepat sasaran kepada para petani hortikultura di Batanghari demi mendongkrak hasil panen daerah.(*)