Muaro Jambi - Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), menegaskan peran penting pondok pesantren bagi negara. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan benteng moral, ideologis, dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal ini disampaikan mantan Gubernur Jambi itu saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Bidayatul Ulum Jambi, Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (11/4/2026).
Mengusung tema 'MPR RI Bersama HBA Membangun Bangsa yang Kokoh Demi Anak Cucu', acara ini disambut antusias. Tercatat sekitar 160 peserta hadir memenuhi lokasi, mulai dari santriwan-santriwati, pimpinan pondok, pengasuh, hingga para tenaga pendidik.
Dalam kesempatan itu, HBA mengaku bangga bisa hadir langsung menyapa pesantren yang berada di wilayah cukup pelosok ini. Ia menyoroti semangat belajar dan wawasan kebangsaan para santri yang dinilainya sangat tinggi.
"Santri di pondok pesantren terbukti memiliki pemahaman yang baik terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Ini menunjukkan pesantren juga melahirkan generasi yang nasionalis dan cinta tanah air," tegas HBA.
Sebagai wakil rakyat periode 2024–2029 yang aktif turun ke daerah, HBA mendorong agar pesantren terus diperkuat sebagai pusat pendidikan karakter. Apalagi di tengah gempuran arus globalisasi, mencetak generasi muda yang berakhlak sekaligus bernasionalisme menjadi sebuah keharusan.
Acara sosialisasi ini sendiri dikemas secara dinamis dan tidak membosankan. Pemaparan materi Empat Pilar Kebangsaan dibawakan oleh Syahrasaddin dengan gaya yang edukatif dan interaktif. Suasana kian hidup saat para santri berebut menjawab pertanyaan dari narasumber hingga membuahkan apresiasi khusus dari panitia.
Pimpinan Pondok Pesantren Bidayatul Ulum, Paino, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan MPR RI ini di tempatnya. Ia menyebut materi Empat Pilar sangat krusial sebagai bekal santri menembus dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja kelak.
"Kehadiran Pak HBA memberikan motivasi besar bagi santri. Ini membuktikan bahwa santri memiliki peluang luas untuk berkiprah di berbagai bidang," ujar Paino.
Paino juga memotivasi anak didiknya untuk berani bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa stigma santri hanya berakhir menjadi ahli kitab atau pengurus masjid harus dipatahkan.
"Santri bisa menjadi gubernur, anggota DPR/MPR, bahkan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," tekannya.
Manfaat langsung dari kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta. Salah satu santri, Aziz, mengaku kini memiliki pemahaman yang jauh lebih utuh dan mendalam terkait pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi bernegara.(Jambi 28 TV)