Bungo – Tender proyek Pembangunan Drainase Sungai Dingin di Kabupaten Bungo mulai menjadi sorotan.
Nilainya tidak kecil. Pagu paket dan HPS sama-sama tercatat Rp2.500.000.000.
Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo, bersumber dari APBD 2026, dengan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi.
Kode tendernya 10129676000.
Kode RUP-nya 65355397, dengan nama paket Drainase Sungai Dingin.
Metode pengadaan yang digunakan adalah Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur. Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.
Lokasi pekerjaan berada di Dalam Kabupaten Bungo.
Saat ini, tender berada pada tahap Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.
Sekilas, tender ini terlihat seperti tender konstruksi biasa. Tapi begitu dibaca lebih pelan, ada beberapa titik yang menarik.
Pertama, pagu dan HPS sama persis, yakni Rp2,5 miliar.
Kedua, dari 21 peserta yang tercatat mengikuti tender, hanya 3 peserta yang benar-benar memasukkan harga penawaran.
Ketiga, sebanyak 18 peserta lain tidak mengajukan penawaran. Nama mereka tercatat di daftar peserta, tetapi kolom harga kosong.
Keempat, penawar terendah adalah Gunung Sago Perkasa dengan nilai Rp2.270.462.260,32. Angka ini turun sekitar Rp229,53 juta atau sekitar 9,18 persen dari HPS.
Dua penawar lainnya adalah CV Dua Putra dengan penawaran Rp2.422.494.228,03, dan CV Gading Cempaka dengan penawaran Rp2.476.848.934,24.
Dalam tender ini, jumlah peserta yang tercatat cukup banyak 21 peserta.
Tapi kompetisi harga sesungguhnya hanya terjadi di antara tiga peserta.
Gunung Sago Perkasa menjadi penawar paling rendah. Selisihnya cukup jauh dibanding CV Dua Putra, yakni sekitar Rp152,03 juta.
Sementara selisih Gunung Sago Perkasa dengan CV Gading Cempaka mencapai sekitar Rp206,38 juta.
Jika tender berjalan murni dengan sistem harga terendah dan seluruh syarat administrasi, teknis, kualifikasi, serta harga terpenuhi, posisi Gunung Sago Perkasa tentu paling strategis.
Namun dalam sistem gugur, harga rendah bukan satu-satunya penentu. Dokumen administrasi, legalitas, teknis, pengalaman, SBU, SKP, serta kualifikasi lain tetap menjadi gerbang utama.
Satu syarat gagal, seluruh peluang bisa runtuh.
Rincian Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Kode Tender | 10129676000 |
| 2 | Nama Tender | Pembangunan Drainase Sungai Dingin |
| 3 | Kode RUP | 65355397 |
| 4 | Nama Paket | Drainase Sungai Dingin |
| 5 | Sumber Dana | APBD |
| 6 | Tanggal Pembuatan | 20 April 2026 |
| 7 | Tahap Saat Ini | Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga |
| 8 | K/L/PD | Kabupaten Bungo |
| 9 | Satuan Kerja | Dinas PUPR Kabupaten Bungo |
| 10 | Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| 11 | Metode | Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 12 | Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| 13 | Tahun Anggaran | APBD 2026 |
| 14 | Nilai Pagu | Rp2.500.000.000 |
| 15 | Nilai HPS | Rp2.500.000.000 |
| 16 | Jenis Kontrak | Gabungan Lumsum dan Harga Satuan |
| 17 | Lokasi | Dalam Kabupaten Bungo - Bungo |
| 18 | Kualifikasi Usaha | Kecil |
Daftar Peserta dan Penawaran
| No | Peserta | Penawaran/Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Gunung Sago Perkasa | Rp2.270.462.260,32 |
| 2 | CV Dua Putra | Rp2.422.494.228,03 |
| 3 | CV Gading Cempaka | Rp2.476.848.934,24 |
| 4 | CV Quality Utama | Tidak mengajukan harga |
| 5 | CV Dita Kontraktor | Tidak mengajukan harga |
| 6 | CV Putra Agung Persada | Tidak mengajukan harga |
| 7 | CV Tekad Maju Bersama | Tidak mengajukan harga |
| 8 | CV Spektrum Khatulistiwa | Tidak mengajukan harga |
| 9 | CV Tata Karya Pratama | Tidak mengajukan harga |
| 10 | CV Aisyah Putra Karya | Tidak mengajukan harga |
| 11 | CV Hidayah Pangeran Cimpago | Tidak mengajukan harga |
| 12 | Sayna Arisya Persada | Tidak mengajukan harga |
| 13 | CV Nur’C Kontraktor | Tidak mengajukan harga |
| 14 | CV Bumi Gada Konstruksi | Tidak mengajukan harga |
| 15 | Baston Pillar Barakarsa | Tidak mengajukan harga |
| 16 | CV Cahaya Citra Contractor | Tidak mengajukan harga |
| 17 | CV Daeng Siginjai 9 | Tidak mengajukan harga |
| 18 | CV Lumbung Agroendo | Tidak mengajukan harga |
| 19 | CV Welindo Karya | Tidak mengajukan harga |
| 20 | CV Wahana Mitra Abadi | Tidak mengajukan harga |
| 21 | CV Nasoramaridi 14 | Tidak mengajukan harga |
Selisih Harga Penawaran
| No | Peserta | Selisih dari HPS |
|---|---|---|
| 1 | Gunung Sago Perkasa | Turun Rp229.537.739,68 |
| 2 | CV Dua Putra | Turun Rp77.505.771,97 |
| 3 | CV Gading Cempaka | Turun Rp23.151.065,76 |
Gunung Sago Perkasa menjadi penawar dengan penurunan paling besar dari HPS, yakni sekitar 9,18 persen.
CV Dua Putra turun sekitar 3,10 persen.
CV Gading Cempaka turun sekitar 0,93 persen.
Secara harga, posisi Gunung Sago Perkasa paling rendah. Namun publik tetap menunggu hasil evaluasi Pokja, apakah perusahaan ini memenuhi seluruh syarat administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Dokumen tender mensyaratkan peserta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.
Jenis izin yang diminta adalah SBU sesuai Dokumen Pemilihan.
Peserta juga harus memiliki status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.
Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak. Hal itu dibuktikan dengan:
- Akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya.
- Surat kuasa apabila dikuasakan.
- Bukti bahwa yang diberi kuasa merupakan pegawai tetap apabila dikuasakan.
- Kartu Tanda Penduduk.
Peserta juga wajib menyetujui Pernyataan Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.
Untuk SBU, dokumen menyebutkan pekerjaan untuk usaha kualifikasi kecil mensyaratkan paling banyak 1 SBU. Sedangkan pekerjaan untuk usaha kualifikasi menengah atau besar mensyaratkan paling banyak 2 SBU.
Dalam kualifikasi teknis, peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah, swasta, maupun pengalaman subkontrak.
Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Ada ketentuan khusus untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun. Jika penyedia belum memiliki pengalaman, ketentuan pengalaman dikecualikan untuk pengadaan dengan nilai paket sampai paling banyak Rp2.500.000.000.
Namun untuk pengadaan dengan nilai paket paling sedikit di atas Rp2.500.000.000 sampai paling banyak Rp15.000.000.000, penyedia harus mempunyai satu pengalaman pada bidang yang sama.
Di sinilah tender Drainase Sungai Dingin menarik. Nilai pagu dan HPS berada tepat di angka Rp2.500.000.000.
Angka ini berada di batas ketentuan pengecualian pengalaman untuk usaha kecil baru berdiri kurang dari 3 tahun.
Secara aturan, ini bisa saja sah. Tapi secara pengawasan publik, angka yang persis di ambang batas selalu menarik dicermati.
Jadwal Tender
| No | Tahap | Jadwal |
|---|---|---|
| 1 | Pengumuman Pascakualifikasi | 19 Mei 2026 15.55 – 25 Mei 2026 08.00 |
| 2 | Download Dokumen Pemilihan | 19 Mei 2026 15.55 – 25 Mei 2026 13.00 |
| 3 | Pemberian Penjelasan | 22 Mei 2026 08.00 – 09.00 |
| 4 | Upload Dokumen Penawaran | 22 Mei 2026 13.00 – 25 Mei 2026 13.00 |
| 5 | Pembukaan Dokumen Penawaran | 25 Mei 2026 13.01 – 13.30 |
| 6 | Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga | 25 Mei 2026 13.31 – 4 Juni 2026 16.00 |
| 7 | Pembuktian Kualifikasi | 5 Juni 2026 08.00 – 14.00 |
| 8 | Penetapan Pemenang | 5 Juni 2026 14.01 – 15.00 |
| 9 | Pengumuman Pemenang | 5 Juni 2026 15.01 – 15.45 |
| 10 | Masa Sanggah | 5 Juni 2026 15.46 – 10 Juni 2026 15.46 |
| 11 | SPPBJ | 11 Juni 2026 08.00 – 15 Juni 2026 16.00 |
| 12 | Penandatanganan Kontrak | 12 Juni 2026 08.00 – 26 Juni 2026 11.00 |
Dalam data jadwal, seluruh tahapan tercatat tidak ada perubahan.
Salah satu bagian yang membuat tender ini menarik adalah nilai pagu dan HPS yang sama persis.
Nilai pagu: Rp2.500.000.000.
Nilai HPS: Rp2.500.000.000.
Secara aturan, HPS bisa saja mendekati atau sama dengan pagu jika hasil perhitungan memang demikian. Namun dalam praktik pengawasan publik, HPS yang sama persis dengan pagu selalu memancing pertanyaan.
Apakah perhitungan HPS dilakukan dengan survei harga yang memadai? Apakah volume dan harga satuan dihitung secara rinci? Apakah ada ruang efisiensi? Apakah harga pasar benar-benar mendukung angka itu?
Pertanyaan ini penting karena HPS adalah jantung tender.
Dari HPS, harga penawaran diuji. Dari HPS, kewajaran biaya dilihat. Dari HPS pula potensi efisiensi belanja negara atau daerah bisa dibaca.
Sorotan kedua adalah rendahnya jumlah penawar aktif.
Dari 21 peserta, hanya 3 peserta yang memasukkan penawaran.
Artinya, hanya sekitar 14 persen peserta yang benar-benar bertanding.
Sebanyak 18 peserta lainnya tidak memasukkan harga penawaran.
Fenomena ini sering terlihat dalam tender pemerintah. Banyak perusahaan mendaftar, mengunduh dokumen, tetapi akhirnya tidak mengajukan penawaran.
Penyebabnya bisa beragam. Bisa karena tidak siap dokumen. Bisa karena syarat dianggap berat. Bisa karena pekerjaan tidak menarik secara harga. Bisa karena perusahaan hanya memantau pasar. Bisa pula karena faktor lain yang perlu ditelusuri.
Namun bagi publik, kondisi ini tetap menyisakan tanda tanya.
Kalau peserta banyak, kenapa kompetisinya sepi?
Kalau tender terbuka, kenapa hanya tiga yang benar-benar masuk gelanggang?
Sejumlah warga Bungo berharap proyek drainase ini benar-benar berdampak pada lingkungan warga.
Salah seorang warga, Subhani, mengatakan drainase adalah kebutuhan penting, terutama di kawasan yang sering mengalami genangan.
“Kalau drainase dibangun benar, warga pasti terbantu. Tapi jangan sampai cuma proyek di atas kertas. Lokasinya harus jelas, volume jelas, kualitas jelas,” ujarnya.
Warga lainnya, Santo, menyoroti banyaknya peserta yang tidak memasukkan penawaran.
“Kalau pesertanya 21 tapi yang nawar cuma tiga, masyarakat wajar bertanya. Apa tendernya memang terbuka dan menarik? Atau cuma banyak nama saja?” katanya.
Warga lain meminta Dinas PUPR Bungo dan Pokja bekerja transparan.
“Pagu dan HPS sama persis Rp2,5 miliar. Itu harus dijelaskan hitungannya. Kalau Gunung Sago Perkasa paling rendah, tetap harus dicek dokumennya. Jangan hanya lihat harga,” ujarnya.(*)