Jambi – Hari Raya Kurban selalu punya cara sendiri menyentuh hati umat.
Ada suara takbir. Ada pisau yang diasah. Ada panitia masjid yang mulai sibuk. Ada pesantren yang bersiap. Ada warga yang menunggu pembagian daging kurban. Dan ada orang-orang yang diam-diam memilih jalan berbagi.
Salah satunya Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd, Ketua Umum Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Perwakilan Provinsi Jambi.
Menyambut Hari Raya Kurban, Rabu, 27 Mei 2026, Hj Ernawati menyalurkan sejumlah hewan kurban ke beberapa titik di Jambi. Hewan kurban itu disalurkan ke pondok pesantren, masjid, majelis pengajian, hingga kediaman tokoh masyarakat.
Bukan hanya satu titik.
Ada lima lokasi yang menjadi tujuan penyaluran hewan kurban tersebut.
Salah satu hewan kurban disalurkan ke Pondok Pesantren Darul Arifin di kawasan Jalan Ness.
Untuk titik ini, hewan kurban yang diserahkan berupa sapi limosin.
Bagi pesantren, kurban bukan sekadar penyembelihan hewan. Ia adalah pendidikan hidup. Santri melihat langsung bagaimana ibadah sosial bekerja. Bagaimana rezeki tidak berhenti di tangan pemiliknya. Bagaimana daging kurban menjadi jalan menyambung silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
Di pesantren, nilai kurban biasanya terasa lebih lengkap.
Ada ibadah. Ada pendidikan. Ada gotong royong. Ada dapur yang mengepul. Ada anak-anak santri yang ikut membantu dengan wajah gembira.
Hewan kurban juga disalurkan ke Masjid Agung Al Falah Jambi.
Untuk titik ini, penyaluran dikoordinasikan langsung dengan Dr. KH. Umar Yusuf, Imam Besar Masjid Agung Al Falah.
Masjid Agung Al Falah merupakan salah satu ikon keagamaan di Jambi. Karena itu, penyaluran hewan kurban ke masjid ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat syiar Islam sekaligus memperluas manfaat kurban kepada masyarakat.
Hj Ernawati mengatakan, kurban adalah momentum untuk mempertebal kepedulian sosial.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Kurban adalah tentang menyembelih ego, menumbuhkan keikhlasan, dan memastikan ada saudara-saudara kita yang ikut merasakan kebahagiaan di hari raya,” ujar Hj Ernawati, yang juga merupakan pengusaha travel haji dan umroh itu.
Menurutnya, penyaluran hewan kurban ke masjid dan pesantren dilakukan agar manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran.
“Kami ingin hewan kurban ini sampai kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang selama ini dekat dengan umat. Masjid, pesantren, dan majelis pengajian adalah simpul sosial yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Selain pesantren dan Masjid Agung Al Falah, hewan kurban juga disalurkan ke Pondok Guru Syargawi/Daarut Tauhid.
Kehadiran hewan kurban di pondok dan lingkungan pengajian ini menjadi bagian dari semangat berbagi yang menyasar komunitas keagamaan dan pendidikan masyarakat.
Di tempat seperti ini, kurban punya makna yang lebih dekat. Tidak formal. Tidak berjarak.
Ia hadir di tengah jamaah. Di tengah guru. Di tengah murid. Di tengah warga yang saling mengenal.
Kurban menjadi semacam pengingat bahwa agama selalu punya wajah sosial. Tidak berhenti pada doa. Tidak berhenti pada mimbar. Ia turun ke halaman, ke dapur, ke tangan-tangan warga.
Hj Ernawati juga menyalurkan hewan kurban untuk Pak HBA di rumah H. Ibrahim.
Untuk titik ini, hewan kurban yang disalurkan berupa sapi metal.
Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian kurban Hj Ernawati yang tersebar ke sejumlah titik. Ada yang menyasar lembaga pendidikan Islam. Ada yang ke masjid besar. Ada pula yang ke lingkungan tokoh masyarakat dan pengajian.
Semangatnya sama: memperluas manfaat.
Titik berikutnya adalah tempat Ustadz Latif, majelis pengajian yang berada di kawasan Jalan H. Ibrahim.
Penyaluran hewan kurban ke majelis pengajian ini menjadi bagian dari perhatian terhadap komunitas dakwah dan pengajian masyarakat.
Majelis seperti ini sering menjadi tempat berkumpul warga. Mereka belajar agama. Bersilaturahmi. Saling menguatkan. Di hari raya kurban, tempat seperti ini juga menjadi jalur penting agar daging kurban bisa sampai kepada jamaah dan masyarakat sekitar.
Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, menyampaikan apresiasi atas penyaluran hewan kurban tersebut.
Menurutnya, langkah Hj Ernawati menunjukkan bahwa ISMI tidak hanya hadir sebagai organisasi intelektual dan kebudayaan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial masyarakat.
“ISMI Jambi ingin terus hadir di tengah umat. Kurban ini adalah simbol kepedulian, simbol kebersamaan, dan simbol bahwa ilmu serta kepemimpinan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Fahmi Rasid.
Ia menyebut, penyaluran hewan kurban ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara organisasi, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan Islam, masjid, dan jamaah pengajian.
“Pesan yang ingin disampaikan sederhana, berbagi itu memperkuat persaudaraan. Semakin banyak yang berbagi, semakin kuat ikatan sosial kita sebagai masyarakat Jambi,” katanya.
Adapun hewan kurban dari Hj Ernawati disalurkan ke beberapa titik berikut:
| No | Lokasi Penerima | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Pondok Pesantren Darul Arifin, Jalan Ness | 1 ekor sapi limosin, koordinasi melalui ADC Pak Zainul |
| 2 | Masjid Agung Al Falah Jambi | Koordinasi dengan Dr. KH. Umar Yusuf selaku Imam Besar Masjid Agung Al Falah |
| 3 | Pondok Guru Syargawi/Daarut Tauhid | Koordinasi dengan Babe Heri, ADC Pak HBA |
| 4 | Untuk Pak HBA di rumah H. Ibrahim | 1 ekor sapi metal, koordinasi dengan ADC Pak HBA |
| 5 | Tempat Pengajian Ustadz Latif, Jalan H. Ibrahim | Penyaluran untuk jamaah dan lingkungan pengajian |
| 6 | ISMI Wilayah Jambi | Penyaluran untuk pengurus ISMI dan warga sekitar Pinang Merah |
Melalui penyaluran hewan kurban ini, Hj Ernawati berharap semangat berbagi semakin tumbuh di tengah masyarakat Jambi.
“Kami berharap kurban ini membawa manfaat. Semoga menjadi amal ibadah, mempererat silaturahmi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Di hari raya, kebahagiaan sebaiknya tidak dirasakan sendiri,” ujar Hj Ernawati.(*)