Gunung Sago Perkasa Turun 9,18 Persen dari HPS, Tender Drainase Sungai Dingin Bungo Masuk Tahap Evaluasi

WIB
IST

Bungo – Tender proyek Pembangunan Drainase Sungai Dingin di Kabupaten Bungo mulai menjadi sorotan.

Nilainya tidak kecil. Pagu paket dan HPS sama-sama tercatat Rp2.500.000.000.

Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo, bersumber dari APBD 2026, dengan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi.

Kode tendernya 10129676000.

Kode RUP-nya 65355397, dengan nama paket Drainase Sungai Dingin.

Metode pengadaan yang digunakan adalah Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur. Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.

Lokasi pekerjaan berada di Dalam Kabupaten Bungo.

Saat ini, tender berada pada tahap Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.

Sekilas, tender ini terlihat seperti tender konstruksi biasa. Tapi begitu dibaca lebih pelan, ada beberapa titik yang menarik.

Pertama, pagu dan HPS sama persis, yakni Rp2,5 miliar.

Kedua, dari 21 peserta yang tercatat mengikuti tender, hanya 3 peserta yang benar-benar memasukkan harga penawaran.

Ketiga, sebanyak 18 peserta lain tidak mengajukan penawaran. Nama mereka tercatat di daftar peserta, tetapi kolom harga kosong.

Keempat, penawar terendah adalah Gunung Sago Perkasa dengan nilai Rp2.270.462.260,32. Angka ini turun sekitar Rp229,53 juta atau sekitar 9,18 persen dari HPS.

Dua penawar lainnya adalah CV Dua Putra dengan penawaran Rp2.422.494.228,03, dan CV Gading Cempaka dengan penawaran Rp2.476.848.934,24.

Dalam tender ini, jumlah peserta yang tercatat cukup banyak 21 peserta.

Tapi kompetisi harga sesungguhnya hanya terjadi di antara tiga peserta.

Gunung Sago Perkasa menjadi penawar paling rendah. Selisihnya cukup jauh dibanding CV Dua Putra, yakni sekitar Rp152,03 juta.

Sementara selisih Gunung Sago Perkasa dengan CV Gading Cempaka mencapai sekitar Rp206,38 juta.

Jika tender berjalan murni dengan sistem harga terendah dan seluruh syarat administrasi, teknis, kualifikasi, serta harga terpenuhi, posisi Gunung Sago Perkasa tentu paling strategis.

Namun dalam sistem gugur, harga rendah bukan satu-satunya penentu. Dokumen administrasi, legalitas, teknis, pengalaman, SBU, SKP, serta kualifikasi lain tetap menjadi gerbang utama.

Satu syarat gagal, seluruh peluang bisa runtuh.

Rincian Tender

NoUraianDetail
1Kode Tender10129676000
2Nama TenderPembangunan Drainase Sungai Dingin
3Kode RUP65355397
4Nama PaketDrainase Sungai Dingin
5Sumber DanaAPBD
6Tanggal Pembuatan20 April 2026
7Tahap Saat IniEvaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga
8K/L/PDKabupaten Bungo
9Satuan KerjaDinas PUPR Kabupaten Bungo
10Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
11MetodeTender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
12Reverse AuctionTidak menggunakan Reverse Auction
13Tahun AnggaranAPBD 2026
14Nilai PaguRp2.500.000.000
15Nilai HPSRp2.500.000.000
16Jenis KontrakGabungan Lumsum dan Harga Satuan
17LokasiDalam Kabupaten Bungo - Bungo
18Kualifikasi UsahaKecil

Daftar Peserta dan Penawaran

NoPesertaPenawaran/Keterangan
1Gunung Sago PerkasaRp2.270.462.260,32
2CV Dua PutraRp2.422.494.228,03
3CV Gading CempakaRp2.476.848.934,24
4CV Quality UtamaTidak mengajukan harga
5CV Dita KontraktorTidak mengajukan harga
6CV Putra Agung PersadaTidak mengajukan harga
7CV Tekad Maju BersamaTidak mengajukan harga
8CV Spektrum KhatulistiwaTidak mengajukan harga
9CV Tata Karya PratamaTidak mengajukan harga
10CV Aisyah Putra KaryaTidak mengajukan harga
11CV Hidayah Pangeran CimpagoTidak mengajukan harga
12Sayna Arisya PersadaTidak mengajukan harga
13CV Nur’C KontraktorTidak mengajukan harga
14CV Bumi Gada KonstruksiTidak mengajukan harga
15Baston Pillar BarakarsaTidak mengajukan harga
16CV Cahaya Citra ContractorTidak mengajukan harga
17CV Daeng Siginjai 9Tidak mengajukan harga
18CV Lumbung AgroendoTidak mengajukan harga
19CV Welindo KaryaTidak mengajukan harga
20CV Wahana Mitra AbadiTidak mengajukan harga
21CV Nasoramaridi 14Tidak mengajukan harga

Selisih Harga Penawaran

NoPesertaSelisih dari HPS
1Gunung Sago PerkasaTurun Rp229.537.739,68
2CV Dua PutraTurun Rp77.505.771,97
3CV Gading CempakaTurun Rp23.151.065,76

Gunung Sago Perkasa menjadi penawar dengan penurunan paling besar dari HPS, yakni sekitar 9,18 persen.

CV Dua Putra turun sekitar 3,10 persen.

CV Gading Cempaka turun sekitar 0,93 persen.

Secara harga, posisi Gunung Sago Perkasa paling rendah. Namun publik tetap menunggu hasil evaluasi Pokja, apakah perusahaan ini memenuhi seluruh syarat administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.

Dokumen tender mensyaratkan peserta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.

Jenis izin yang diminta adalah SBU sesuai Dokumen Pemilihan.

Peserta juga harus memiliki status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak. Hal itu dibuktikan dengan:

  1. Akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya.
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan.
  3. Bukti bahwa yang diberi kuasa merupakan pegawai tetap apabila dikuasakan.
  4. Kartu Tanda Penduduk.

Peserta juga wajib menyetujui Pernyataan Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

Untuk SBU, dokumen menyebutkan pekerjaan untuk usaha kualifikasi kecil mensyaratkan paling banyak 1 SBU. Sedangkan pekerjaan untuk usaha kualifikasi menengah atau besar mensyaratkan paling banyak 2 SBU.

Dalam kualifikasi teknis, peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah, swasta, maupun pengalaman subkontrak.

Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.

Ada ketentuan khusus untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun. Jika penyedia belum memiliki pengalaman, ketentuan pengalaman dikecualikan untuk pengadaan dengan nilai paket sampai paling banyak Rp2.500.000.000.

Namun untuk pengadaan dengan nilai paket paling sedikit di atas Rp2.500.000.000 sampai paling banyak Rp15.000.000.000, penyedia harus mempunyai satu pengalaman pada bidang yang sama.

Di sinilah tender Drainase Sungai Dingin menarik. Nilai pagu dan HPS berada tepat di angka Rp2.500.000.000.

Angka ini berada di batas ketentuan pengecualian pengalaman untuk usaha kecil baru berdiri kurang dari 3 tahun.

Secara aturan, ini bisa saja sah. Tapi secara pengawasan publik, angka yang persis di ambang batas selalu menarik dicermati.

Jadwal Tender

NoTahapJadwal
1Pengumuman Pascakualifikasi19 Mei 2026 15.55 – 25 Mei 2026 08.00
2Download Dokumen Pemilihan19 Mei 2026 15.55 – 25 Mei 2026 13.00
3Pemberian Penjelasan22 Mei 2026 08.00 – 09.00
4Upload Dokumen Penawaran22 Mei 2026 13.00 – 25 Mei 2026 13.00
5Pembukaan Dokumen Penawaran25 Mei 2026 13.01 – 13.30
6Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga25 Mei 2026 13.31 – 4 Juni 2026 16.00
7Pembuktian Kualifikasi5 Juni 2026 08.00 – 14.00
8Penetapan Pemenang5 Juni 2026 14.01 – 15.00
9Pengumuman Pemenang5 Juni 2026 15.01 – 15.45
10Masa Sanggah5 Juni 2026 15.46 – 10 Juni 2026 15.46
11SPPBJ11 Juni 2026 08.00 – 15 Juni 2026 16.00
12Penandatanganan Kontrak12 Juni 2026 08.00 – 26 Juni 2026 11.00

Dalam data jadwal, seluruh tahapan tercatat tidak ada perubahan.

Salah satu bagian yang membuat tender ini menarik adalah nilai pagu dan HPS yang sama persis.

Nilai pagu: Rp2.500.000.000.

Nilai HPS: Rp2.500.000.000.

Secara aturan, HPS bisa saja mendekati atau sama dengan pagu jika hasil perhitungan memang demikian. Namun dalam praktik pengawasan publik, HPS yang sama persis dengan pagu selalu memancing pertanyaan.

Apakah perhitungan HPS dilakukan dengan survei harga yang memadai? Apakah volume dan harga satuan dihitung secara rinci? Apakah ada ruang efisiensi? Apakah harga pasar benar-benar mendukung angka itu?

Pertanyaan ini penting karena HPS adalah jantung tender.

Dari HPS, harga penawaran diuji. Dari HPS, kewajaran biaya dilihat. Dari HPS pula potensi efisiensi belanja negara atau daerah bisa dibaca.

Sorotan kedua adalah rendahnya jumlah penawar aktif.

Dari 21 peserta, hanya 3 peserta yang memasukkan penawaran.

Artinya, hanya sekitar 14 persen peserta yang benar-benar bertanding.

Sebanyak 18 peserta lainnya tidak memasukkan harga penawaran.

Fenomena ini sering terlihat dalam tender pemerintah. Banyak perusahaan mendaftar, mengunduh dokumen, tetapi akhirnya tidak mengajukan penawaran.

Penyebabnya bisa beragam. Bisa karena tidak siap dokumen. Bisa karena syarat dianggap berat. Bisa karena pekerjaan tidak menarik secara harga. Bisa karena perusahaan hanya memantau pasar. Bisa pula karena faktor lain yang perlu ditelusuri.

Namun bagi publik, kondisi ini tetap menyisakan tanda tanya.

Kalau peserta banyak, kenapa kompetisinya sepi?

Kalau tender terbuka, kenapa hanya tiga yang benar-benar masuk gelanggang?

Sejumlah warga Bungo berharap proyek drainase ini benar-benar berdampak pada lingkungan warga.

Salah seorang warga, Subhani, mengatakan drainase adalah kebutuhan penting, terutama di kawasan yang sering mengalami genangan.

“Kalau drainase dibangun benar, warga pasti terbantu. Tapi jangan sampai cuma proyek di atas kertas. Lokasinya harus jelas, volume jelas, kualitas jelas,” ujarnya.

Warga lainnya, Santo, menyoroti banyaknya peserta yang tidak memasukkan penawaran.

“Kalau pesertanya 21 tapi yang nawar cuma tiga, masyarakat wajar bertanya. Apa tendernya memang terbuka dan menarik? Atau cuma banyak nama saja?” katanya.

Warga lain meminta Dinas PUPR Bungo dan Pokja bekerja transparan.

“Pagu dan HPS sama persis Rp2,5 miliar. Itu harus dijelaskan hitungannya. Kalau Gunung Sago Perkasa paling rendah, tetap harus dicek dokumennya. Jangan hanya lihat harga,” ujarnya.(*)

BeritaSatu Network