Tak Penuhi Syarat Keselamatan Kerja, PT Sekanthi Gugur di Tender Jalan Rantau Pandan Rp 4,8 Miliar

WIB
ist

Bungo - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bungo tengah mempercepat perbaikan infrastruktur jalan daerah. Tahun ini, kucuran dana miliaran rupiah disiapkan untuk mengeksekusi proyek fisik bertajuk Rekonstruksi Jalan Ds. Baru Pusat Jalo - Rantau Pandan.

Merujuk pada data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan Kode Tender 10128110000 dan Kode RUP 65854992, megaproyek ini dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah daerah menetapkan Nilai Pagu Paket dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam angka yang presisi dan sama persis, yakni Rp 4.800.000.000,00 (Rp 4,8 Miliar). Proyek ini menggunakan jenis kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan, serta menyasar kontraktor dengan kualifikasi Usaha Kecil.

Metode pengadaan yang digunakan adalah Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur, tanpa menerapkan skema Reverse Auction.

Lelang proyek yang dibuat pada 14 April 2026 ini tercatat sukses menarik perhatian 9 perusahaan konstruksi. Namun, persaingan di meja lelang justru berakhir antiklimaks saat memasuki tahap evaluasi Kelompok Kerja (Pokja).

Dari sembilan pendaftar, hanya satu perusahaan yang terpantau berani mengajukan harga, yakni SEKANTHI (PT. Semesta Kurnia Kinanthi). Perusahaan ini mengajukan Harga Penawaran dan Penawaran Terkoreksi senilai Rp 4.777.288.644,33.

Sayangnya, meski menjadi penawar tunggal, PT Semesta Kurnia Kinanthi dinyatakan Gugur Evaluasi Teknis. Panitia menemukan dua pelanggaran fatal terkait standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yakni:

  1. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi tidak memenuhi ketentuan.
  2. Elemen Perencanaan Keselamatan Konstruksi pada Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) tidak memenuhi ketentuan.

Sementara itu, 8 perusahaan lainnya terpantau hanya sekadar mendaftar tanpa melanjutkan tahapan atau gugur secara administratif. Kedelapan perusahaan tersebut adalah:

  1. cv. GENNiYO Technik
  2. cv nasoramaridi 14
  3. CV. Dita Kontraktor
  4. PT. KARYA PUTRA BATANGHARI
  5. CV. SUTAN PASISIE
  6. CV. BUMI GADA KONSTRUKSI
  7. CV. TEKAD MAJU BERSAMA
  8. Jatim Logam

Saat ini, status tender jalan vital tersebut tengah berada dalam fase Masa Sanggah. Tahapan ini dijadwalkan berlangsung sejak 8 Mei 2026 pukul 11:21 hingga 13 Mei 2026 pukul 11:21 (tercatat mengalami 1 kali perubahan jadwal).

Jika tidak ada kendala atau sanggahan yang mengubah keputusan Pokja, tahapan selanjutnya akan dikebut. Pengeluaran Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) diagendakan pada 18 - 21 Mei 2026, yang langsung dilanjutkan dengan proses Penandatanganan Kontrak mulai 18 Mei hingga 2 Juni 2026.

Masyarakat Bungo tentu berharap proses lelang ini segera mendapatkan titik terang agar akses jalan Desa Baru Pusat Jalo menuju Rantau Pandan bisa segera dibangun dengan kualitas yang terjamin.

Jadi, siapa kontraktor yang nantinya akan menggarap proyek Rp 4,8 Miliar itu?

BeritaSatu Network